What opioids can be given to post-Coronary Artery Bypass Graft (CABG) patients, and what are the dosages for morphine, fentanyl, tramadol, and paracetamol (acetaminophen)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Analgetik Opioid untuk Pasien Pasca-CABG

Pada pasien pasca-CABG, morfin, fentanyl, dan tramadol dapat digunakan sebagai analgetik opioid dengan dosis yang tepat, sedangkan paracetamol dapat digunakan sebagai analgetik non-opioid pendamping untuk mengurangi kebutuhan opioid. 1

Pilihan Analgetik Opioid dan Dosisnya

Morfin

  • Dosis: 1 mg/mL dengan laju infus 0,3 mg/jam dan bolus 1 mg dengan waktu lockout 15 menit untuk PCA (patient-controlled analgesia) 2
  • Morfin merupakan opioid yang paling umum digunakan untuk nyeri pasca-CABG, namun memiliki clearance renal yang tinggi dengan potensi akumulasi dan efek samping 1
  • Penggunaan morfin dosis tinggi (40 mg) intraoperatif dapat memberikan efek analgesia pasca operasi yang lebih baik dibandingkan dengan fentanyl 1

Fentanyl

  • Dosis: 50 μg/mL dengan laju infus 1 μg/kg/jam dan bolus 10 μg dengan waktu lockout 15 menit untuk PCA 2
  • Alternatif yang baik untuk morfin dengan onset cepat dan durasi lebih pendek 1, 2
  • Dapat juga diberikan dalam bentuk patch transdermal (25 μg/jam) yang dipasang 12-14 jam sebelum operasi untuk mencapai konsentrasi yang konstan tanpa bukti depresi pernapasan 1

Tramadol

  • Dosis: 37,5 mg (dikombinasikan dengan paracetamol 325 mg) setiap 6 jam 3, 4
  • Memiliki efek ganda (opioid dan non-opioid) yang dapat mengurangi konsumsi morfin hingga 50% pasca-CABG 3
  • Perlu diperhatikan risiko delirium yang lebih tinggi pada penggunaan tramadol 1

Paracetamol (Acetaminophen)

  • Dosis: 1 gram setiap 8 jam, sebaiknya intravena pada fase awal pasca operasi 1
  • Merupakan analgetik non-opioid yang paling aman untuk digunakan pasca-CABG 1
  • Dapat mengurangi kebutuhan opioid dan memiliki efek antiemetik independen 1

Strategi Pemberian Analgetik

Pendekatan Multimodal

  • Kombinasi paracetamol dengan opioid menghasilkan analgesia yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan opioid 1, 3
  • Kombinasi tramadol-paracetamol dengan PCA morfin meningkatkan analgesia dan mengurangi kebutuhan morfin hingga 50% pasca-CABG dibandingkan dengan PCA morfin saja 3
  • Penggunaan dexmedetomidine (0,07 μg/kg/jam dengan bolus 0,007 μg/kg) dapat dikombinasikan dengan fentanyl untuk mengurangi kebutuhan opioid 1

Metode Pemberian

  • Patient-Controlled Analgesia (PCA) lebih disukai untuk pemberian opioid secara intravena dibandingkan dengan analgesia spinal ketika jalur intravena memungkinkan 1
  • Infus awal opioid menggunakan PCA intravena harus dihindari pada pasien yang belum pernah menggunakan opioid sebelumnya 1
  • Untuk pasien yang tidak dapat menggunakan PCA, patch fentanyl transdermal dapat menjadi alternatif 1

Pemantauan dan Pencegahan Efek Samping

Pemantauan

  • Tingkat sedasi, status pernapasan, dan kemungkinan terjadinya efek samping pada pasien yang mendapat terapi opioid sistemik harus dinilai secara teratur 1
  • Gunakan alat penilaian nyeri yang sesuai seperti Critical Care Pain Observation Tool atau Behavioral Pain Scale untuk pasien yang terintubasi 1

Efek Samping dan Pencegahannya

  • Mual dan muntah lebih sering terjadi pada penggunaan morfin 2
  • Gatal lebih menonjol pada penggunaan fentanyl 2
  • Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 1
  • Perhatikan risiko delirium pada penggunaan opioid, terutama tramadol 1

Pertimbangan Khusus

Waktu Ekstubasi

  • Manajemen anestesi yang diarahkan untuk ekstubasi pasca operasi dini dan pemulihan yang dipercepat direkomendasikan untuk pasien risiko rendah hingga menengah yang menjalani CABG tanpa komplikasi 1
  • Penggunaan anestesi berbasis volatil dapat memfasilitasi ekstubasi dini dan mengurangi ingatan pasien 1, 5

Pasien Risiko Tinggi

  • Pada pasien dengan disfungsi paru berat atau sindrom nyeri kronis, teknik anestesi neuraksial (epidural torakal tinggi) dapat dipertimbangkan meskipun ada kekhawatiran tentang potensi perdarahan neuraksial 1

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

  • Hindari penggunaan dosis opioid yang berlebihan karena dapat menyebabkan hiperalgesia 1
  • Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 1
  • Hindari ekstubasi dini rutin di fasilitas dengan dukungan pernapasan lanjutan yang terbatas 1
  • Hindari kombinasi ibuprofen dengan aspirin karena dapat mengurangi efek antiplatelet aspirin 1

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.