Hubungan Antara Dermatitis Eksfoliatif dan Penyakit Ginjal Kronik (CKD)
Ya, dermatitis eksfoliatif berat dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik (CKD) melalui mekanisme inflamasi sistemik dan gangguan fungsi ginjal yang terkait. 1
Bukti Hubungan Antara Penyakit Kulit Berat dan CKD
Psoriasis berat (yang dapat menyebabkan dermatitis eksfoliatif) telah terbukti sebagai faktor risiko independen untuk CKD (aHR 1,90) dan penyakit ginjal tahap akhir (aHR 2,97) setelah penyesuaian untuk usia, jenis kelamin, komorbiditas, dan penggunaan NSAID 1
Studi kohort besar berbasis populasi menunjukkan bahwa keparahan psoriasis berkorelasi langsung dengan risiko CKD, dengan tingkat risiko yang lebih tinggi pada psoriasis berat dibandingkan dengan psoriasis ringan 1
Penelitian prospektif melibatkan 4.344 pasien psoriasis dan 13.032 subjek kontrol menunjukkan bahwa psoriasis dikaitkan dengan peningkatan risiko CKD (aHR 1,28) dan glomerulonefritis (HR 1,50) 1
Mekanisme Potensial
Inflamasi sistemik kronis yang terjadi pada dermatitis eksfoliatif dapat menyebabkan disfungsi glomerular subklinis, yang ditunjukkan dengan adanya kadar albumin urin abnormal pada pasien psoriasis 1
Pasien dengan psoriasis artritis menunjukkan risiko CKD yang lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa artritis (HR 1,62 vs 1,26), menunjukkan peran inflamasi sistemik dalam perkembangan CKD 1
Penggunaan NSAID untuk mengatasi gejala dermatitis eksfoliatif memiliki asosiasi kuat dengan CKD pada pasien psoriasis (aOR 1,69), sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya 1
Risiko Mortalitas
Studi registri Swedia menunjukkan bahwa pada pasien dengan psoriasis ringan dan berat, asosiasi terkuat untuk kematian adalah penyakit ginjal (HR 2,20) dan penyakit hati (HR 4,26) 1
Pasien dengan psoriasis sedang hingga berat memiliki peningkatan risiko untuk nefropati IgA (aHR 4,75) dan penyakit glomerular (aHR 2,05) 1
Manifestasi Kulit pada Pasien CKD
Pasien CKD sering menunjukkan manifestasi kulit termasuk xerosis (79%), pucat (60%), pruritus (53%), dan pigmentasi kulit (43%) 2
Pruritus terkait CKD adalah gejala yang sering dan melumpuhkan pada pasien dengan CKD berat yang diobati dengan dialisis, dan dikaitkan dengan kualitas hidup yang buruk dan peningkatan risiko komorbiditas dan mortalitas 3, 4
Rekomendasi Pengelolaan
Pasien dengan dermatitis eksfoliatif berat harus dipantau secara rutin untuk fungsi ginjal, terutama jika memiliki faktor risiko tambahan seperti hipertensi, penyakit vaskular, atau diabetes 1
Penggunaan NSAID harus dibatasi pada pasien dengan dermatitis eksfoliatif karena dapat memperburuk fungsi ginjal 1
Pemeriksaan urin rutin mungkin tidak mendeteksi penyakit ginjal dini, sehingga pemeriksaan kadar albumin urin direkomendasikan untuk mendeteksi disfungsi glomerular subklinis 1
Optimalisasi pengobatan penyakit kulit, parameter dialisis (jika diperlukan), dan perawatan kulit umum harus selalu dilakukan sebelum memulai terapi sistemik untuk gejala seperti pruritus pada pasien dengan CKD 3
Kesimpulan
Dermatitis eksfoliatif berat dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik melalui inflamasi sistemik dan penggunaan obat-obatan tertentu. Pemantauan fungsi ginjal dan pendekatan pengobatan yang hati-hati sangat penting untuk pasien dengan dermatitis eksfoliatif berat untuk mencegah atau mengelola komplikasi ginjal.