Rekomendasi Penghentian Meropenem pada Pasien Stabil
Meropenem harus dihentikan pada pasien ini karena tidak ada indikasi klinis infeksi yang jelas, kondisi pasien stabil, dan leukositosis kemungkinan besar reaktif akibat gout dengan asam urat 7,8 mg/dL.
Rasional Penghentian Antibiotik
Tidak Ada Indikasi Infeksi Aktif
- Pasien dalam kondisi stabil tanpa tanda klinis infeksi 1
- Tidak ada riwayat pemberian antibiotik sebelumnya, yang menunjukkan tidak ada kecurigaan infeksi yang memerlukan terapi empiris 1
- Penggunaan meropenem tanpa bukti infeksi bakterial yang terbukti atau sangat dicurigai meningkatkan risiko resistensi bakteri 1
Leukositosis Reaktif dari Gout
- Asam urat 7,8 mg/dL menunjukkan hiperurisemia yang dapat menyebabkan gout 2
- Gout dapat menyebabkan leukositosis reaktif sebagai respons inflamasi terhadap deposisi kristal urat 3
- Leukositosis dalam konteks gout tidak memerlukan terapi antibiotik 3
Risiko Melanjutkan Meropenem Tanpa Indikasi
Risiko Langsung pada Pasien
- Kejang: Meropenem dapat menyebabkan kejang, terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti gangguan SSP atau gangguan ginjal, dengan insidensi hingga 7% 1
- Trombositopenia: Terutama pada pasien dengan gangguan ginjal, meropenem dapat menyebabkan trombositopenia 1, 4
- Diare terkait Clostridium difficile: Penggunaan antibiotik spektrum luas seperti meropenem meningkatkan risiko CDAD 1
- Superinfeksi: Penggunaan berkepanjangan dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih organisme yang tidak rentan 1
Risiko Sistemik
- Resistensi antimikroba: Penggunaan meropenem tanpa indikasi meningkatkan risiko munculnya bakteri resisten obat, termasuk bakteri pandrug-resistant atau extensively drug-resistant 1, 5
- Biaya tidak perlu: Meropenem adalah antibiotik mahal dan terbatas yang harus digunakan secara rasional 4
Tata Laksana yang Direkomendasikan
Langkah Segera
- Hentikan meropenem karena tidak ada indikasi klinis 1
- Evaluasi ulang untuk infeksi: Periksa tanda vital, fokus infeksi, kultur darah/urin jika belum dilakukan 1
- Konfirmasi tidak ada infeksi tersembunyi: Pastikan tidak ada pneumonia, infeksi saluran kemih, atau infeksi lain yang mungkin tidak terdeteksi 1
Manajemen Gout dan Hiperurisemia
- Asam urat 7,8 mg/dL memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah pasien memiliki riwayat serangan gout 2
- Jika ini adalah serangan gout pertama dengan asam urat >7,5 mg/dL, pertimbangkan memulai terapi penurun urat seperti allopurinol setelah fase akut mereda 2
- Jika pasien memiliki riwayat serangan gout berulang (>2/tahun), tophi, atau kerusakan radiografis, sangat direkomendasikan untuk memulai terapi penurun urat 2
- Target terapi adalah asam urat <6 mg/dL (atau <5 mg/dL pada gout berat) 2
Manajemen Leukositosis
- Ulangi pemeriksaan leukosit setelah 24-48 jam untuk memastikan tren 3
- Jika leukositosis persisten tanpa tanda infeksi, pertimbangkan penyebab non-infeksi lainnya termasuk inflamasi dari gout 3
- Evaluasi untuk kondisi komorbid yang dapat menyebabkan hiperurisemia (penyakit ginjal kronis, hipertensi, penggunaan diuretik) 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengasumsikan leukositosis selalu berarti infeksi: Gout dan kondisi inflamasi lainnya dapat menyebabkan leukositosis reaktif 3
- Jangan melanjutkan antibiotik "untuk berjaga-jaga": Ini meningkatkan risiko resistensi dan efek samping tanpa manfaat 1
- Jangan mengabaikan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal: Jika meropenem benar-benar diperlukan di masa depan, dosis harus disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin 1, 6
- Jangan menunda terapi gout yang tepat: Hiperurisemia dan gout memerlukan manajemen definitif, bukan antibiotik 2
Komunikasi dengan Tim Kardiologi
- Jelaskan risiko vs manfaat: Tidak ada manfaat dari meropenem tanpa infeksi, tetapi ada risiko nyata (kejang, trombositopenia, resistensi) 1
- Tawarkan alternatif: Fokus pada manajemen gout dan monitoring ketat untuk tanda infeksi 2
- Dokumentasikan dengan jelas: Catat alasan penghentian dan rencana monitoring 1