Alasan Memilih Vancomycin
Vancomycin adalah pilihan yang tepat untuk infeksi serius yang disebabkan oleh mikroorganisme Gram-positif yang resisten terhadap beta-laktam, terutama Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), dan untuk pasien dengan alergi serius terhadap antibiotik beta-laktam. 1
Indikasi Utama Penggunaan Vancomycin
Infeksi Bakteri Gram-Positif Resisten
Vancomycin diindikasikan untuk pengobatan infeksi serius atau berat yang disebabkan oleh strain stafilokokus yang resisten terhadap metisilin (resisten beta-laktam). 2
Vancomycin efektif untuk endokarditis stafilokokus, septikemia, infeksi tulang, infeksi saluran pernapasan bawah, dan infeksi kulit dan struktur kulit. 2
Untuk pneumonia yang dicurigai atau dikonfirmasi disebabkan oleh MRSA, vancomycin atau linezolid direkomendasikan sebagai pilihan terapi. 1
Alergi Beta-Laktam
- Vancomycin adalah pilihan yang sesuai untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme Gram-positif pada pasien yang memiliki alergi serius terhadap antimikroba beta-laktam. 1
Bakteremia dan Endokarditis MRSA
Untuk bakteremia MRSA tanpa komplikasi, vancomycin atau daptomycin 6 mg/kg/dosis IV sekali sehari direkomendasikan selama minimal 2 minggu. 1
Untuk endokarditis infektif pada dewasa, vancomycin IV atau daptomycin 6 mg/kg/dosis IV sekali sehari selama 6 minggu direkomendasikan. 1
Ekokardiografi transesofageal (TEE) lebih disukai daripada ekokardiografi transthoracic (TTE) untuk semua pasien dewasa dengan bakteremia. 1
Pertimbangan Farmakologis Penting
Target Konsentrasi Terapeutik
Rasio area under the curve (AUC): minimum inhibitory concentration (MIC) adalah parameter farmakodinamik paling berguna untuk memprediksi efektivitas vancomycin, dengan target rasio 400 atau lebih besar untuk eradikasi S. aureus. 3
Pemantauan konsentrasi trough serum adalah metode paling akurat dan praktis untuk memantau kadar serum vancomycin, dengan target konsentrasi trough 15-20 mg/L untuk pneumonia. 4, 3
Dosis untuk Pasien dengan Gangguan Ginjal
Untuk pasien lanjut usia dengan pneumonia dan gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/min), dosis loading 25-30 mg/kg berdasarkan berat badan aktual direkomendasikan untuk mencapai konsentrasi terapeutik dengan cepat. 4
Dosis pemeliharaan awal 15-20 mg/kg setiap 24-48 jam direkomendasikan untuk gangguan ginjal berat. 4
Pemantauan kadar trough diperlukan untuk pasien dengan disfungsi ginjal, dengan pemantauan minimal dua kali seminggu karena fungsi ginjal yang tidak stabil. 4
Situasi di Mana Vancomycin Harus Dihindari
Penggunaan yang Tidak Tepat
Vancomycin tidak boleh digunakan untuk profilaksis bedah rutin kecuali pada pasien dengan alergi yang mengancam jiwa terhadap antibiotik beta-laktam. 1
Penggunaan empiris berkelanjutan untuk infeksi yang diduga pada pasien yang kulturnya negatif untuk mikroorganisme Gram-positif yang resisten terhadap beta-laktam harus dihindari. 1
Vancomycin tidak boleh digunakan sebagai pengobatan primer untuk kolitis terkait antibiotik (metronidazole adalah pilihan pertama). 1
Penggunaan vancomycin untuk eradikasi kolonisasi MRSA tidak direkomendasikan. 1
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Keterbatasan Efektivitas
Vancomycin mungkin kurang cepat bakterisidal dibandingkan agen beta-laktam untuk stafilokokus yang rentan terhadap beta-laktam. 1
Terapi alternatif harus dipertimbangkan pada pasien dengan infeksi S. aureus yang menunjukkan MIC vancomycin 2 mg/L atau lebih besar, karena target rasio AUC:MIC (≥400) tidak mungkin tercapai. 3
Linezolid 600 mg IV/PO setiap 12 jam atau daptomycin 6-10 mg/kg IV sekali sehari harus dipertimbangkan sebagai terapi alternatif jika MIC vancomycin ≥2 μg/mL atau kegagalan klinis meskipun kadar yang memadai. 4
Risiko Nefrotoksisitas
Peningkatan angka nefrotoksisitas telah dilaporkan dengan dosis 4 g/hari atau lebih tinggi. 3
Hindari penggunaan dosis tetap 1g setiap 12 jam pada pasien lanjut usia dengan massa otot rendah, karena dapat menyebabkan akumulasi toksik. 4
Kombinasi dengan Antibiotik Lain
Penambahan gentamisin atau rifampin ke vancomycin tidak direkomendasikan untuk bakteremia atau endokarditis katup native. 1
Kombinasi vancomycin dan aminoglikosida bekerja secara sinergis in vitro terhadap banyak strain S. aureus, enterokokus, dan streptokokus grup viridans. 2
Pemantauan dan Penyesuaian Dosis
Kultur darah tambahan 2-4 hari setelah kultur positif awal dan sesuai kebutuhan setelahnya direkomendasikan untuk mendokumentasikan pembersihan bakteremia. 1
Jika kadar trough <15 μg/mL, perpendek interval dosis atau tingkatkan dosis sebesar 15-20%. 4
Jika kadar trough 15-20 μg/mL, lanjutkan regimen saat ini. 4