Can drinking cow's milk neutralize jengkol odor?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Susu Sapi Dapat Menetralkan Bau Mulut Jengkol?

Ya, minum susu sapi kemungkinan dapat membantu mengurangi bau mulut jengkol, berdasarkan mekanisme deodorisasi yang terbukti efektif untuk bau bawang putih yang memiliki senyawa sulfur volatil serupa.

Mekanisme Deodorisasi Susu

Susu sapi memiliki kemampuan mendeodorisasi senyawa sulfur volatil melalui beberapa mekanisme 1:

  • Kandungan air dalam susu adalah komponen utama yang bertanggung jawab untuk deodorisasi senyawa volatil 1
  • Kandungan lemak dalam susu (terutama susu full cream) lebih efektif dalam mendeodorisasi senyawa sulfur yang bersifat hidrofobik seperti diallyl disulfide dan allyl methyl disulfide 1
  • Susu lebih efektif dibandingkan air biasa atau larutan kaseinat 10% dalam mendeodorisasi allyl methyl sulfide, yang merupakan bau bawang putih persisten di mulut 1

Aplikasi untuk Bau Jengkol

Jengkol mengandung senyawa sulfur volatil yang strukturnya mirip dengan senyawa dalam bawang putih. Berdasarkan penelitian deodorisasi bawang putih 1:

  • Susu full cream lebih efektif daripada susu rendah lemak karena kandungan lemaknya yang lebih tinggi dapat mengikat senyawa sulfur hidrofobik 1
  • Waktu konsumsi penting: Mencampur susu dengan makanan sebelum dikonsumsi memiliki efek deodorisasi yang lebih tinggi dibandingkan minum susu setelah makan 1
  • Susu dapat mengurangi konsentrasi volatil di mulut (mouth-space) dan hidung (nose-space) secara signifikan 1

Rekomendasi Praktis

Untuk hasil optimal, minum 200-300 mL susu full cream segera setelah atau bersamaan dengan konsumsi jengkol 1. Jumlah ini masih dalam batas aman konsumsi susu harian yang tidak meningkatkan risiko kardiovaskular 2.

Pertimbangan Keamanan

  • Pastikan tidak ada alergi susu sapi, yang prevalensinya 1-3% pada populasi umum 3
  • Intoleransi laktosa (berbeda dari alergi) umumnya masih dapat mentolerir hingga 250 mL susu per hari 4
  • Konsumsi susu hingga 500 mL per hari dianggap aman dan bermanfaat 4

Catatan Penting

Meskipun tidak ada penelitian spesifik tentang jengkol dan susu, mekanisme deodorisasi yang sama berlaku untuk senyawa sulfur volatil serupa 1. Efektivitas akan bervariasi tergantung jumlah jengkol yang dikonsumsi dan karakteristik individu.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Cow's milk allergy versus cow milk intolerance.

Annals of allergy, asthma & immunology : official publication of the American College of Allergy, Asthma, & Immunology, 2002

Research

Is cow's milk harmful to a child's health?

Journal of pediatric gastroenterology and nutrition, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.