Regimen Kombinasi Pencegahan Tuberkulosis di Indonesia
Regimen rifampisin selama 4 bulan (4R) adalah pilihan terbaik untuk pengobatan infeksi tuberkulosis laten di Indonesia karena memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi, efek samping yang lebih sedikit, dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan regimen isoniazid 9 bulan (9H). 1
Regimen Pencegahan Tuberkulosis yang Direkomendasikan
Berdasarkan bukti terkini, berikut adalah regimen pencegahan tuberkulosis yang tersedia di Indonesia:
Regimen Utama
Rifampisin selama 4 bulan (4R): 10 mg/kg (maksimum 600 mg) sekali sehari selama 4 bulan 2, 1
Isoniazid selama 9 bulan (9H): 5 mg/kg (maksimum 300 mg) sekali sehari selama 9 bulan 3, 1
Regimen Alternatif
Isoniazid plus rifampisin selama 3-4 bulan (3-4HR): Kombinasi harian kedua obat 5
- Efektivitas setara dengan isoniazid 6 bulan dalam beberapa uji klinis 4
- Dosis: sama dengan dosis individual masing-masing obat
Rifapentin plus isoniazid selama 3 bulan (3HP): Diberikan seminggu sekali selama 3 bulan 5
- Efektivitas setara dengan 9H dengan hepatotoksisitas yang lebih rendah 5
- Catatan: Ketersediaan rifapentin di Indonesia mungkin terbatas
Pertimbangan Khusus
Untuk Pasien HIV-Positif
- Isoniazid selama 9 bulan: Dosis harian atau dua kali seminggu (dengan pengawasan langsung) 5
- Rifabutin plus pirazinamid selama 2 bulan: Untuk pasien yang tidak menerima inhibitor protease atau NNRTI 5
- Rifampisin plus pirazinamid selama 2 bulan: Untuk pasien yang tidak menerima inhibitor protease atau NNRTI 5, 6
Untuk Kontak Pasien TB Resisten Isoniazid
- Rifampisin selama 4 bulan: Direkomendasikan untuk kontak pasien dengan TB resisten isoniazid namun sensitif rifampisin 5
- Rifampisin plus pirazinamid selama 2 bulan: Alternatif untuk kontak pasien TB resisten isoniazid 5
Untuk Kontak Pasien MDR-TB
- Pengobatan harus disesuaikan dengan pola resistensi kasus indeks 5
- Bukti untuk pengobatan pencegahan MDR-TB masih terbatas dan memerlukan penilaian risiko klinis yang komprehensif 5
Pemantauan dan Pengelolaan
- Semua pasien harus menjalani evaluasi klinis bulanan untuk memantau kepatuhan dan efek samping 5
- Pemeriksaan laboratorium awal tidak rutin diindikasikan untuk semua pasien, tetapi direkomendasikan untuk pasien dengan HIV, wanita hamil, pasien dengan riwayat penyakit hati kronis, dan pengguna alkohol 5
- Pengobatan harus dihentikan dan evaluasi medis segera dilakukan jika terjadi efek samping 5
Keunggulan Regimen 4R di Indonesia
Studi yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa regimen 4R memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan 9H:
- Tingkat penyelesaian pengobatan yang lebih tinggi (78,7% vs 65,5%) 1
- Tidak ada efek samping serius pada anak-anak dan lebih sedikit pada orang dewasa (0,4% vs 2,8%) 1
- Insiden TB aktif yang lebih rendah (0,09/100 orang-tahun vs 0,36/100 orang-tahun) 1
- Biaya total per pasien yang lebih rendah (USD151,9 vs USD179,4 untuk dewasa dan USD152,9 vs USD206,5 untuk anak-anak) 1
Kesimpulan
Berdasarkan bukti terkini, regimen rifampisin selama 4 bulan (4R) menawarkan keseimbangan terbaik antara efektivitas, keamanan, biaya, dan kepatuhan untuk pengobatan infeksi tuberkulosis laten di Indonesia. Namun, pemilihan regimen harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti status HIV, riwayat kontak dengan pasien TB resisten obat, dan kondisi medis yang mendasarinya.