Should I start with 6 mg of adenosine (adenosine) or 12 mg for supraventricular tachycardia (SVT) with limited adenosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 13, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Awal Adenosin untuk SVT: Mulai dengan 6 mg

Anda harus memulai dengan adenosin 6 mg sebagai dosis awal, bukan langsung 12 mg. Ini adalah rekomendasi standar dari American College of Cardiology/American Heart Association/Heart Rhythm Society dan FDA. 1, 2, 3

Protokol Pemberian yang Benar

Algoritma dosis bertahap:

  • Dosis pertama: 6 mg IV bolus cepat melalui vena proksimal (sedekat mungkin dengan jantung), diikuti segera dengan flush saline 20 ml 1, 2
  • Jika tidak ada konversi dalam 1-2 menit: berikan 12 mg IV bolus cepat dengan flush saline 1, 2
  • Jika masih belum berhasil: dapat mengulangi dosis 12 mg sekali lagi 1, 2
  • Dosis maksimal total yang aman dilaporkan hingga 24 mg 1

Mengapa Tidak Langsung 12 mg?

Meskipun studi terbaru tahun 2025 menunjukkan bahwa dosis awal 12 mg dikaitkan dengan peningkatan 65% kemungkinan perbaikan prehospital dan pengurangan 28% kemungkinan rawat inap dibandingkan 6 mg 4, pedoman resmi tetap merekomendasikan memulai dengan 6 mg karena beberapa alasan penting:

  • 70% pasien berhasil dikonversi dengan dosis 6 mg atau kurang dalam studi klinis 5
  • Waktu paruh adenosin sangat singkat (kurang dari 10 detik), sehingga titrasi dosis cepat aman dilakukan 6, 7
  • Efek samping bersifat dose-dependent, meskipun umumnya transien (kurang dari 60 detik) 1, 6
  • Pendekatan bertahap memungkinkan evaluasi respons individual pasien 1, 2

Pertimbangan Khusus untuk Dosis

Kurangi dosis awal menjadi 3 mg jika:

  • Pasien menggunakan dipyridamole atau carbamazepine 2
  • Pasien dengan jantung transplantasi 2
  • Pemberian melalui akses vena sentral (karena dosis efektif 77% lebih rendah pada pemberian sentral) 8

Tingkatkan dosis jika:

  • Pasien mengonsumsi teofilin, kafein, atau teobromin dalam jumlah signifikan 1, 2

Keamanan dan Monitoring

Persiapan wajib sebelum pemberian:

  • Defibrilator harus tersedia, terutama jika ada kemungkinan Wolff-Parkinson-White syndrome (risiko memicu atrial fibrilasi dengan respons ventrikel cepat) 2
  • Rekam EKG kontinyu selama pemberian untuk nilai diagnostik dan dokumentasi 2
  • Peralatan resusitasi harus siap 2

Kontraindikasi absolut:

  • AV blok derajat 2 atau 3 (kecuali ada pacu jantung) 3
  • Penyakit sinus node seperti sick sinus syndrome 3
  • Penyakit paru bronkokonstriksi atau bronkospastik (misalnya asma) 1, 2, 3
  • Hipersensitivitas terhadap adenosin 3

Efek Samping yang Perlu Diantisipasi

Efek samping paling umum (>10% pasien):

  • Flushing, nyeri dada, sesak napas, nyeri tenggorokan/leher/rahang, ketidaknyamanan gastrointestinal, pusing 3
  • Hampir semua efek samping berlangsung kurang dari 1 menit karena waktu paruh yang sangat singkat 1, 6

Komplikasi serius (jarang):

  • Cardiac arrest, aritmia ventrikel, infark miokard 3
  • Bronkospasme (terutama pada pasien asma) 1, 3
  • Hipotensi signifikan 3
  • Kejang (onset baru atau rekurensi) 3

Manajemen Pasca-Konversi

Setelah konversi berhasil:

  • Monitor pasien untuk rekurensi 2
  • Jika terjadi rekurensi, pertimbangkan agen penghambat nodus AV yang lebih lama seperti diltiazem atau beta-blocker 2
  • Jika adenosin mengungkap bentuk SVT lain (misalnya atrial flutter atau atrial takikardia), pertimbangkan agen penghambat nodus AV yang lebih lama 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.