Protokol Pemakaian Antasida
Antasida sebaiknya digunakan sebagai terapi tambahan untuk gejala breakthrough atau sebagai terapi awal pada heartburn ringan yang jarang terjadi, bukan sebagai terapi utama untuk GERD yang sering atau persisten. 1
Peran Antasida dalam Manajemen Heartburn
Penggunaan Klinis yang Tepat
Antasida paling efektif untuk:
- Gejala breakthrough pada pasien yang sudah mendapat terapi PPI, terutama antasida alginate untuk gejala post-prandial dan nokturnal 1
- Relief cepat untuk episode heartburn sporadik yang jarang terjadi 1
- Terapi kombinasi dengan H2-receptor antagonist dosis rendah untuk onset kerja yang lebih cepat 1
Keterbatasan Penting Antasida
Antasida memiliki beberapa keterbatasan signifikan yang harus dipahami:
- Hanya menetralkan asam secara transien di esofagus tanpa mempengaruhi pH lambung secara bermakna 2
- Tidak mencegah episode heartburn berikutnya karena tidak mengurangi produksi asam 2
- Efek sangat singkat dibandingkan dengan supresan asam lainnya 1
- Pasien dengan gejala refluks biasanya sudah menggunakan antasida dengan relief terbatas sebelum mencari perawatan medis 1
Algoritma Penggunaan Berdasarkan Severitas Gejala
Heartburn Jarang (< 2 kali per minggu)
- Antasida on-demand dapat digunakan untuk relief cepat 3
- Kalsium karbonat 750 mg sesuai kebutuhan 4
- Dapat dikombinasi dengan H2RA dosis rendah (ranitidine 75 mg atau famotidine 5-10 mg) untuk efek yang lebih baik 3, 5, 6
Heartburn Sering (≥ 2 kali per minggu)
Pendekatan step-up yang direkomendasikan: 1
- Modifikasi gaya hidup + antasida sebagai langkah awal 1
- Jika gejala tidak terkontrol: Eskalasi ke H2-receptor antagonist 1
- Jika masih tidak adekuat: PPI dosis tunggal untuk 4-8 minggu 1
- Respon tidak adekuat: Tingkatkan ke PPI dua kali sehari atau ganti ke PPI yang lebih efektif 1
GERD Terbukti dengan Esofagitis Erosif
- PPI adalah terapi utama, bukan antasida 1
- Antasida alginate dapat ditambahkan untuk gejala breakthrough, terutama pada pasien dengan hiatal hernia 1
- Pasien dengan esofagitis Los Angeles B atau lebih berat memerlukan terapi PPI jangka panjang minimal dosis tunggal 1
Cara Pemberian Antasida
Timing Optimal
- Untuk gejala meal-induced: Antasida paling efektif diberikan saat gejala muncul, biasanya 45-90 menit setelah makan 6
- Dapat digunakan bersamaan dengan PPI tanpa interaksi bermakna 7
Kombinasi Sinergis
Ranitidine dosis rendah + antasida menunjukkan efek sinergis: 6
- Ranitidine menurunkan asiditas lambung tetapi tidak esofagus
- Antasida menurunkan asiditas esofagus tetapi tidak lambung
- Kombinasi keduanya menurunkan asiditas lambung DAN esofagus secara signifikan serta mengurangi severitas heartburn
Peringatan Penting
Jangan Mengandalkan Antasida Saja Jika:
- Gejala terjadi ≥ 2 kali per minggu - ini memerlukan terapi supresan asam yang lebih kuat 1
- Ada alarm symptoms (disfagia, penurunan berat badan, perdarahan) - memerlukan endoskopi 1
- Gejala sudah berlangsung > 3 bulan - pasien kemungkinan sudah undertreated 1
- Konsumsi antasida meningkat - indikasi bahwa terapi tidak adekuat dan perlu eskalasi 4
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari:
- Menggunakan antasida sebagai monoterapi jangka panjang untuk GERD simptomatik - ini menyebabkan undertreatment 1
- Tidak mengevaluasi respons terapi - pasien yang tidak respons dengan antasida dalam beberapa hari harus dieskalasi 1
- Mengabaikan kebutuhan untuk investigasi lebih lanjut pada pasien dengan gejala persisten meskipun sudah menggunakan antasida 1
Rekomendasi Praktis
Untuk praktik sehari-hari:
- Antasida dapat digunakan hingga 4 kali sehari sesuai kebutuhan 5
- Jika pasien memerlukan antasida > 2 minggu secara teratur, pertimbangkan eskalasi ke H2RA atau PPI 1
- Antasida alginate lebih disukai sebagai terapi adjuvan pada GERD terbukti karena dapat menetralkan acid pocket post-prandial 1
- Edukasi pasien bahwa antasida memberikan relief cepat tetapi tidak mengobati penyebab underlying 2