Kondisi Batang Otak: Jenis dan Penatalaksanaan
Kategori Utama Kondisi Batang Otak
Kondisi batang otak dapat dikategorikan berdasarkan etiologi: vaskular (paling sering), inflamasi/autoimun, tumor, infeksi, dan toksik-metabolik. 1, 2
1. Kondisi Vaskular (Paling Sering)
- Infark iskemik dan perdarahan merupakan penyebab paling sering dari sindrom batang otak akut 1, 3, 4
- Sindrom medula lateralis (Wallenberg) terjadi akibat oklusi arteri serebelar posterior inferior, menyebabkan vertigo, nistagmus, ataksia, dan defisit saraf kranial 1
- Sindrom pontine alternans klasik meliputi:
- Diseksi arteri karotis interna dapat menyebabkan palsi saraf kranial IX-XII dengan pola bervariasi 1
Pola klinis khas: defisit saraf kranial ipsilateral dengan kelemahan motorik/sensorik kontralateral 3, 4
2. Kondisi Inflamasi dan Autoimun
- Ensefalitis batang otak (BE) merupakan inflamasi berat dan berpotensi mengancam jiwa 5, 6
- Kondisi inflamasi/autoimun terkonfirmasi atau probable merupakan mayoritas kasus BE (71.6% kasus memiliki etiologi yang teridentifikasi) 6
- Spektrum kondisi imun-mediated meliputi:
3. Tumor Batang Otak
- Glioma batang otak memiliki prognosis yang bervariasi berdasarkan lokasi dan karakteristik radiologis 1
- Lesi difus: hanya tumor yang progresif (berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran radiologis) yang harus diterapi dengan radioterapi 1
- Lesi fokal eksofitik: reseksi optimal harus dilakukan bila memungkinkan 1
- Tumor primer batang otak, metastasis, dan proses leptomeningeal dapat menyebabkan palsi saraf kranial multipel 1
- Hidrosefalus memerlukan shunt cairan serebrospinal 1
4. Kondisi Infeksi
- Infeksi atau inflamasi batang otak dapat disebabkan oleh berbagai patogen 1
- Ensefalitis batang otak infeksius memerlukan investigasi CSF dan neuroimaging 5, 6
5. Kondisi Lain
- Malformasi Arnold-Chiari 1
- Siringobulbia 1
- Stroke batang otak 1
- Kompresi batang otak 1
- Defisiensi vitamin (B1, B12) 1
Pendekatan Diagnostik
Evaluasi Klinis Kunci
- Cari pola "crossing": defisit saraf kranial ipsilateral dengan temuan motorik/sensorik kontralateral 3, 4
- Pemeriksaan neurologis harus mengevaluasi tanda traktus panjang, nistagmus, vertigo, ataksia, mual, dan muntah 1
- Palsi saraf kranial bilateral CN VI menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial atau kordoma klivus, bukan lesi batang otak sederhana 3
- Papilledema mengindikasikan peningkatan tekanan intrakranial dan memerlukan investigasi segera 3
Pencitraan
- MRI dengan DWI adalah modalitas pilihan untuk menginvestigasi proses batang otak yang menyebabkan palsi saraf kranial 1, 3, 4
- DWI koronal thin-section mendeteksi hampir 25% lebih banyak infark batang otak akut dibanding DWI aksial standar 3, 4
- Pencitraan pre- dan post-kontras dengan teknik resolusi tinggi memberikan kesempatan terbaik untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi lesi 1, 3
- MRA atau CTA dapat komplementer untuk karakterisasi vaskular pada sindrom batang otak akut 1, 4
- CT dengan algoritma tulang berguna untuk mendeliniasi fraktur basis kranii, hiperostosis, erosi basis kranii 1
Pemeriksaan Penunjang Lain
- Analisis CSF penting untuk diagnosis BE: protein CSF lebih tinggi dan glukosa CSF lebih tinggi secara independen terkait dengan outcome buruk 6
- Biopsi otak mengidentifikasi diagnosis spesifik pada 50% pasien BE 6
- Brainstem auditory evoked potentials dapat membantu karakterisasi disfungsi batang otak 8
Penatalaksanaan
Kondisi Vaskular
- Ukuran kecil infark batang otak dan tidak adanya transformasi hemoragik umumnya menunjukkan prognosis baik 3, 4
- Stabilisasi kardiorespirasi untuk memfasilitasi prognostikasi neurologis akurat 1
- Periode observasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pada cedera otak berat 1
Kondisi Inflamasi/Autoimun
- Pada pasien imunokompetensi dengan BE etiologi tidak terdefinisi meskipun investigasi ekstensif, trial terapi imunosupresif dapat dipertimbangkan 6
- Perburukan klinis atau pada MRI harus mendorong biopsi otak 6
- Terapi empiris multipel untuk mengatasi kemungkinan proses autoimun dan infeksius dapat dimulai 5
- Perawatan suportif dan rehabilitatif intensif penting 5
Tumor Batang Otak
- Untuk lesi difus: radioterapi fokal untuk tumor progresif 1
- Untuk lesi fokal eksofitik: reseksi optimal bila memungkinkan 1
- Shunt CSF untuk hidrosefalus 1
- Kemoterapi dapat dipertimbangkan setelah kegagalan radioterapi 1
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengacaukan sindrom alternans dengan hemiparesis ipsilateral sejati—kelemahan ekstremitas adalah kontralateral terhadap lesi batang otak, sementara hanya defisit saraf kranial yang ipsilateral 3
- DWI false-negative terjadi pada infark batang otak iskemik yang sangat kecil 3, 4
- Pada 23 kasus BE dengan diagnosis tidak terdefinisi, presentasi klinis, CSF, studi neuroimaging, dan outcome serupa dengan kelompok inflamasi/autoimun 6
- Pasien dengan cedera otak berat memerlukan stabilisasi kondisi medis yang dapat dimodifikasi (kejang, hidrosefalus, abnormalitas elektrolit, status epileptikus, hipotermia) sebelum prognostikasi 1