Ya, Timoma Dapat Bermetastasis ke Tulang Belakang
Meskipun jarang, metastasis spinal dari timoma dan karsinoma timik memang dapat terjadi dan harus dipertimbangkan dalam diagnosis diferensial pada pasien dengan riwayat tumor timik yang mengalami nyeri punggung atau defisit neurologis. 1, 2, 3
Epidemiologi dan Karakteristik Klinis
Metastasis spinal dari tumor timik merupakan manifestasi yang sangat jarang:
- Karsinoma timik menunjukkan perilaku biologis yang lebih agresif dibandingkan timoma, dengan metastasis ekstratorakal terjadi pada 1-15% pasien 4
- Lokasi metastasis: Lebih dari 50% metastasis spinal umumnya berasal dari karsinoma payudara, paru, atau prostat, namun karsinoma timik juga dapat menjadi sumber primer meskipun jarang 5, 2
- Distribusi spinal: Mayoritas kasus melibatkan kolumna torakal (6 dari 7 pasien dalam satu seri), dengan lesi ekstradural paling sering ditemukan 3
Presentasi Klinis yang Perlu Diwaspadai
Pasien dengan riwayat tumor timik yang mengalami gejala berikut harus dicurigai metastasis spinal:
- Nyeri punggung progresif yang berlangsung berminggu hingga berbulan 1, 2
- Radikulopati dengan nyeri menjalar dan mati rasa pada ekstremitas 6
- Tanda kompresi medula spinalis atau kauda ekuina 2, 3
- Interval waktu: Metastasis dapat muncul 1-14 tahun setelah diagnosis primer, dengan median 2-8 tahun 2, 3
Pendekatan Diagnostik
Evaluasi pencitraan yang tepat sangat penting:
- MRI tulang belakang merupakan modalitas pilihan untuk mendeteksi kompresi medula spinalis, komponen epidural, dan infiltrasi sumsum tulang 1
- CT scan toraks dengan potongan abdomen atas untuk evaluasi tumor primer dan staging 7
- Konfirmasi histopatologi melalui biopsi atau hasil operasi untuk memastikan diagnosis metastasis timoma 1, 3
Manajemen Terapeutik
Intervensi Bedah
Reseksi bedah dengan dekompresi spinal harus diprioritaskan pada pasien dengan defisit neurologis atau kompresi medula spinalis:
- Pendekatan posterior direkomendasikan untuk dekompresi sirkumferensial medula spinalis 1, 6
- Stabilisasi dengan instrumentasi dikombinasikan dengan augmentasi semen untuk menjaga stabilitas spinal 1, 6
- Tujuan: Reseksi total tumor dan dekompresi lengkap, karena kelengkapan reseksi merupakan satu-satunya faktor prognostik yang diterima secara luas 2, 3
- Hasil: Semua pasien menunjukkan perbaikan nyeri punggung dan nyeri radikuler pasca operasi, dengan preservasi fungsi ambulatori 3
Terapi Adjuvan
Meskipun tidak ada algoritma standar, kombinasi modalitas berikut direkomendasikan:
- Radioterapi: Dosis 50-55 Gy untuk margin bersih/dekat, 54 Gy untuk margin mikroskopis positif, dan 60-70 Gy untuk residu tumor makroskopis 7
- Kemoterapi: Regimen berbasis cisplatin (CAP, PE, atau ADOC) dapat dipertimbangkan 7, 2
- Individualisasi: Regimen harus disesuaikan berdasarkan perjalanan penyakit spesifik pasien, mengingat tidak adanya pedoman standar 3
Prognosis dan Kualitas Hidup
Caveat penting: Meskipun intervensi bedah dapat memperbaiki kualitas hidup secara signifikan, prognosis jangka panjang tetap terbatas:
- Median survival pasca operasi sekitar 204 ± 111 hari dalam satu seri 3
- Penyebab kematian: Komplikasi pulmonal dengan progresi penyakit atau metastasis otak yang tidak terkontrol 3
- Tujuan utama: Preservasi fungsi neurologis dan kualitas hidup selama periode survival 3, 6
Koordinasi Perawatan Multidisiplin
Manajemen optimal memerlukan kolaborasi tim yang melibatkan: