Penatalaksanaan Hernia Inguinal Strangulata
Hernia inguinal strangulata merupakan kondisi kegawatdaruratan bedah yang memerlukan intervensi bedah segera untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien. 1, 2
Definisi dan Patofisiologi
- Hernia inguinal strangulata terjadi ketika suplai darah ke isi hernia (seperti omentum atau usus) terganggu, yang dapat menyebabkan nekrosis jaringan dan komplikasi serius 3
- Hernia inguinal terjadi akibat involusi tidak sempurna dari processus vaginalis, menciptakan jalur di mana struktur intra-abdomen dapat herniasi 4
- Kondisi ini berbeda dengan hernia inkarserata yang hanya mengalami ireduktibilitas tanpa gangguan suplai darah 3
Diagnosis
- Tanda klinis utama adalah benjolan nyeri pada lokasi hernia yang sebelumnya ada 5
- Tanda-tanda Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) merupakan indikator umum adanya strangulasi usus 1, 2
- Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan:
- CT scan dengan kontras dapat membantu memprediksi adanya strangulasi usus 2
Penatalaksanaan
Tindakan Awal
- Intervensi bedah darurat harus dilakukan segera pada kasus hernia inguinal strangulata untuk mencegah nekrosis usus dan meningkatnya morbiditas/mortalitas 1, 2, 6
- Intervensi dini (<6 jam sejak onset gejala) dikaitkan dengan insiden reseksi usus yang lebih rendah (odds ratio 0,1) 6
- Penundaan diagnosis dan penanganan (>24 jam) berhubungan dengan tingkat mortalitas yang lebih tinggi 1, 2
Pendekatan Bedah
- Perbaikan hernia dengan mesh direkomendasikan karena menurunkan angka rekurensi (odds ratio 0,34) 6
- Pendekatan laparoskopik (TAPP dan TEP) memiliki keunggulan dibandingkan teknik terbuka:
- Hernioskopi dapat digunakan untuk mengevaluasi viabilitas usus, menghindari laparotomi yang tidak perlu 2
- Anestesi lokal direkomendasikan untuk perbaikan hernia inguinal darurat jika tidak ada gangren usus 2
Manajemen Usus Strangulasi
- Reseksi usus diperlukan pada sekitar 24,1% kasus hernia strangulata 5
- Faktor risiko untuk reseksi usus meliputi:
- Tingkat mortalitas keseluruhan pada hernia strangulata sekitar 11,8%, dengan angka yang lebih rendah untuk hernia inguinal (6,2%) 5
- Mortalitas meningkat hingga 89% pada pasien yang datang setelah 96 jam strangulasi 7
Profilaksis Antibiotik
- Profilaksis antimikroba selama 48 jam direkomendasikan untuk kasus strangulasi usus dan/atau reseksi usus bersamaan 2
Komplikasi
- Komplikasi pasca operasi meliputi:
- Tingkat komplikasi keseluruhan pada perbaikan hernia inguinal sekitar 10% 8
Pencegahan
- Perbaikan hernia inguinal elektif sebelum terjadi strangulasi sangat dianjurkan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang signifikan 5
- Pasien dengan hernia inguinal harus menghindari aktivitas yang meningkatkan tekanan intra-abdomen untuk mencegah inkarserasi dan strangulasi 1, 4
- Prinsip dasar perbaikan hernia inguinal meliputi:
- Ligasi tinggi dalam eksisi kantong hernia
- Perbaikan defek pada bidang terjadinya
- Jahitan fasia ke fasia pada bidang yang sama tanpa ketegangan 8
Kesimpulan Kasus
- Hernia inguinal strangulata merupakan kegawatdaruratan bedah yang memerlukan intervensi segera
- Penundaan penanganan meningkatkan risiko reseksi usus dan mortalitas
- Perbaikan dengan mesh dan pendekatan laparoskopik memberikan hasil yang lebih baik
- Edukasi masyarakat tentang pentingnya perbaikan hernia elektif dapat mencegah komplikasi strangulasi