Analgetik Opioid untuk Pasien Pasca-CABG
Pada pasien pasca-CABG, morfin, fentanyl, dan tramadol dapat digunakan sebagai analgetik opioid dengan dosis yang tepat, sedangkan paracetamol dapat digunakan sebagai analgetik non-opioid pendamping untuk mengurangi kebutuhan opioid. 1
Pilihan Analgetik Opioid dan Dosisnya
Morfin
- Dosis: 1 mg/mL dengan laju infus 0,3 mg/jam dan bolus 1 mg dengan waktu lockout 15 menit untuk PCA (patient-controlled analgesia) 2
- Morfin merupakan opioid yang paling umum digunakan untuk nyeri pasca-CABG, namun memiliki clearance renal yang tinggi dengan potensi akumulasi dan efek samping 1
- Penggunaan morfin dosis tinggi (40 mg) intraoperatif dapat memberikan efek analgesia pasca operasi yang lebih baik dibandingkan dengan fentanyl 1
Fentanyl
- Dosis: 50 μg/mL dengan laju infus 1 μg/kg/jam dan bolus 10 μg dengan waktu lockout 15 menit untuk PCA 2
- Alternatif yang baik untuk morfin dengan onset cepat dan durasi lebih pendek 1, 2
- Dapat juga diberikan dalam bentuk patch transdermal (25 μg/jam) yang dipasang 12-14 jam sebelum operasi untuk mencapai konsentrasi yang konstan tanpa bukti depresi pernapasan 1
Tramadol
- Dosis: 37,5 mg (dikombinasikan dengan paracetamol 325 mg) setiap 6 jam 3, 4
- Memiliki efek ganda (opioid dan non-opioid) yang dapat mengurangi konsumsi morfin hingga 50% pasca-CABG 3
- Perlu diperhatikan risiko delirium yang lebih tinggi pada penggunaan tramadol 1
Paracetamol (Acetaminophen)
- Dosis: 1 gram setiap 8 jam, sebaiknya intravena pada fase awal pasca operasi 1
- Merupakan analgetik non-opioid yang paling aman untuk digunakan pasca-CABG 1
- Dapat mengurangi kebutuhan opioid dan memiliki efek antiemetik independen 1
Strategi Pemberian Analgetik
Pendekatan Multimodal
- Kombinasi paracetamol dengan opioid menghasilkan analgesia yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan opioid 1, 3
- Kombinasi tramadol-paracetamol dengan PCA morfin meningkatkan analgesia dan mengurangi kebutuhan morfin hingga 50% pasca-CABG dibandingkan dengan PCA morfin saja 3
- Penggunaan dexmedetomidine (0,07 μg/kg/jam dengan bolus 0,007 μg/kg) dapat dikombinasikan dengan fentanyl untuk mengurangi kebutuhan opioid 1
Metode Pemberian
- Patient-Controlled Analgesia (PCA) lebih disukai untuk pemberian opioid secara intravena dibandingkan dengan analgesia spinal ketika jalur intravena memungkinkan 1
- Infus awal opioid menggunakan PCA intravena harus dihindari pada pasien yang belum pernah menggunakan opioid sebelumnya 1
- Untuk pasien yang tidak dapat menggunakan PCA, patch fentanyl transdermal dapat menjadi alternatif 1
Pemantauan dan Pencegahan Efek Samping
Pemantauan
- Tingkat sedasi, status pernapasan, dan kemungkinan terjadinya efek samping pada pasien yang mendapat terapi opioid sistemik harus dinilai secara teratur 1
- Gunakan alat penilaian nyeri yang sesuai seperti Critical Care Pain Observation Tool atau Behavioral Pain Scale untuk pasien yang terintubasi 1
Efek Samping dan Pencegahannya
- Mual dan muntah lebih sering terjadi pada penggunaan morfin 2
- Gatal lebih menonjol pada penggunaan fentanyl 2
- Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 1
- Perhatikan risiko delirium pada penggunaan opioid, terutama tramadol 1
Pertimbangan Khusus
Waktu Ekstubasi
- Manajemen anestesi yang diarahkan untuk ekstubasi pasca operasi dini dan pemulihan yang dipercepat direkomendasikan untuk pasien risiko rendah hingga menengah yang menjalani CABG tanpa komplikasi 1
- Penggunaan anestesi berbasis volatil dapat memfasilitasi ekstubasi dini dan mengurangi ingatan pasien 1, 5
Pasien Risiko Tinggi
- Pada pasien dengan disfungsi paru berat atau sindrom nyeri kronis, teknik anestesi neuraksial (epidural torakal tinggi) dapat dipertimbangkan meskipun ada kekhawatiran tentang potensi perdarahan neuraksial 1
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
- Hindari penggunaan dosis opioid yang berlebihan karena dapat menyebabkan hiperalgesia 1
- Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 1
- Hindari ekstubasi dini rutin di fasilitas dengan dukungan pernapasan lanjutan yang terbatas 1
- Hindari kombinasi ibuprofen dengan aspirin karena dapat mengurangi efek antiplatelet aspirin 1