Perbedaan Famotidine dan Ranitidine
Famotidine adalah antagonis reseptor H2 yang lebih poten dibandingkan ranitidine, dengan potensi 8-9 kali lebih kuat dan durasi kerja yang lebih panjang, serta tidak berinteraksi dengan sistem sitokrom P-450 sehingga lebih aman untuk pasien yang menggunakan clopidogrel atau obat-obatan lain yang dimetabolisme melalui jalur tersebut. 1, 2, 3
Perbedaan Potensi dan Efikasi
- Famotidine memiliki potensi 20-50 kali lebih kuat dibandingkan cimetidine, sedangkan ranitidine hanya 7 kali lebih kuat dari cimetidine 2, 4
- Secara langsung, famotidine sekitar 8-9 kali lebih poten dibandingkan ranitidine dalam menghambat sekresi asam lambung 3, 5, 6
- Famotidine memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibandingkan ranitidine, dengan efek antisekretori berlangsung 10-12 jam setelah dosis tunggal 7, 3
- Kedua obat sama-sama efektif untuk dosis standar dalam mencegah ulkus duodenum terkait NSAID, namun tidak efektif untuk ulkus gaster pada dosis standar 1
Perbedaan Metabolisme dan Interaksi Obat
- Famotidine tidak berinteraksi dengan sistem sitokrom P-450, sehingga tidak mempengaruhi metabolisme obat lain 1, 3, 5
- Ranitidine berinteraksi lemah dengan sitokrom P-450, sementara famotidine sama sekali tidak mengikat sistem ini 1
- Untuk pasien yang menggunakan terapi antiplatelet ganda (clopidogrel dan aspirin), famotidine lebih direkomendasikan karena tidak mengganggu aktivitas antiplatelet clopidogrel 2
- American College of Cardiology merekomendasikan famotidine dibandingkan PPI untuk pasien dengan terapi antiplatelet ganda 2
Profil Keamanan dan Tolerabilitas
- Kedua obat sangat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping yang sangat jarang (sekitar 2-3%) 3, 5
- Famotidine tidak menyebabkan efek antiandrogen yang kadang dilaporkan dengan cimetidine 4
- Dalam studi post-marketing, famotidine menunjukkan angka efek samping hanya 0.43-2%, dengan keluhan ringan seperti sakit kepala, pusing, konstipasi, atau diare 3, 5
- Kedua obat dapat mengalami takifilaksis (penurunan respons) dalam 6 minggu setelah inisiasi terapi, yang membatasi penggunaan jangka panjang 2, 8
Pertimbangan Klinis untuk Pemilihan
- Pilih famotidine untuk pasien yang menggunakan clopidogrel atau obat-obatan yang dimetabolisme melalui sitokrom P-450 1, 2
- Pilih famotidine untuk pasien yang memerlukan supresi asam yang lebih poten dan durasi kerja lebih panjang 3, 5, 4
- Pertimbangkan PPI sebagai pengganti antagonis H2 jika terapi jangka panjang diperlukan untuk menghindari takifilaksis 2
- Pertimbangkan PPI jika pasien H. pylori-positif dengan penggunaan NSAID, karena manfaat antagonis H2 terutama terbatas pada populasi ini 1
Dosis Pediatrik
- Ranitidine disetujui FDA untuk anak usia 1 bulan hingga 16 tahun dengan dosis 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis 2, 8
- Kedua obat sangat jarang menyebabkan efek samping pada anak-anak 2, 8
Peringatan Penting
- Meskipun famotidine lebih poten, efikasi klinis kedua obat pada dosis standar sebanding untuk indikasi yang sama 2
- Antagonis H2 dosis standar hanya efektif mencegah ulkus duodenum, bukan ulkus gaster terkait NSAID; diperlukan dosis ganda untuk proteksi ulkus gaster 1
- Untuk pasien dengan risiko perdarahan GI yang tinggi pada terapi antiplatelet, famotidine lebih disukai dibandingkan ranitidine karena profil interaksi obat yang lebih baik 1, 2