What medications and dosages should be given to a patient with barotrauma?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penatalaksanaan Barotrauma

Pengobatan barotrauma harus fokus pada mengatasi gejala, mencegah komplikasi, dan mengurangi risiko barotrauma berulang dengan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis.

Terapi Farmakologis

Obat-obatan untuk Barotrauma Paru

  • Beta-agonis: Aerosolisasi albuterol 2,5 mg dalam 3 ml saline untuk mengatasi bronkospasme dan membantu mengurangi resistensi jalan napas 1
  • Antikolinergik: Ipratropium bromide inhalasi 0,5 mg untuk membantu melebarkan bronkus dan mengurangi sekresi 1
  • Kortikosteroid: Metilprednisolon intravena 125 mg tiga kali sehari untuk mengurangi peradangan dan edema jalan napas 1

Obat-obatan untuk Barotrauma Telinga dan Sinus

  • Dekongestan:
    • Pseudoefedrin oral 30-60 mg setiap 4-6 jam untuk mengurangi edema mukosa dan memfasilitasi drainase 2
    • Oksimetazolin semprot hidung 0,05% (1-2 semprotan per lubang hidung setiap 12 jam, maksimal 3 hari) untuk mengurangi kongesti 2
  • Vitamin B kompleks: Untuk membantu regenerasi saraf pada kasus barotrauma dengan keterlibatan saraf (seperti nervus infraorbital atau fasialis) 2
  • Analgesik: Parasetamol 500-1000 mg setiap 6 jam untuk mengatasi nyeri 1

Penatalaksanaan Non-Farmakologis

Manajemen Ventilasi pada Barotrauma Paru

  • Ventilasi protektif: Gunakan volume tidal rendah (6-8 ml/kg berat badan ideal) dengan PEEP 4-8 cmH2O untuk mengurangi risiko barotrauma lebih lanjut 1
  • Hindari hiperventilasi: Pertahankan normokapnia dengan pemantauan EtCO2 dan analisis gas darah arteri 1
  • Posisi pasien: Posisikan pasien untuk memfasilitasi drainase sekret dan optimalisasi ventilasi 1

Prosedur untuk Barotrauma Telinga dan Sinus

  • Drainase sinus endoskopik: Untuk kasus barotrauma sinus yang berat dengan akumulasi cairan 2
  • Miringotomi: Untuk kasus barotrauma telinga tengah dengan efusi persisten atau nyeri berat 3

Algoritma Penatalaksanaan Berdasarkan Jenis Barotrauma

Barotrauma Paru

  1. Stabilisasi pernapasan:

    • Pastikan jalan napas terbuka dan berikan oksigen 1
    • Jika terjadi pneumotoraks, lakukan dekompresi segera 4
  2. Terapi farmakologis:

    • Berikan beta-agonis (albuterol 2,5 mg) dan ipratropium bromide (0,5 mg) via nebulizer 1
    • Tambahkan kortikosteroid intravena (metilprednisolon 125 mg TID) 1
  3. Ventilasi mekanik (jika diperlukan):

    • Gunakan ventilasi protektif dengan volume tidal rendah 1
    • Pantau tekanan jalan napas untuk mencegah barotrauma lebih lanjut 1
    • Pertimbangkan sedasi yang adekuat untuk mengurangi dyssynchrony ventilator 1

Barotrauma Telinga dan Sinus

  1. Evaluasi tingkat keparahan:

    • Periksa membran timpani dan status sinus dengan otoskopi 3, 5
    • Nilai keterlibatan saraf kranial (terutama nervus fasialis dan infraorbital) 2, 3
  2. Terapi farmakologis:

    • Berikan dekongestan oral dan topikal 2
    • Tambahkan vitamin B kompleks jika ada keterlibatan saraf 2
    • Berikan analgesik untuk mengatasi nyeri 1
  3. Prosedur intervensi (jika diperlukan):

    • Lakukan miringotomi untuk barotrauma telinga tengah berat 3
    • Pertimbangkan drainase sinus endoskopik untuk barotrauma sinus berat 2

Faktor Risiko dan Pencegahan

  • Identifikasi faktor risiko: Status mental yang berubah, kadar albumin <4,3 g/dL, dan kadar magnesium rendah meningkatkan risiko barotrauma telinga tengah 5
  • Edukasi pasien: Ajarkan teknik penyamaan tekanan (manuver Valsalva, Toynbee) untuk mencegah barotrauma berulang 6
  • Pemantauan: Lakukan pemantauan ketat pada pasien dengan riwayat barotrauma sebelumnya 6

Hal Penting dan Peringatan

  • Hindari desfluran pada pasien dengan infeksi saluran napas atas karena dapat meningkatkan risiko barotrauma 1
  • Waspadai tanda-tanda barotrauma selama ventilasi mekanik, seperti peningkatan mendadak tekanan jalan napas atau penurunan tekanan darah sistemik 1
  • Jangan tunda penanganan karena kompresi saraf jangka panjang dapat menyebabkan perubahan permanen 2
  • Pantau efek samping obat, terutama pada pasien lanjut usia yang mungkin lebih rentan terhadap efek samping dekongestan dan kortikosteroid 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.