Pengobatan Fraktur Humerus
Pengobatan fraktur humerus harus disesuaikan dengan lokasi fraktur, usia pasien, dan tingkat keparahan, dengan prioritas utama adalah imobilisasi yang tepat untuk memastikan penyembuhan tulang yang optimal.
Fraktur Suprakondiler Humerus pada Anak-Anak
- Untuk fraktur suprakondiler humerus yang tidak bergeser (nondisplaced), American Academy of Orthopaedic Surgeons merekomendasikan imobilisasi dengan splint posterior, karena memberikan kontrol nyeri yang lebih baik selama dua minggu pertama setelah cedera 1
- Splint posterior lebih disukai daripada imobilisasi collar and cuff, karena studi menunjukkan kontrol nyeri yang lebih buruk dengan metode yang terakhir 1
- Untuk fraktur yang bergeser (displaced), reduksi tertutup dan fiksasi dengan pin adalah pilihan utama 2
- Jika reduksi tertutup gagal, reduksi terbuka mungkin diperlukan, meskipun dapat menyebabkan kekakuan sendi yang lebih besar dibandingkan dengan reduksi tertutup 2
Komplikasi Vaskular pada Fraktur Suprakondiler
- Pada kasus dengan gangguan vaskular (tidak ada denyut nadi pergelangan tangan dan perfusi buruk) setelah reduksi dan fiksasi pin, eksplorasi terbuka pada fossa antekubital direkomendasikan 2
- Risiko tidak melakukan eksplorasi pada kasus dengan perfusi buruk termasuk kehilangan anggota tubuh, kontraktur otot iskemik, cedera saraf, dan defisit fungsional 2
- Untuk pasien dengan tidak ada denyut nadi tetapi tangan terperfusi dengan baik setelah reduksi, tidak ada rekomendasi yang jelas untuk atau melawan eksplorasi fossa antekubital 2
Fraktur Batang Humerus
- Fraktur batang humerus dapat diobati secara konservatif dengan functional bracing atau dengan fiksasi bedah 3
- Bukti terbaru menunjukkan peningkatan tingkat non-union setelah perawatan konservatif, yang menunjukkan bahwa indikasi untuk perawatan konservatif mungkin perlu dievaluasi kembali 3
- Teknik bedah meliputi:
- Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) dengan plat kompresi - cocok untuk fraktur sederhana atau tipe A menurut klasifikasi AO/OTA 3
- Minimally Invasive Plate Osteosynthesis (MIPO) - kurang invasif dan memberikan stabilitas relatif untuk penyembuhan tulang tidak langsung dengan pembentukan kalus 3
- Intramedullary Nailing (IMN) - menjadi pilihan yang lebih populer dengan desain implan baru 3
Fraktur Proksimal Humerus
- Rehabilitasi harus dimulai segera untuk menghindari efek berbahaya dari imobilisasi yang berkepanjangan 4
- Pendekatan terbaik untuk rehabilitasi bahu menekankan penggunaan saran, latihan, dan mobilisasi sendi yang terbatas untuk mengembalikan fungsi lengan atas 4
- Memberikan tekanan terkontrol pada lokasi fraktur pada tahap awal akan mengoptimalkan perbaikan tulang tanpa meningkatkan tingkat komplikasi 4
- Studi menunjukkan bahwa 81% pasien dengan fraktur proksimal humerus memiliki hasil yang memuaskan, dengan hasil yang lebih baik (94% memuaskan) pada fraktur yang tidak bergeser 5
- Gerakan aktif dini dalam batas nyeri dan ketidaknyamanan disarankan untuk meningkatkan hasil akhir 5
Fraktur Distal Humerus
- Pembedahan adalah perawatan optimal untuk fraktur distal humerus, dengan perencanaan preoperatif berdasarkan tipe fraktur dan tingkat komminusi 6
- Fiksasi dengan dua plat anatomis precontoured locking pada 90°:90° orthogonal atau 180° paralel adalah perawatan optimal 6
- Tujuan utama perawatan bedah adalah untuk mendapatkan fiksasi yang stabil untuk memungkinkan mobilisasi siku segera pasca operasi dan mencegah kekakuan sendi 6
- Pada pasien lanjut usia, pilihan antara artroplasti dan fiksasi plat harus dipertimbangkan dengan hati-hati, dengan implan artroplasti tersedia jika fraktur troklear tidak dapat diplating 7
- Perawatan yang dipilih harus memungkinkan setidaknya 100° dan sebaiknya 120° fleksi-ekstensi pada siku 7
Waktu Pemulihan dan Rehabilitasi
- Tidak ada konsensus tentang waktu optimal untuk pengangkatan pin dan mobilisasi pada pasien dengan fraktur suprakondiler humerus yang bergeser 2
- Pinning dan imobilisasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan infeksi jalur pin atau kekakuan siku, sementara pengangkatan pin terlalu dini dapat meningkatkan risiko pergeseran ulang atau fraktur ulang 2
- American Academy of Orthopaedic Surgeons tidak memberikan rekomendasi spesifik tentang waktu optimal untuk pengangkatan imobilisasi, kebutuhan untuk terapi fisik atau okupasi yang diawasi, atau waktu optimal untuk mengizinkan aktivitas tanpa batasan 1
Pertimbangan Khusus
- Cedera saraf dapat terjadi dengan fraktur suprakondiler pediatrik, tetapi tidak ada data yang cukup untuk menentukan apakah atau kapan studi elektrodiagnostik dan/atau eksplorasi saraf berguna 2
- CT adalah modalitas pencitraan terbaik untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi pola fraktur skapula yang kompleks 2
- MRI tanpa kontras lebih rendah daripada CT dalam mengevaluasi bidang fraktur dalam pola fraktur humerus yang kompleks 2