What is the significance of FEV (Forced Expiratory Volume) in respiratory health?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 23, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penjelasan FEV dan PPRF

FEV (Forced Expiratory Volume)

FEV1 adalah volume maksimal udara yang dapat dikeluarkan dari paru-paru selama detik pertama dari manuver ekspirasi paksa, dimulai dari posisi inspirasi penuh, dan dinyatakan dalam liter pada kondisi BTPS (suhu tubuh, tekanan ambien, jenuh dengan uap air). 1

Pengukuran FEV1

  • FEV1 harus diukur dari serangkaian minimal tiga kurva ekspirasi paksa yang memiliki awal tes yang dapat diterima dan bebas dari artefak seperti batuk 1, 2
  • Nilai FEV1 terbesar harus dicatat setelah memeriksa data dari semua kurva yang dapat digunakan, bahkan jika nilai tersebut tidak berasal dari kurva yang sama dengan FVC (Forced Vital Capacity) terbesar 1, 2
  • Titik waktu nol untuk pengukuran FEV1 ditentukan dengan ekstrapolasi mundur dari bagian aliran maksimal kurva volume-waktu 2

Kriteria Akseptabilitas

  • Spirometri individual dapat diterima jika bebas dari artefak seperti batuk selama detik pertama ekspirasi, penutupan glotis, terminasi dini, usaha submaksimal, kebocoran, atau sumbatan mouthpiece 2
  • Harus memiliki awal yang baik dengan volume ekstrapolasi <5% dari FVC atau 0,15 L (mana yang lebih besar) 2
  • Durasi ekspirasi harus >6 detik (3 detik untuk anak-anak) atau menunjukkan plateau pada kurva volume-waktu 2

Kriteria Reprodusibilitas

  • Dua pengukuran FEV1 terbesar harus berada dalam rentang 0,150 L satu sama lain 2
  • Dua pengukuran FVC terbesar juga harus berada dalam rentang 0,150 L satu sama lain 2
  • Jika kedua kriteria terpenuhi, sesi tes dapat diakhiri; jika tidak, harus dilanjutkan hingga kriteria terpenuhi atau delapan tes telah dilakukan 2

Interpretasi Klinis FEV1

  • Rasio FEV1/FVC adalah parameter paling penting untuk mengidentifikasi gangguan obstruktif pada pasien 1
  • Rasio FEV1/FVC <70% atau di bawah persentil ke-5 dari nilai prediksi mengkonfirmasi obstruksi aliran udara 1, 3
  • FEV1 sebagai persentase dari nilai prediksi digunakan untuk menilai tingkat keparahan penyakit 3:
    • Ringan: FEV1 ≥80% prediksi
    • Sedang: FEV1 50-69% prediksi 3
    • Berat: FEV1 <50% prediksi 3

Normalisasi FEV1

  • FEV1 dapat dinormalisasi menggunakan FVC (FEV1/FVC) atau kapasitas vital lambat (FEV1/VC) untuk mengevaluasi obstruksi aliran udara 2
  • Pada beberapa pasien, manuver kapasitas vital lambat (SVC) atau kapasitas vital inspirasi (IVC) dapat memberikan denominator yang lebih tepat untuk menghitung FEV1/VC% 2
  • FEV6 (volume ekspirasi paksa pada 6 detik) telah dianggap sebagai pengganti yang dapat diandalkan untuk FVC dan dapat digunakan untuk menormalisasi FEV1 (FEV1/FEV6) 2

Pertimbangan Khusus dalam Pengukuran

  • Usaha ekspirasi yang berlebihan dapat menurunkan FEV1 karena efek kompresi gas toraks pada volume paru 4
  • Peak expiratory flow rate (PEFR) dapat digunakan sebagai indeks non-invasif dari usaha ekspirasi 4
  • Manuver yang menunjukkan usaha submaksimal, yang ditunjukkan oleh PEFR yang menurun, harus dibuang 4

Aplikasi dalam Penyakit Paru

  • Untuk pasien dengan PPOK sedang (FEV1 56% prediksi, FEV1/FVC 64%), terapi bronkodilator kerja panjang direkomendasikan sebagai terapi lini pertama 3
  • Pemantauan spirometri rutin (setidaknya tahunan) direkomendasikan untuk melacak progresi penyakit 3
  • Jika penyakit berkembang menjadi PPOK berat (FEV1 <50%), pertimbangkan evaluasi untuk terapi oksigen jangka panjang jika hipoksemik 3

Penilaian Cadangan Paru dalam Konteks Terapi

  • Untuk terapi sel TIL, nilai postbronkodilator FEV1/FVC >70% atau FEV1 >50% dari prediksi normal direkomendasikan 1
  • Pasien dengan FEV1 <1,5 L mungkin memerlukan steroid inhalasi kronis dan/atau bronkodilator 1

PPRF (Catatan: Tidak Ditemukan dalam Literatur Medis Standar)

Istilah "PPRF" tidak ditemukan dalam pedoman respirologi standar atau literatur medis yang disediakan. Kemungkinan terdapat kesalahan penulisan atau singkatan yang tidak standar. Beberapa kemungkinan yang mungkin dimaksud:

  • PEFR (Peak Expiratory Flow Rate): Aliran ekspirasi maksimal yang dicapai dari ekspirasi paksa maksimal, dimulai tanpa ragu-ragu dari titik inflasi paru maksimal, dinyatakan dalam L/detik 1
  • PEF (Peak Expiratory Flow): Biasanya diperoleh dari data kurva aliran-volume, merupakan aliran ekspirasi maksimal 1

Jika yang dimaksud adalah PEF/PEFR, parameter ini:

  • Sering dinyatakan dalam L/menit ketika dicatat menggunakan PEF meter portabel yang diberikan kepada pasien 1
  • Tidak boleh diandalkan dalam penilaian PPOK, terutama pada emfisema lanjut, karena mungkin hanya berkurang secara moderat sementara FEV1 terpengaruh secara parah 3
  • Dapat membantu dalam mendiagnosis obstruksi saluran napas ekstratoraks 1

Jika maksud Anda adalah istilah medis lain, mohon klarifikasi singkatan yang tepat untuk penjelasan yang lebih akurat.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Calculating Forced Expiratory Volume in One Second (FEV1)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Moderate COPD

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Effect of effort on measurement of forced expiratory volume in one second.

The American review of respiratory disease, 1987

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.