Can Furosemide be given to an anuric patient with End-Stage Renal Disease (ESRD) experiencing dyspnea?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 3, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Furosemid Tidak Boleh Diberikan pada Pasien ESRD Anurik dengan Sesak

Furosemid dikontraindikasikan secara absolut pada pasien dengan anuria menurut FDA, dan pada pasien ESRD yang sudah tidak ada urin sama sekali, obat ini tidak akan memberikan manfaat klinis karena memerlukan sekresi aktif ke dalam urin untuk bekerja. 1, 2

Mengapa Furosemid Tidak Efektif pada Anuria

  • Furosemid harus disekresi secara aktif oleh tubulus proksimal ke dalam urin sebelum mencapai tempat kerjanya di ansa Henle, dan konsentrasi furosemid dalam urin yang menentukan efek diuretiknya—bukan konsentrasi plasma 3
  • Pada pasien ESRD dengan anuria total, clearance total plasma furosemid hanya 54 ± 18 ml/menit (sama dengan clearance non-renal), dan waktu paruh eliminasi meningkat drastis menjadi 200 ± 57 menit dibandingkan 51 menit pada orang sehat 2
  • Tanpa produksi urin, furosemid tidak dapat mencapai situs aksinya dan tidak akan menghasilkan efek diuretik apapun 3

Kontraindikasi Absolut

  • FDA menyatakan dengan jelas bahwa furosemid dikontraindikasikan pada pasien dengan anuria 1
  • Pedoman sepsis dari Intensive Care Medicine menegaskan: "DO NOT use furosemide unless hypervolemia, hyperkalemia and/or renal acidosis are/is present" dan menekankan "Treat the patient and not the urine output!" 4

Penatalaksanaan Sesak pada Pasien ESRD Anurik

Pasien ini memerlukan dialisis emergensi, bukan furosemid, untuk mengatasi overload cairan yang menyebabkan sesak:

  • Hemodialisis atau ultrafiltrasi adalah satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan kelebihan cairan pada pasien ESRD anurik 5, 6
  • Jika pasien mengalami hiperkalemia atau asidosis metabolik berat yang mengancam jiwa, dialisis emergensi menjadi lebih mendesak 4
  • Sambil menunggu dialisis, pertimbangkan terapi suportif seperti oksigen, posisi duduk, dan jika tekanan darah memungkinkan, vasodilator intravena (seperti nitrogliserin) dapat membantu mengurangi preload dan afterload 5

Pengecualian yang Sangat Terbatas

  • Studi lama menunjukkan bahwa dosis sangat tinggi furosemid (1000 mg/hari oral) pada 8 pasien hemodialisis kronis menghasilkan respons diuretik moderat, tetapi ini hanya berlaku pada pasien dengan fungsi ginjal residual yang masih ada 7
  • Pada pasien ESRD yang masih memiliki sedikit produksi urin (bukan anurik total), furosemid dosis tinggi mungkin masih memberikan manfaat minimal, tetapi ini bukan indikasi untuk pasien yang benar-benar anurik 7, 8

Peringatan Penting

  • Memberikan furosemid pada pasien anurik tidak hanya tidak efektif tetapi juga berpotensi berbahaya karena dapat menyebabkan akumulasi obat dengan waktu paruh yang sangat panjang 2
  • Jangan terjebak dalam pola pikir "mencoba furosemid dulu"—ini hanya menunda terapi definitif (dialisis) yang benar-benar dibutuhkan pasien 4, 3
  • Pada pasien dengan acute lung injury tanpa instabilitas hemodinamik, furosemid mungkin berguna untuk mencapai keseimbangan cairan, tetapi ini hanya berlaku pada pasien dengan fungsi ginjal yang masih responsif 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.