Silodosin untuk Pengobatan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Silodosin adalah pilihan pengobatan yang tepat dan efektif untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat dari BPH, dengan dosis standar 8 mg sekali sehari bersama makanan. 1, 2
Efikasi Klinis
Silodosin merupakan antagonis reseptor alpha-1 adrenergik yang sangat selektif untuk reseptor alpha-1A, yang disetujui FDA untuk pengobatan tanda dan gejala BPH 2. Pedoman American Urological Association (AUA) 2021 merekomendasikan silodosin sebagai salah satu dari lima alpha blocker yang dapat digunakan untuk pasien dengan gejala LUTS/BPH sedang hingga berat yang mengganggu 1.
Perbaikan Gejala
- Silodosin menghasilkan perbaikan skor IPSS rata-rata 4-7 poin dibandingkan plasebo (2-4 poin), yang dianggap sebagai perubahan bermakna yang dapat dirasakan pasien 1
- Dalam uji klinis fase III, silodosin menunjukkan perbaikan skor IPSS total sebesar -6.4 poin dibandingkan -3.5 poin pada plasebo (p < 0.0001) 3
- Silodosin meningkatkan laju aliran urin maksimal (Qmax) sekitar 2.8 mL/detik, yang sebanding dengan alpha blocker lainnya 3
- Perbaikan gejala dapat terjadi secepat 1 hari setelah inisiasi terapi 3
Perbandingan dengan Alpha Blocker Lain
Silodosin memiliki efikasi yang setara dengan tamsulosin dalam memperbaiki gejala BPH 1, 4. Uji klinis di Eropa menunjukkan silodosin setidaknya sama efektifnya dengan tamsulosin 0.4 mg sekali sehari dalam memperbaiki skor IPSS total 5. Analisis post hoc menunjukkan silodosin lebih efektif daripada plasebo dan tamsulosin dalam memperbaiki nokturia, frekuensi, dan pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap secara bersamaan 5.
Dosis dan Pemberian
Dosis Standar
- Dosis yang direkomendasikan adalah 8 mg sekali sehari bersama makanan 2
- Kapsul dapat dibuka dan ditaburkan pada satu sendok makan saus apel untuk pasien yang kesulitan menelan, harus ditelan dalam 5 menit tanpa dikunyah 2
Penyesuaian Dosis pada Populasi Khusus
Gangguan ginjal:
- Gangguan ginjal berat (CCr < 30 mL/min): KONTRAINDIKASI 2
- Gangguan ginjal sedang (CCr 30-50 mL/min): kurangi dosis menjadi 4 mg sekali sehari 2
- Gangguan ginjal ringan (CCr 50-80 mL/min): tidak perlu penyesuaian dosis 2
Gangguan hati:
- Gangguan hati berat (Child-Pugh score ≥10): KONTRAINDIKASI 2
- Gangguan hati ringan hingga sedang: tidak perlu penyesuaian dosis 2
Profil Keamanan dan Efek Samping
Efek Samping Utama
Ejakulasi abnormal atau retrograde adalah efek samping paling umum (>22%), namun hanya 2.8% pasien menghentikan pengobatan karena hal ini 6, 7. Dalam studi jangka panjang 40 minggu, 20.9% pasien mengalami ejakulasi retrograde 7.
Keunggulan Kardiovaskular
Silodosin memiliki insiden efek samping kardiovaskular yang sangat rendah:
- Hipotensi ortostatik terjadi pada <3% pasien 6, 7
- Pusing terjadi pada 2.9% pasien 7
- Perubahan tekanan darah minimal: silodosin menyebabkan perubahan tekanan darah sistolik hanya -0.1 mmHg (p=0.96), dibandingkan tamsulosin yang menurunkan -4.2 mmHg (p=0.004) 4
Selektivitas tinggi silodosin untuk reseptor alpha-1A (583 kali lebih tinggi daripada alpha-1B) meminimalkan efek samping terkait tekanan darah yang dimediasi oleh blokade alpha-1B 6.
Efek Samping Lain
Pertimbangan Penting
Peringatan Khusus
Pasien dengan rencana operasi katarak harus diberitahu tentang risiko Intraoperative Floppy Iris Syndrome (IFIS) dan disarankan untuk menunda inisiasi terapi alpha blocker sampai setelah prosedur 1. Ini adalah efek kelas untuk semua alpha blocker.
Hipotensi postural dengan atau tanpa gejala (misalnya pusing) dapat terjadi saat memulai terapi silodosin 2. Pasien harus diperingatkan tentang mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan tugas berbahaya saat memulai terapi 2.
Kontraindikasi
Silodosin dikontraindikasikan pada 2:
- Gangguan ginjal berat (CCr < 30 mL/min)
- Gangguan hati berat (Child-Pugh score ≥10)
- Pemberian bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 kuat (misalnya ketoconazole, clarithromycin, itraconazole, ritonavir)
- Riwayat hipersensitivitas terhadap silodosin
Efikasi Jangka Panjang
Studi ekstensi open-label menunjukkan silodosin memberikan perbaikan gejala BPH yang berkelanjutan hingga 1 tahun 5. Dalam studi 40 minggu, perubahan skor IPSS dari baseline adalah -4.5 poin untuk pasien yang baru memulai silodosin (p<0.0001) 7.
Pemilihan Alpha Blocker
Pedoman AUA 2021 menyatakan bahwa pemilihan alpha blocker harus didasarkan pada usia pasien, komorbiditas, dan profil efek samping yang berbeda (misalnya disfungsi ejakulasi, perubahan tekanan darah) 1.
Silodosin paling sesuai untuk:
- Pasien yang memerlukan efek samping kardiovaskular minimal 6, 4
- Pasien dengan hipertensi atau faktor risiko kardiak yang memerlukan manajemen terpisah untuk hipertensi mereka 1
- Pasien yang dapat mentolerir atau tidak terganggu oleh kemungkinan ejakulasi retrograde 7
Catatan penting: Silodosin tidak diindikasikan untuk pengobatan hipertensi 2, sehingga pasien dengan hipertensi bersamaan mungkin memerlukan manajemen terpisah untuk kondisi tersebut 1.