Efek Samping Tizanidine
Efek samping tizanidine yang paling umum adalah mulut kering (49%), mengantuk/sedasi (48%), kelemahan/kelelahan (41%), dan pusing (16%), dengan sebagian besar pasien menilai efek ini ringan hingga sedang, meskipun seperempat pasien melaporkan efek berat. 1
Efek Samping Umum (Terjadi pada >2% Pasien)
Berdasarkan data FDA dari studi terkontrol plasebo dengan 264 pasien, efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi: 1
- Mulut kering - terjadi pada 49% pasien (dibandingkan 10% pada plasebo) 1
- Mengantuk/sedasi - terjadi pada 48% pasien (dibandingkan 10% pada plasebo) 1
- Kelemahan, kelelahan, atau rasa lelah (asthenia) - terjadi pada 41% pasien (dibandingkan 16% pada plasebo) 1
- Pusing - terjadi pada 16% pasien (dibandingkan 4% pada plasebo) 1
Efek samping lain yang dilaporkan pada 3-10% pasien: 1
- Infeksi saluran kemih (10%)
- Infeksi umum (6%)
- Konstipasi (4%)
- Tes fungsi hati abnormal (3%)
- Muntah (3%)
- Gangguan bicara (3%)
- Penglihatan kabur/amblyopia (3%)
- Frekuensi berkemih meningkat (3%)
- Gejala flu (3%)
- Peningkatan SGPT/ALT (3%)
- Diskinesia (3%)
- Nervousness (3%)
- Faringitis (3%)
- Rhinitis (3%)
Efek Samping Kardiovaskular yang Serius
- Hipotensi - dapat terjadi secara signifikan, terutama saat penggunaan bersamaan dengan opioid seperti oxycodone karena efek aditif pada penurunan tekanan darah 2
- Bradikardia - dilaporkan dalam studi dosis tunggal 1
Efek Samping Hepatik
- Hepatitis - tercantum sebagai efek samping serius yang mungkin terjadi 3
- Peningkatan enzim hati - dilaporkan pada 3% pasien, dengan kasus langka cedera hati berat 1
- Dua pasien dalam satu studi mengalami peningkatan tes fungsi hati yang menurun setelah penghentian terapi 4
Efek Samping yang Menyebabkan Penghentian Pengobatan
Sebanyak 17% pasien (45 dari 264) menghentikan pengobatan karena efek samping, dibandingkan 5% pada kelompok plasebo: 1
- Kelemahan/kelelahan (3%)
- Mengantuk (3%)
- Mulut kering (3%)
- Peningkatan spasme atau tonus otot (2%)
- Pusing (2%)
Sindrom Putus Obat (Withdrawal Syndrome)
Penghentian tizanidine secara mendadak pada pengguna jangka panjang dapat menyebabkan sindrom putus obat yang serius, ditandai dengan: 2, 5
- Hipertensi rebound
- Takikardia refleks
- Hipertonisitas
- Kecemasan
- Mual dan muntah
- Tremor menyeluruh
- Disthermia
Peringatan penting: Dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) untuk mencegah gejala putus obat 2, 6, 5
Populasi Berisiko Tinggi
- Pasien dengan disfungsi hati atau ginjal - berisiko lebih tinggi karena penurunan klirens obat 2, 6
- Pasien lanjut usia - jarang mentoleransi dosis lebih dari 30-40 mg per hari karena efek sedatif dan hipotensi yang signifikan 2, 6
- Pasien yang menggunakan inhibitor CYP1A2 - klirens tizanidine berkurang secara signifikan, meningkatkan risiko efek samping 2
Interaksi Obat yang Meningkatkan Risiko Efek Samping
- Kombinasi dengan opioid (seperti oxycodone) - meningkatkan risiko hipotensi dan sedasi berlebihan secara signifikan 2
- Depresan SSP lainnya (pregabalin, quetiapine, duloxetine) - efek sedatif aditif 2
- Kontraindikasi dengan inhibitor monoamine oxidase 1
Perbandingan dengan Obat Antispastik Lain
Studi menunjukkan bahwa kelemahan otot subjektif dilaporkan lebih jarang pada penerima tizanidine dibandingkan dengan baclofen atau diazepam, meskipun mengantuk tetap menjadi efek samping yang sering dilaporkan 7. Tolerabilitas global dinilai baik hingga sangat baik pada 44-100% pasien yang menerima tizanidine, dibandingkan 38-90% untuk baclofen dan 20-54% untuk diazepam 7.
Catatan Penting untuk Pemantauan
- Pantau tekanan darah dan denyut jantung, terutama saat memulai terapi atau meningkatkan dosis 2
- Pantau gejala sedasi berlebihan yang dapat menyertai hipotensi 2
- Tinjau semua obat saat ini untuk interaksi potensial sebelum memulai terapi kombinasi 2
- Hindari penghentian mendadak pada pengguna jangka panjang 2, 6