What are alternative alpha blockers to tamsulosin for treating Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Alternatif Alpha Blocker Selain Tamsulosin untuk BPH

Alfuzosin, doxazosin, dan terazosin adalah pilihan terapi alpha blocker yang tepat dan memiliki efektivitas klinis yang setara dengan tamsulosin untuk mengatasi gejala saluran kemih bawah akibat BPH. 1

Pilihan Alpha Blocker yang Direkomendasikan

Berdasarkan panduan American Urological Association, terdapat tiga alternatif alpha blocker yang dapat digunakan: 1

1. Alfuzosin

  • Telah disetujui FDA dan memiliki efektivitas yang sama dengan tamsulosin 1
  • Dosis: 10 mg sekali sehari setelah makan yang sama setiap hari 2
  • Keunggulan: Profil uroselektif dengan efek kardiovaskular sistemik yang lebih rendah, termasuk kelelahan yang lebih minimal 3
  • Perhatian: Dapat menyebabkan hipotensi postural mendadak, terutama saat memulai pengobatan 2
  • Tablet harus ditelan utuh, tidak boleh digerus atau dikunyah 2
  • Efek samping umum: pusing, sakit kepala, kelelahan 2

2. Doxazosin

  • Efektivitas setara dengan tamsulosin dalam memperbaiki gejala (peningkatan 4-6 poin pada AUA Symptom Index) 1
  • Dosis: Titrasi hingga 8 mg untuk efektivitas maksimal 1
  • Kekurangan: Efek samping kardiovaskular lebih tinggi dibanding agen uroselektif, termasuk kelelahan/asthenia yang lebih sering 3
  • Pada pria dengan hipertensi dan faktor risiko kardiak, doxazosin monoterapi dikaitkan dengan insiden gagal jantung kongestif yang lebih tinggi 3
  • Aktivitas penghambatan pada reseptor alpha-1 vaskular lebih tinggi dibanding tamsulosin 4

3. Terazosin

  • Efektivitas klinis sama dengan tamsulosin 1
  • Dosis: Titrasi hingga 10 mg untuk hasil optimal 1
  • Terazosin secara signifikan lebih efektif dalam memperbaiki skor gejala dibanding tamsulosin pada beberapa studi 5
  • Kekurangan: Profil efek samping non-selektif serupa dengan doxazosin 1
  • Tingkat penghentian pengobatan lebih tinggi dibanding tamsulosin dosis rendah 6

Algoritma Pemilihan Alpha Blocker Alternatif

Jika pasien mengalami kelelahan dari tamsulosin:

  • Pilihan pertama tetap tamsulosin karena kelelahan lebih jarang terjadi; pertimbangkan penyebab lain 3
  • Jika memang dari tamsulosin, alfuzosin adalah pilihan terbaik karena profil uroselektif dengan efek sistemik minimal 3

Jika pasien mengalami disfungsi ejakulasi dari tamsulosin:

  • Pertimbangkan doxazosin atau terazosin karena tamsulosin memiliki probabilitas disfungsi ejakulasi lebih tinggi 3
  • Mulai dengan dosis rendah dan titrasi bertahap 1

Jika pasien memiliki hipertensi bersamaan:

  • Doxazosin atau terazosin dapat memberikan manfaat ganda untuk BPH dan hipertensi 5
  • Peringatan: Jangan menganggap alpha blocker sebagai manajemen optimal untuk hipertensi bersamaan, terutama pada pasien dengan risiko kardiak 3

Jika pasien normotensi atau memiliki gangguan regulasi tekanan darah:

  • Alfuzosin atau tamsulosin lebih aman karena tidak menurunkan tekanan darah secara signifikan 5

Efektivitas yang Diharapkan

Semua empat alpha blocker (alfuzosin, doxazosin, tamsulosin, terazosin) menghasilkan: 1

  • Perbaikan gejala rata-rata 4-6 poin pada AUA Symptom Index
  • Pasien umumnya merasakan perubahan ini sebagai perbaikan yang bermakna
  • Efektivitas bergantung pada dosis untuk doxazosin dan terazosin—dosis lebih tinggi memberikan perbaikan lebih besar 1

Peringatan Penting

Efek samping umum semua alpha blocker: 1

  • Hipotensi ortostatik
  • Pusing
  • Kelelahan (asthenia)
  • Masalah ejakulasi
  • Kongesti hidung

Kontraindikasi absolut: 2

  • Gangguan fungsi hati
  • Penggunaan bersamaan dengan antijamur azole (ketoconazole) atau protease inhibitor HIV
  • Sudah menggunakan alpha blocker lain

Perhatian khusus untuk operasi katarak:

  • Informasikan dokter mata tentang penggunaan alpha blocker sebelum operasi katarak, bahkan jika sudah tidak menggunakan obat tersebut 2

Catatan tentang Prazosin

Data tidak cukup untuk merekomendasikan prazosin sebagai pilihan terapi untuk gejala saluran kemih bawah akibat BPH. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Managing Tiredness from Alpha Blockers in BPH

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Tamsulosin for benign prostatic hyperplasia.

The Cochrane database of systematic reviews, 2003

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.