Perbedaan Totilac dan NaCl 3%
Totilac adalah larutan kristaloid seimbang (balanced crystalloid) yang mengandung elektrolit dalam komposisi fisiologis, sedangkan NaCl 3% adalah larutan hipertonik yang mengandung hanya natrium dan klorida dengan konsentrasi tinggi - keduanya memiliki indikasi klinis yang sangat berbeda dan tidak dapat dipertukarkan.
Komposisi dan Karakteristik
Totilac (Larutan Seimbang)
- Totilac termasuk kategori larutan kristaloid seimbang yang mengandung elektrolit multipel dalam proporsi mendekati fisiologis 1
- Larutan seimbang seperti Totilac memiliki osmolaritas 280-310 mOsm/L (isotonik) 2
- Mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan buffer (laktat atau asetat) untuk menjaga keseimbangan asam-basa 2
NaCl 3% (Larutan Hipertonik)
- NaCl 3% adalah larutan hipertonik yang hanya mengandung natrium klorida dengan konsentrasi 3% (513 mEq/L natrium) 2
- Osmolaritas jauh lebih tinggi dari plasma (>600 mOsm/L), menciptakan gradien osmotik yang kuat 2
- Tidak mengandung elektrolit lain atau buffer 2
Indikasi Klinis yang Berbeda
Indikasi Totilac (Larutan Seimbang)
- Resusitasi cairan lini pertama untuk sebagian besar pasien kritis, termasuk syok hemoragik tanpa cedera otak traumatik 1
- Terapi cairan perioperatif pada pembedahan dengan risiko perdarahan sedang hingga tinggi 2
- Resusitasi sepsis untuk mengurangi risiko cedera ginjal dan asidosis hiperkloremik 1
- Luka bakar sebagai pilihan tradisional untuk resusitasi cairan awal 1
Indikasi NaCl 3% (Larutan Hipertonik)
- Hiponatremia simtomatik berat (kejang, koma, perubahan status mental akut) dengan target koreksi 6 mEq/L dalam 6 jam 2
- Cedera otak traumatik dengan tanda neurologis fokal karena efek osmotiknya untuk mengurangi edema serebral 2
- SIADH dengan gejala berat yang memerlukan koreksi natrium cepat 2
- Hipertensi intrakranial pada pasien neurosurgis 2
Perbedaan Mekanisme Kerja
Totilac
- Menyediakan ekspansi volume intravaskular dengan rasio 1:1 hingga 1.5:1 2
- Mempertahankan keseimbangan asam-basa lebih baik dibanding NaCl 0.9% 2
- Mengurangi risiko asidosis hiperkloremik pada pemberian volume besar (>5000 mL) 2
- Menurunkan kebutuhan transfusi darah pada pasien dengan risiko perdarahan tinggi 2
NaCl 3%
- Menciptakan gradien osmotik yang menarik air dari kompartemen intraseluler ke intravaskular 2
- Meningkatkan natrium serum secara cepat untuk mengatasi edema serebral 2
- Efek osmotik mengurangi tekanan intrakranial pada cedera otak 2
- Tidak direkomendasikan untuk resusitasi volume karena tidak menurunkan mortalitas 2
Kontraindikasi dan Peringatan Penting
Totilac (Larutan Seimbang)
- Hindari pada cedera otak traumatik - gunakan NaCl 0.9% isotonik sebagai gantinya 1
- Hindari pada disfungsi hati berat jika mengandung laktat karena gangguan metabolisme laktat 1
- Hindari pada hiperkalemia berat karena mengandung kalium 1
NaCl 3%
- TIDAK untuk resusitasi syok hemoragik - meta-analisis 2932 pasien menunjukkan tidak ada manfaat mortalitas (RR 0.96) 2
- Risiko koreksi natrium terlalu cepat dapat menyebabkan mielinolisis pontine sentral jika melebihi 8 mEq/L per 24 jam 2
- Memerlukan monitoring ketat dengan pemeriksaan natrium setiap 2 jam pada gejala berat 2
- Harus dihentikan ketika gejala berat teratasi, kemudian beralih ke protokol gejala ringan atau asimtomatik 2
Algoritma Pemilihan Cairan
Gunakan Totilac (Larutan Seimbang) Jika:
- Pasien memerlukan resusitasi cairan untuk syok hemoragik TANPA cedera otak 1
- Pasien sepsis memerlukan resusitasi volume 1
- Pembedahan dengan perdarahan signifikan 2
- Tidak ada kontraindikasi spesifik (cedera otak, hiperkalemia berat, disfungsi hati berat) 1
Gunakan NaCl 3% Jika:
- Hiponatremia <120 mEq/L dengan gejala berat (kejang, perubahan status mental, koma) 2
- Cedera otak traumatik dengan tanda neurologis fokal DAN syok hemoragik bersamaan 2
- SIADH dengan gejala neurologis berat 2
- Pasien perdarahan subaraknoid dengan risiko vasospasme 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- JANGAN menggunakan NaCl 3% untuk resusitasi volume rutin - pedoman 2022 memberikan rekomendasi GRADE 1- (kuat) MENENTANG penggunaannya untuk menurunkan mortalitas pada syok hemoragik 2
- JANGAN menggunakan larutan seimbang pada cedera otak traumatik - studi 300 pasien menunjukkan mortalitas lebih tinggi dengan Ringer Laktat (HR 1.78, p=0.035) 2
- JANGAN mengoreksi natrium >6 mEq/L dalam 6 jam pertama atau >8 mEq/L dalam 24 jam dengan NaCl 3% untuk menghindari komplikasi neurologis 2
- JANGAN memberikan volume besar (>5000 mL) NaCl 0.9% atau hipertonik karena meningkatkan mortalitas dan cedera ginjal 2