Which procedure should be done first for a patient undergoing both hernioraphy and Transurethral Resection of the Prostate (TURP) under spinal anesthesia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 14, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Urutan Prosedur untuk Hernioraphy dan TURP dengan Anestesi Spinal

Lakukan hernioraphy terlebih dahulu, kemudian TURP dalam sesi yang sama di bawah anestesi spinal tunggal.

Rasional Klinis

Hernioraphy harus dilakukan pertama karena prosedur ini lebih singkat, tidak melibatkan risiko absorpsi cairan irigasi, dan memungkinkan deteksi dini komplikasi TURP yang memerlukan pasien sadar. 1

Keuntungan Urutan Hernioraphy → TURP

  • Prosedur kombinasi dalam satu sesi mengurangi jumlah anestesi, lama rawat inap, dan biaya kesehatan tanpa meningkatkan morbiditas operatif atau pascaoperasi 1

  • Hernioraphy sebagai prosedur pertama memastikan lapangan operasi bersih sebelum manipulasi urologi yang dapat menyebabkan bakteriuria atau kontaminasi 1

  • Anestesi spinal memberikan durasi yang cukup untuk kedua prosedur (hernioraphy rata-rata 30-45 menit, TURP rata-rata 55 menit) 2, 1

Pertimbangan Khusus untuk TURP

Keunggulan Anestesi Spinal untuk TURP

  • Anestesi spinal memfasilitasi deteksi dini TUR syndrome karena pasien tetap sadar dan dapat melaporkan gejala awal seperti mual (44/48 kasus), gangguan visual (29/48), dan kecemasan (37/48) 2

  • Gejala paling awal yang memerlukan kesadaran pasien adalah mual (21/48 kasus sebagai tanda pertama), bradikardia (11/48), dan kecemasan (11/48) 2

  • Saddle block (blok pelana) memberikan kondisi bedah yang adekuat dengan perubahan hemodinamik minimal dan kebutuhan vasopresor yang lebih rendah dibandingkan blok subarachnoid standar 3, 4

Risiko TUR Syndrome

  • TUR syndrome terjadi pada 3.2% kasus TURP dengan median waktu reseksi 55 menit, berat reseksi 44 gram, dan volume irigasi glisin 28 liter 2

  • Natrium serum dapat turun dari median 142 mmol/L menjadi 121 mmol/L, dengan hematokrit turun dari 0.42 menjadi 0.33 2

  • Di bawah anestesi umum, hiponatremia berat (hingga 90 mmol/L) dapat terjadi tanpa deteksi dini, meningkatkan risiko konvulsi, koma, dan kematian 5

Protokol Anestesi yang Direkomendasikan

Teknik Saddle Block

  • Gunakan 10 mg bupivacaine heavy + 50 mcg fentanyl di ruang intervertebral L3-L4 untuk mencapai anestesi bedah yang adekuat dengan blokade motorik minimal 4

  • Saddle block memberikan hemodinamik yang lebih stabil, waktu mencapai blok maksimum yang lebih cepat, dan tidak ada paralisis penuh meskipun anestesi bedah cukup 4

  • Preload dengan 500 ml NaCl 0.9% sebelum anestesi regional 4

Monitoring Intraoperatif

  • Monitor tanda vital, output urin, dan keseimbangan cairan secara teratur selama prosedur 6

  • Pertahankan pemberian kristaloid pada 1-4 ml/kg/jam sebagai cairan maintenance selama TURP untuk mencegah TUR syndrome 6, 7

  • Batasi waktu reseksi di bawah 90 menit untuk mengurangi risiko TUR syndrome 6

Peringatan Penting

  • Jangan gunakan anestesi umum untuk TURP karena menghilangkan kemampuan deteksi dini TUR syndrome melalui gejala subjektif pasien 2, 5

  • Perforasi kapsul prostat hanya tercatat pada 16/48 kasus TUR syndrome, menunjukkan absorpsi cairan dapat terjadi tanpa perforasi yang jelas 2

  • Semua kasus TUR syndrome dalam satu studi disebabkan oleh trainee dengan berbagai tingkat pengalaman, menekankan pentingnya supervisi 2

Outcome Pascaoperasi

  • Tingkat morbiditas kombinasi prosedur adalah 10.7% dengan rata-rata lama rawat 3.6 hari (2-6 hari) 1

  • Outcome baik dicapai pada 86% pasien tanpa rekurensi hernia inguinalis 1

  • Semua pasien dengan TUR syndrome pulih dalam 48 jam (rentang 18-48 jam) tanpa komplikasi jangka panjang 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.