What is the thought process of a healthcare provider (HP) when establishing a diagnosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Proses Berpikir Tenaga Kesehatan dalam Menegakkan Diagnosis

Tenaga kesehatan menggunakan pendekatan diagnostik bertahap yang dimulai dengan pembentukan hipotesis berdasarkan probabilitas, diikuti dengan pemilihan tes diagnostik yang sesuai, dan evaluasi berulang hingga mencapai tingkat kepastian diagnostik yang memadai untuk memulai terapi. 1

Langkah-Langkah Inti Proses Diagnostik

1. Pembentukan Hipotesis dan Estimasi Probabilitas Awal

  • Bentuk hipotesis diagnostik berdasarkan informasi yang tersedia dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, kemudian estimasi kemungkinan diagnosis tersebut 1
  • Tentukan seberapa pasti diagnosis harus ditegakkan dalam konteks keparahan penyakit, perilaku penyakit, dan konsekuensi serius jika tidak terdiagnosis atau tidak diobati 1
  • Kumpulkan temuan-temuan klinis dan kelompokkan menjadi pola-pola yang dapat dikenali, kemudian pilih temuan "pivot" atau temuan kunci yang paling penting 2

2. Pendekatan Probabilistik untuk Klasifikasi Kepastian Diagnostik

Klasifikasikan tingkat kepastian diagnostik ke dalam kategori berikut 1:

  • Diagnosis pasti (confident): ≥90% probabilitas keseluruhan
  • Diagnosis provisional tingkat kepercayaan tinggi: 70-89% probabilitas
  • Diagnosis provisional tingkat kepercayaan rendah: 51-69% probabilitas
  • Diagnosis tidak mungkin: ≤50% kepercayaan

Pendekatan ini membantu menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan atau terapi dapat dimulai 1

3. Pemilihan Tes Diagnostik Berdasarkan Probabilitas Pre-Test

  • Jika probabilitas pre-test tinggi: pilih tes dengan spesifisitas tinggi untuk mengkonfirmasi diagnosis 3
  • Jika probabilitas pre-test rendah: pilih tes dengan sensitivitas tinggi untuk menyingkirkan diagnosis 3
  • Nilai ulang probabilitas a priori penyakit dan pilih tes diagnostik yang sesuai berdasarkan karakteristik tes di tempat pasien dievaluasi 1

4. Evaluasi Probabilitas Post-Test dan Keputusan Lanjutan

  • Tentukan tingkat kepercayaan post-test terhadap diagnosis setelah hasil tes tersedia 1
  • Putuskan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan atau terapi dapat dimulai, berdasarkan sifat tes, prognosis, dan jenis terapi yang direncanakan (misalnya penghindaran antigen, terapi antiinflamasi atau antifibrotik) 1

5. Integrasi Multidisiplin dan Evaluasi Iteratif

  • Proses diagnostik bersifat iteratif dan harus ditinjau kembali secara berkala saat data tambahan tersedia 1
  • Untuk kasus kompleks, libatkan diskusi multidisiplin yang mengintegrasikan semua data yang tersedia dari berbagai perspektif ahli 1
  • Evaluasi serial sangat penting untuk mengurangi ketidakpastian diagnostik dan mengembangkan pemahaman yang lebih presisi tentang perilaku dan keparahan penyakit 1

Pertimbangan Khusus dalam Proses Diagnostik

Eksklusi Diagnosis Alternatif

  • Singkirkan penyebab alternatif penyakit termasuk paparan obat, paparan debu anorganik, penyakit sistemik, dan pneumonia interstisial idiopatik 1
  • Integrasikan dan interpretasikan data multidisiplin dengan hati-hati untuk menentukan penyebab dominan penyakit paru, menyingkirkan atau mendefinisikan gangguan autoimun sistemik 1

Diagnosis Provisional dan Tindak Lanjut

  • Pasien tanpa diagnosis pasti tetapi dicurigai memiliki penyakit tertentu diberikan diagnosis provisional, yang menekankan pentingnya meninjau diagnosis pada interval teratur 1
  • Diagnosis provisional dapat berubah, yang menyoroti nilai mencari keahlian tambahan atau konsultasi tim multidisiplin untuk membantu mengkonfirmasi atau menolak diagnosis kerja 1

Ambang Batas Tes dan Terapi

  • Ambang batas terapi adalah probabilitas penyakit (misalnya ≥90%) di mana pemeriksaan lebih lanjut tidak diperlukan dan terapi dapat dimulai 1
  • Ambang batas tes adalah probabilitas di bawah mana diagnosis tidak mungkin dan dapat disingkirkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut 1
  • Pemeriksaan diagnostik paling membantu ketika probabilitas penyakit berada di antara dua ekstrem kepastian ini 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda terapi sambil menunggu pemeriksaan diagnostik lengkap pada presentasi yang parah 4
  • Jangan terlalu banyak menggunakan prosedur diagnostik invasif pada pasien dengan diagnosis provisional tingkat kepercayaan tinggi 1
  • Jangan gagal meninjau kembali dan merevisi diagnosis kerja saat informasi baru tersedia 1, 4
  • Jangan mengabaikan penilaian klinis tentang kapan harus menghentikan investigasi diagnostik dan memulai terapi, terutama pada pasien dengan fenotipe progresif 1

Komunikasi dengan Pasien tentang Ketidakpastian Diagnostik

  • Jelaskan kepada pasien bahwa proses diagnostik bersifat iteratif dan mungkin memerlukan beberapa penilaian 4
  • Berikan informasi yang jelas tentang kondisi yang dicurigai dan alasan pendekatan diagnostik yang dipilih 4
  • Diskusikan implikasi ketidakpastian diagnostik terhadap keputusan terapi dan prognosis 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

The art of diagnosis: solving the clinicopathological exercise.

The New England journal of medicine, 1982

Research

Selection of diagnostic tests for clinical decision making and translation to a problem oriented medical record.

Clinica chimica acta; international journal of clinical chemistry, 2008

Guideline

Diagnostic Approach for Unclear Diagnoses

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.