What is the best management approach for a 37-year-old male patient with a 2-day history of constipation, bloating, nausea, and a history of previous appendectomy, presenting with abdominal distension, decreased peristalsis, and minimal colonic air on plain abdominal X-ray?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengelolaan Obstruksi Usus Halus Adhesif dengan Terapi Konservatif

Pasien ini harus dimulai dengan terapi konservatif (manajemen non-operatif) sebagai pendekatan awal, dengan monitoring ketat untuk tanda-tanda strangulasi atau iskemia yang memerlukan intervensi bedah segera. 1, 2

Rasional Pemilihan Terapi Konservatif

Berdasarkan presentasi klinis pasien ini, terdapat beberapa indikator kuat untuk manajemen konservatif:

  • Pasien masih bisa flatus - ini menunjukkan obstruksi parsial, bukan obstruksi komplit 3, 4
  • Tidak ada tanda peritonitis - tidak ada defans muskular, menunjukkan tidak ada perforasi atau iskemia usus 1, 2
  • Tidak ada nyeri perut yang signifikan - berbeda dengan strangulasi yang biasanya disertai nyeri difus dan tanda peritonitis 3
  • Riwayat operasi appendektomi - adhesif post-operatif adalah penyebab tersering obstruksi usus halus pada dewasa, dengan tingkat keberhasilan terapi konservatif 70-90% 1, 3

Protokol Manajemen Konservatif

Langkah Awal (0-24 jam pertama)

  • Resusitasi cairan IV agresif dengan kristaloid untuk mengoreksi dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit 1, 2
  • Pemasangan NGT (nasogastric tube) untuk dekompresi dan mencegah aspirasi pneumonia 1, 2, 3
  • Puasa total (bowel rest) - tidak ada asupan oral 1, 3
  • Pemasangan kateter Foley untuk monitoring output urin dan status hidrasi 2
  • Pemberian anti-emetik untuk mengurangi mual dan muntah 2

Pemeriksaan Penunjang yang Diperlukan

  • CT scan abdomen dengan kontras IV adalah modalitas imaging pilihan dengan akurasi diagnostik >90% untuk mendeteksi strangulasi dan kebutuhan operasi urgent 2, 3
  • Pemeriksaan laboratorium: CBC (leukositosis >10.000/mm³ menunjukkan peritonitis/iskemia), elektrolit, BUN/kreatinin, laktat (peningkatan laktat adalah red flag untuk iskemia usus), CRP 1, 2

Monitoring Ketat untuk Tanda Bahaya

Tanda-tanda yang memerlukan intervensi bedah segera (harus dievaluasi setiap 3-6 jam): 1, 2, 3

  • Demam >38°C
  • Takikardia persisten
  • Nyeri abdomen yang memburuk atau menjadi difus
  • Timbul tanda peritonitis (defans muskular, nyeri tekan rebound)
  • Leukositosis progresif >10.000/mm³ dengan left shift
  • Peningkatan laktat serum
  • Hipotensi atau tanda syok
  • Perburukan klinis meskipun terapi konservatif optimal

Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat

Pilihan A: "Terapi konservatif 48 jam selalu memberikan hasil yang baik"

SALAH - Pernyataan ini terlalu absolut dan berbahaya. Meskipun terapi konservatif adalah pendekatan awal yang tepat, tidak selalu memberikan hasil baik. Sekitar 30% kasus adhesif SBO memerlukan operasi, dan delay operasi ketika ada tanda strangulasi meningkatkan mortalitas hingga 25% 1, 2, 3

Pilihan B & C: Kolonoskopi

TIDAK TEPAT - Kolonoskopi tidak memiliki peran dalam obstruksi usus halus. Foto polos menunjukkan distensi usus halus dengan udara kolon minimal, menunjukkan lokasi obstruksi di usus halus, bukan kolon 5

Pilihan D: CT scan untuk mengetahui derajat adhesi

TIDAK OPTIMAL sebagai langkah pertama - Meskipun CT scan dengan kontras IV memang diperlukan, tujuan utamanya adalah untuk mendeteksi tanda-tanda strangulasi, iskemia, atau komplikasi yang memerlukan operasi urgent, bukan hanya untuk mengetahui derajat adhesi 2, 3

Pilihan E: Laparotomi eksplorasi segera

TERLALU AGRESIF - Tidak ada indikasi untuk operasi segera pada pasien ini karena tidak ada tanda peritonitis, masih bisa flatus (obstruksi parsial), dan hemodinamik stabil. Operasi segera hanya diindikasikan bila ada tanda strangulasi/iskemia atau kegagalan terapi konservatif 1, 2, 3

Peran Water-Soluble Contrast (Gastrografin)

Pertimbangkan pemberian kontras water-soluble (80 mL Gastrografin) melalui NGT setelah stabilisasi awal: 2, 4

  • Memiliki nilai diagnostik dan terapeutik
  • Jika kontras mencapai kolon dalam 24 jam: prediksi resolusi tanpa operasi
  • Jika kontras mencapai kolon dalam <5 jam: tingkat resolusi 90% tanpa operasi 4
  • Jika kontras tidak mencapai kolon dalam 24 jam: indikasi untuk intervensi bedah 4

Kapan Memutuskan untuk Operasi

Konsultasi bedah harus dilakukan sejak awal untuk monitoring bersama, meskipun dimulai dengan terapi konservatif 1, 2

Indikasi operasi: 1, 2, 3

  • Kegagalan terapi konservatif dalam 48-72 jam
  • Perburukan klinis dengan tanda strangulasi/iskemia
  • Obstruksi komplit yang tidak membaik
  • Komplikasi seperti perforasi atau peritonitis

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda konsultasi bedah - evaluasi bedah sejak awal penting untuk monitoring bersama 1, 2
  • Jangan mengabaikan tanda-tanda halus strangulasi - sensitivitas pemeriksaan fisik untuk strangulasi hanya 48%, sehingga perlu monitoring laboratorium dan imaging 2
  • Jangan menunda operasi bila ada indikasi - delay operasi pada kasus dengan strangulasi meningkatkan mortalitas signifikan 2
  • Jangan lupa koreksi elektrolit sebelum operasi bila akhirnya diperlukan intervensi bedah 2

Jawaban yang paling tepat adalah terapi konservatif (bukan pilihan A karena pernyataannya absolut dan menyesatkan), namun dari pilihan yang tersedia, tidak ada yang sepenuhnya tepat. Pendekatan terbaik adalah terapi konservatif dengan monitoring ketat dan konsultasi bedah sejak awal.

References

Guideline

Management of Small Bowel Obstruction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Diagnostic Approach to Bowel Obstruction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

A protocol for the management of adhesive small bowel obstruction.

The journal of trauma and acute care surgery, 2015

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.