What are the key diagnostic points for the Glenohumeral (GH) joint and the subacromion?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Poin-Poin Penting Diagnostik Sendi Glenohumeral (GH) dan Subakromion

Pemeriksaan radiologi yang tepat dan komprehensif sangat penting untuk mendiagnosis kelainan pada sendi glenohumeral dan ruang subakromion, dengan MR artrografi menjadi modalitas pilihan untuk evaluasi cedera labroligamentosa.

Diagnostik Sendi Glenohumeral (GH)

Pemeriksaan Radiologi

  • Radiografi adalah modalitas pencitraan awal yang aman, cepat, dan berbiaya rendah untuk nyeri bahu akut dari semua penyebab 1
  • Semua pemeriksaan radiografi bahu harus mencakup pemeriksaan frontal, yang dapat berupa proyeksi anteroposterior (AP) dengan humerus dalam posisi netral atau dengan humerus dalam rotasi internal atau eksternal 1
  • Protokol radiografi bahu untuk trauma harus memiliki minimal 3 tampilan, dengan 2 di antaranya ortogonal 1
  • Proyeksi Grashey direkomendasikan untuk menampilkan sendi glenohumeral, yaitu AP ke skapula, dengan memutar pasien ke profil posterior oblik 30° 1

Pemeriksaan Khusus untuk Instabilitas

  • Tampilan lateral aksilari atau tampilan Y skapular sangat disarankan jika ada pertanyaan tentang instabilitas atau dislokasi 1, 2
  • Tampilan aksilari atau skapula-Y sangat penting karena dislokasi akromioklavikular dan glenohumeral dapat salah diklasifikasikan pada tampilan AP saja 2
  • Radiografi sebaiknya dilakukan dalam posisi berdiri karena malalignment bahu dapat kurang terlihat pada radiografi posisi terlentang 2

Modalitas Lanjutan untuk Sendi GH

  • MR artrografi adalah pemeriksaan pilihan untuk evaluasi dislokasi bahu subakut atau instabilitas bahu berulang 1
  • MR artrografi lebih unggul dibandingkan MRI tanpa kontras dalam menilai ligamen glenohumeral dan cedera labrum anterior 1
  • MRI tanpa kontras mungkin lebih disukai daripada MR artrografi pada kasus dislokasi bahu akut ketika efusi sendi pasca trauma hadir 1
  • CT tanpa kontras secara historis digunakan untuk menilai lesi Hill-Sachs dan Bankart tulang, namun MRI telah terbukti setara dengan CT untuk menilai kehilangan tulang glenoid dan kepala humerus 1

Diagnostik Subakromion

Pemeriksaan Radiologi untuk Subakromion

  • Beberapa laporan menilai tampilan khusus untuk evaluasi impingement bahu dan akromion anterior 1
  • Radiografi 30° miring kaudal (tampilan Rockwood) atau tampilan outlet suprascapular akan mencukupi dalam kebanyakan kasus 1
  • Untuk mendeteksi lesi Bankart tulang, radiografi dengan pasien tengkurap dengan bahu bersandar pada bantal dan lengan diabduksi 90°, dengan lengan bawah dan tangan dalam pronasi (tampilan Westpoint) dapat meningkatkan deteksi 1

Modalitas Lanjutan untuk Subakromion

  • MRI dapat membantu mendeteksi kelainan tulang dan jaringan lunak yang mungkin menjadi predisposisi atau akibat dari impingement bahu 1
  • MRI dan ultrasonografi setara dalam evaluasi bursitis atau tenosinovitis tendon kepala panjang biseps 1
  • Ultrasonografi dapat menjadi alternatif yang baik jika keahlian lokal tersedia dan dapat mencakup injeksi anestesi dan/atau kortikosteroid jika diindikasikan secara klinis 1

Pertimbangan Penting dalam Diagnosis

  • Pasien yang lebih muda lebih cenderung mengalami cedera labroligamentosa dan instabilitas persisten setelah dislokasi dibandingkan dengan pasien yang lebih tua 1
  • Pasien yang lebih tua lebih cenderung mengalami robekan rotator cuff berkaitan dengan dislokasi bahu 1
  • Morfologi glenoid dan kehilangan tulang dapat menjadi faktor signifikan dalam dislokasi bahu berulang 1
  • Untuk diagnosis instabilitas anterior bahu, tes anterior release atau surprise menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas terbaik 3
  • Kombinasi riwayat dan melakukan manuver pemeriksaan apprehension, relocation, release atau surprise, anterior load, dan anterior drawer akan mengoptimalkan sensitivitas dan spesifisitas untuk diagnosis akurat 3, 4

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

  • Posisi yang diperlukan untuk tampilan lateral aksilari mungkin menyakitkan bagi pasien yang baru saja mengalami dislokasi bahu 1
  • Hati-hati jika bahu baru saja direduksi karena posisi ini dapat menyebabkan dislokasi ulang 1
  • Sensitivitas tinggi yang dilaporkan untuk MR artrografi dalam deteksi patologi labrum mungkin tidak berlaku untuk pasien dengan bahu yang secara klinis tidak stabil 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Initial Approach for Shoulder Relocation Maneuvers

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The physical examination of the glenohumeral joint: emphasis on the stabilizing structures.

The Journal of orthopaedic and sports physical therapy, 1997

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.