What is the difference between tizanidine and other muscle relaxants?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan Eperisone dan Tizanidine

Tizanidine adalah relaksan otot yang didukung oleh pedoman klinis internasional dengan bukti kuat untuk spastisitas dan nyeri punggung akut, sementara eperisone tidak memiliki bukti berkualitas tinggi atau rekomendasi dalam pedoman klinis utama, sehingga tizanidine merupakan pilihan yang lebih direkomendasikan. 1

Perbedaan Mekanisme Kerja

  • Tizanidine adalah agonis reseptor α2-adrenergik yang bekerja secara sentral dengan meningkatkan inhibisi presinaptik neuron motorik, mengurangi fasilitasi neuron motorik spinal 2
  • Tizanidine tidak memiliki efek langsung pada serat otot skeletal atau neuromuscular junction, dan efeknya terutama pada jalur polisinaptik 2
  • Eperisone tidak memiliki dokumentasi mekanisme kerja yang jelas dalam literatur pedoman klinis berkualitas tinggi 1

Perbedaan Dukungan Bukti Klinis

Tizanidine - Bukti Kuat:

  • Disetujui FDA untuk spastisitas yang berhubungan dengan sindrom upper motor neuron termasuk stroke, multiple sclerosis, dan cedera spinal cord 1
  • American Heart Association merekomendasikan tizanidine untuk spastisitas yang menyebabkan nyeri, kebersihan kulit buruk, atau penurunan fungsi pada pasien stroke kronis 1, 3
  • American College of Physicians mengakui tizanidine sebagai pilihan untuk nyeri punggung bawah akut jangka pendek 4
  • Terbukti efektif dalam 8 uji klinis untuk nyeri punggung bawah akut 4

Eperisone - Bukti Tidak Memadai:

  • Tidak ada bukti pedoman atau penelitian berkualitas tinggi yang membandingkan eperisone dengan tizanidine 1
  • Ketiadaan eperisone dalam pedoman klinis utama (American Geriatrics Society, American Heart Association, American Academy of Neurology) menunjukkan basis bukti yang terbatas 1

Perbedaan Profil Keamanan

Tizanidine:

  • Hipotensi signifikan adalah efek samping utama yang memerlukan monitoring 1, 5, 3
  • Efek samping paling umum: mulut kering dan somnolen/drowsiness 6
  • Kelemahan otot subjektif dilaporkan lebih jarang dibandingkan baclofen atau diazepam 6, 7
  • Tidak seperti benzodiazepin, tizanidine tidak dikontraindikasikan selama pemulihan stroke 1, 3
  • Harus dihindari pada disfungsi hepatik atau renal dan pada pasien lanjut usia karena efek sedatif dan hipotensi yang signifikan 5

Eperisone:

  • Tidak ada data keamanan yang terdokumentasi dalam pedoman klinis berkualitas tinggi 1

Perbedaan Dosis dan Administrasi

Tizanidine - Protokol Jelas:

  • Mulai dengan 2 mg hingga tiga kali sehari, terutama pada dewasa tua atau gangguan renal 1, 5
  • Dosis tunggal 8 mg mengurangi tonus otot untuk beberapa jam, dengan efek puncak pada 1-2 jam 2
  • Dewasa tua jarang mentoleransi dosis lebih dari 30-40 mg per hari 1, 5
  • Dosis maksimal 36 mg per hari dalam tiga dosis terbagi 2
  • Penting: Hindari penghentian mendadak pada pengguna jangka panjang; taper perlahan untuk mencegah gejala withdrawal termasuk takikardia, hipertensi, dan rebound hipertonia 1, 5

Eperisone:

  • Tidak ada protokol dosis yang terdokumentasi dalam pedoman klinis 1

Perbedaan Interaksi Obat

Tizanidine - Interaksi Terdokumentasi:

  • Clearance berkurang signifikan dengan inhibitor CYP1A2 5
  • Risiko hipotensi aditif dengan opioid seperti oxycodone 5
  • Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral memiliki clearance tizanidine 50% lebih rendah 2
  • Clearance berkurang lebih dari 50% pada pasien lanjut usia dengan insufisiensi renal (creatinine clearance < 25 mL/min) 2

Eperisone:

  • Tidak ada data interaksi obat yang terdokumentasi dalam literatur berkualitas tinggi 1

Pertimbangan Khusus untuk Praktik Klinis

  • Tizanidine memiliki efek kompleks terkait makanan - pemberian dengan makanan meningkatkan konsentrasi plasma maksimal sekitar 30% dan memperpanjang waktu untuk mencapai konsentrasi puncak 2
  • Monitoring diperlukan untuk kelemahan otot, fungsi urinaria, efek kognitif, sedasi, dan ortostatik selama titrasi 1, 5
  • Untuk pasien yang tidak merespons obat oral seperti tizanidine, pilihan lebih invasif seperti injeksi botulinum toxin, baclofen intratekal, atau prosedur neurosurgical dapat dipertimbangkan 3

Kesimpulan Praktis

Tizanidine adalah pilihan yang jauh lebih baik karena memiliki:

  • Persetujuan FDA dan rekomendasi pedoman klinis internasional 1, 3
  • Bukti efikasi dari multiple uji klinis terkontrol 4, 6, 8
  • Profil keamanan yang terdokumentasi dengan baik 6, 7
  • Protokol dosis yang jelas dan terstandarisasi 1, 2

Eperisone tidak dapat direkomendasikan karena ketiadaan bukti berkualitas tinggi dalam literatur medis internasional. 1

References

Guideline

Tizanidine for Muscle Spasms

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Tizanidine for Spasticity Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Risks of Hypotension When Using Tizanidine and Oxycodone Together

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Tizanidine versus baclofen in the treatment of spasticity in patients with multiple sclerosis.

The Canadian journal of neurological sciences. Le journal canadien des sciences neurologiques, 1988

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.