Penilaian Risiko Perdarahan pada Pasien Tanpa Antiplatelet
Pada pasien tanpa terapi antiplatelet, penilaian risiko perdarahan tetap penting dan harus dilakukan menggunakan skor risiko perdarahan yang tervalidasi seperti HAS-BLED, dengan fokus pada identifikasi dan modifikasi faktor risiko perdarahan yang dapat diubah.
Penggunaan Skor Risiko Perdarahan
Skor HAS-BLED harus dipertimbangkan sebagai alat kalkulasi untuk menilai risiko perdarahan, di mana skor ≥3 menunjukkan 'risiko tinggi' dan memerlukan kehati-hatian serta peninjauan berkala. 1 Skor ini mencakup komponen-komponen berikut 1:
- Hipertensi (tekanan darah tidak terkontrol)
- Abnormal fungsi ginjal/hati (1 poin masing-masing)
- Stroke (riwayat stroke)
- Bleeding (riwayat atau kecenderungan perdarahan)
- Labile INR (jika menggunakan warfarin)
- Elderly (usia >65 tahun)
- Drugs/alcohol (penggunaan obat seperti aspirin, NSAID, atau alkohol berlebihan - 1 poin masing-masing)
Skor 0-1 menunjukkan risiko rendah (1,02-1,13% per tahun), skor 2 menunjukkan risiko sedang (1,88% per tahun), dan skor ≥3 menunjukkan risiko tinggi (≥3,74% per tahun). 1
Faktor Risiko Perdarahan yang Harus Dinilai
Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Faktor risiko perdarahan yang dapat dikoreksi harus diidentifikasi dan ditangani 1:
- Tekanan darah tidak terkontrol - kontrol tekanan darah yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko perdarahan 1
- Penggunaan obat-obatan bersamaan seperti aspirin, NSAID, atau obat antitrombotik lainnya 1
- Konsumsi alkohol berlebihan 1
- Fungsi ginjal yang terganggu - penilaian fungsi ginjal dengan kreatinin klirens harus dilakukan 1
- Penyakit hati 1
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi
Faktor-faktor berikut juga berkontribusi terhadap risiko perdarahan 1:
- Usia ≥65 tahun (terutama ≥75 tahun) 1
- Riwayat perdarahan sebelumnya 1
- Riwayat stroke 1
- Trombositopenia 1
- Anemia atau hemoglobin rendah 1
- Keganasan aktif 1
- Ulkus gastroduodenal aktif dalam 3 bulan terakhir 1
- Discrasia darah 1
Algoritma Penilaian Risiko Perdarahan
Langkah 1: Hitung Skor HAS-BLED
Evaluasi setiap komponen dan berikan poin sesuai kriteria 1:
- Total skor 0-9 poin
- Kategorikan sebagai risiko rendah (0-1), sedang (2), atau tinggi (≥3)
Langkah 2: Identifikasi Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Lakukan penilaian menyeluruh terhadap 1:
- Status tekanan darah dan kontrol hipertensi
- Fungsi ginjal (hitung kreatinin klirens)
- Fungsi hati
- Penggunaan obat-obatan bersamaan (NSAID, aspirin)
- Konsumsi alkohol
- Hemoglobin dan hitung trombosit
Langkah 3: Tangani Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Faktor risiko perdarahan yang dapat dikoreksi harus ditangani sebagai bagian dari pendekatan holistik 1:
- Optimalkan kontrol tekanan darah sesuai pedoman hipertensi 1
- Hentikan atau kurangi penggunaan NSAID dan obat-obatan yang meningkatkan risiko perdarahan 1
- Berikan edukasi tentang konsumsi alkohol 1
- Pertimbangkan pemberian proton pump inhibitor pada pasien dengan risiko tinggi perdarahan gastrointestinal 1
Langkah 4: Penilaian Ulang Berkala
Risiko perdarahan bersifat dinamis dan harus dinilai ulang pada setiap kunjungan pasien 1:
- Pasien dengan skor HAS-BLED ≥3 memerlukan peninjauan lebih sering (misalnya dalam 4 minggu, bukan 4-6 bulan) 1
- Evaluasi ulang fungsi ginjal secara berkala, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal sedang (2-3 kali per tahun) 1
Pertimbangan Khusus
Skor risiko perdarahan tinggi tidak boleh digunakan sendiri untuk mengecualikan pasien dari terapi yang diperlukan, tetapi harus digunakan untuk mengidentifikasi risiko perdarahan yang dapat dimodifikasi 1. Pendekatan penilaian risiko perdarahan yang hanya berdasarkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan strategi yang inferior dibandingkan dengan penggunaan skor risiko perdarahan formal 1.
Pada pasien tanpa antiplatelet, penilaian ini tetap penting untuk perencanaan terapi di masa depan dan identifikasi dini pasien yang memerlukan pemantauan lebih ketat jika terapi antitrombotik diperlukan 1.