What is the diagnosis, treatment, and management of hernia inguinal strangulata?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penatalaksanaan Hernia Inguinal Strangulata

Hernia inguinal strangulata merupakan kondisi kegawatdaruratan bedah yang memerlukan intervensi bedah segera untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien. 1, 2

Definisi dan Patofisiologi

  • Hernia inguinal strangulata terjadi ketika suplai darah ke isi hernia (seperti omentum atau usus) terganggu, yang dapat menyebabkan nekrosis jaringan dan komplikasi serius 3
  • Hernia inguinal terjadi akibat involusi tidak sempurna dari processus vaginalis, menciptakan jalur di mana struktur intra-abdomen dapat herniasi 4
  • Kondisi ini berbeda dengan hernia inkarserata yang hanya mengalami ireduktibilitas tanpa gangguan suplai darah 3

Diagnosis

  • Tanda klinis utama adalah benjolan nyeri pada lokasi hernia yang sebelumnya ada 5
  • Tanda-tanda Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) merupakan indikator umum adanya strangulasi usus 1, 2
  • Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan:
    • Benjolan nyeri tekan di daerah inguinal
    • Tanda-tanda obstruksi usus (muntah, distensi abdomen, konstipasi)
    • Kemerahan dan edema pada area hernia 3, 2
  • CT scan dengan kontras dapat membantu memprediksi adanya strangulasi usus 2

Penatalaksanaan

Tindakan Awal

  • Intervensi bedah darurat harus dilakukan segera pada kasus hernia inguinal strangulata untuk mencegah nekrosis usus dan meningkatnya morbiditas/mortalitas 1, 2, 6
  • Intervensi dini (<6 jam sejak onset gejala) dikaitkan dengan insiden reseksi usus yang lebih rendah (odds ratio 0,1) 6
  • Penundaan diagnosis dan penanganan (>24 jam) berhubungan dengan tingkat mortalitas yang lebih tinggi 1, 2

Pendekatan Bedah

  • Perbaikan hernia dengan mesh direkomendasikan karena menurunkan angka rekurensi (odds ratio 0,34) 6
  • Pendekatan laparoskopik (TAPP dan TEP) memiliki keunggulan dibandingkan teknik terbuka:
    • Menurunkan tingkat rekurensi (odds ratio 0,75)
    • Mengurangi lama rawat inap
    • Menurunkan kebutuhan analgesik pasca operasi 2, 6
  • Hernioskopi dapat digunakan untuk mengevaluasi viabilitas usus, menghindari laparotomi yang tidak perlu 2
  • Anestesi lokal direkomendasikan untuk perbaikan hernia inguinal darurat jika tidak ada gangren usus 2

Manajemen Usus Strangulasi

  • Reseksi usus diperlukan pada sekitar 24,1% kasus hernia strangulata 5
  • Faktor risiko untuk reseksi usus meliputi:
    • Penundaan operasi lebih dari 72 jam
    • Tidak memiliki asuransi kesehatan
    • Peritonitis yang jelas
    • Hernia femoralis 2, 5, 7
  • Tingkat mortalitas keseluruhan pada hernia strangulata sekitar 11,8%, dengan angka yang lebih rendah untuk hernia inguinal (6,2%) 5
  • Mortalitas meningkat hingga 89% pada pasien yang datang setelah 96 jam strangulasi 7

Profilaksis Antibiotik

  • Profilaksis antimikroba selama 48 jam direkomendasikan untuk kasus strangulasi usus dan/atau reseksi usus bersamaan 2

Komplikasi

  • Komplikasi pasca operasi meliputi:
    • Infeksi luka operasi
    • Hematoma
    • Pembengkakan skrotum
    • Peritonitis pasca operasi
    • Kegagalan multi-organ 7, 8
  • Tingkat komplikasi keseluruhan pada perbaikan hernia inguinal sekitar 10% 8

Pencegahan

  • Perbaikan hernia inguinal elektif sebelum terjadi strangulasi sangat dianjurkan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang signifikan 5
  • Pasien dengan hernia inguinal harus menghindari aktivitas yang meningkatkan tekanan intra-abdomen untuk mencegah inkarserasi dan strangulasi 1, 4
  • Prinsip dasar perbaikan hernia inguinal meliputi:
    • Ligasi tinggi dalam eksisi kantong hernia
    • Perbaikan defek pada bidang terjadinya
    • Jahitan fasia ke fasia pada bidang yang sama tanpa ketegangan 8

Kesimpulan Kasus

  • Hernia inguinal strangulata merupakan kegawatdaruratan bedah yang memerlukan intervensi segera
  • Penundaan penanganan meningkatkan risiko reseksi usus dan mortalitas
  • Perbaikan dengan mesh dan pendekatan laparoskopik memberikan hasil yang lebih baik
  • Edukasi masyarakat tentang pentingnya perbaikan hernia elektif dapat mencegah komplikasi strangulasi

References

Guideline

Weight Limits for Patients with Inguinal Hernias Prior to Surgical Repair

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Inguinal Hernias

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Inguinal Hernia: Pathophysiology, Epidemiology, and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Strangulated external hernias in Kumasi.

West African journal of medicine, 2003

Research

Complications of groin hernia repair: their prevention and management.

Journal of the National Medical Association, 1978

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.