Kejang Demam Kompleks pada Anak: Diagnosis, Tatalaksana, dan Manajemen
Kejang demam kompleks pada anak memerlukan evaluasi klinis yang cermat namun umumnya tidak membutuhkan pencitraan otak rutin kecuali ada indikasi neurologis spesifik seperti defisit fokal pasca iktal. 1
Definisi dan Klasifikasi
Kejang demam adalah episode kejang yang terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang disertai demam (≥38,0°C), tanpa adanya infeksi intrakranial, gangguan metabolik, atau riwayat kejang tanpa demam sebelumnya 2
Kejang demam kompleks didefinisikan sebagai kejang yang:
- Berlangsung >15 menit, ATAU
- Berulang lebih dari sekali dalam 24 jam, ATAU
- Bersifat fokal 1
Kejang demam kompleks mencakup sekitar sepertiga dari seluruh kasus kejang demam pada anak 1, 3
Epidemiologi
- Kejang demam terjadi pada 2-5% populasi anak 4, 3
- Insiden puncak kejang demam terjadi pada usia 12-18 bulan 5
- Sekitar 30-40% anak dengan kejang demam akan mengalami kejadian berulang selama masa kanak-kanak 5
- Risiko kekambuhan meningkat pada anak usia <1 tahun (mencapai 50%) 2
Etiologi dan Faktor Risiko
- Penyebab kejang demam bersifat multifaktorial, meliputi:
Evaluasi Diagnostik
Anamnesis dan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk menentukan penyebab demam dan mengidentifikasi tanda-tanda infeksi intrakranial 3, 6
Pemeriksaan laboratorium rutin tidak diperlukan pada anak dengan kejang demam sederhana yang tampak baik 3
Indikasi untuk pungsi lumbal:
Pencitraan otak (MRI/CT):
- Umumnya tidak diindikasikan pada kejang demam kompleks 1
- Studi menunjukkan bahwa CT kepala tidak mengungkapkan temuan yang memerlukan intervensi pada anak dengan kejang demam kompleks 1
- MRI dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu di mana kejang demam kompleks merupakan bagian dari diagnosis banding, tetapi etiologi seperti meningitis, ensefalitis, atau trauma dipertimbangkan secara klinis 1
- MRI dapat diindikasikan pada anak dengan status epileptikus febris (kejang >30 menit) karena peningkatan asosiasi dengan temuan pencitraan 1
EEG dan evaluasi oleh ahli saraf direkomendasikan untuk anak dengan kejang demam kompleks 1
Tatalaksana
Penanganan fase akut:
- Bantu anak ke posisi berbaring, tempatkan pada posisi miring (posisi pemulihan) untuk mencegah aspirasi, dan bersihkan area di sekitarnya 1
- Tetap bersama anak yang mengalami kejang 1
- Jangan menahan anak yang sedang kejang 1
- Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak 1
- Untuk kejang yang berlangsung >5 menit, berikan benzodiazepin 3
Penanganan demam:
Terapi profilaksis:
Prognosis
- Risiko epilepsi setelah kejang demam kompleks sekitar 4,1-6,0% 4
- Status epileptikus febris dengan gejala fokal dapat mengakibatkan epilepsi parsial kompleks pada sekitar 5% kasus 4
- Kejang berulang multipel meningkatkan risiko epilepsi umum (>4%) 4
- Kejang demam tidak berhubungan dengan peningkatan mortalitas jangka panjang atau efek negatif pada perkembangan akademik, intelektual, atau perilaku di masa depan 3
Edukasi Keluarga
- Informasikan kepada orangtua tentang sifat jinak kondisi ini dan prognosisnya yang baik 4, 6
- Berikan panduan praktis tentang penanganan kejang di rumah 3, 6
- Jelaskan kemungkinan kekambuhan dan kapan harus mencari bantuan medis 6, 7
- Indikasi untuk aktivasi sistem respons darurat:
- Kejang pertama kali
- Kejang pada bayi <6 bulan
- Kejang berlangsung >5 menit
- Kejang berulang tanpa kembali ke status mental dasar di antaranya
- Pasien tidak kembali ke kondisi dasar dalam 5-10 menit setelah kejang berhenti
- Kejang dengan cedera traumatis
- Kejang dengan kesulitan bernapas 1
Kesimpulan Kunci untuk Presentasi
- Kejang demam kompleks memiliki risiko epilepsi yang lebih tinggi dibandingkan kejang demam sederhana, namun prognosisnya tetap baik 4, 3
- Pencitraan otak rutin tidak diperlukan kecuali ada indikasi neurologis spesifik 1
- Penanganan utama adalah suportif dan edukasi keluarga 3, 6
- Terapi antikonvulsan profilaksis umumnya tidak direkomendasikan 2, 5