Are there psychotherapy techniques to improve treatment adherence?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 26, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Teknik Psikoterapi untuk Meningkatkan Adherence Pengobatan

Ya, terdapat beberapa teknik psikoterapi yang terbukti efektif untuk meningkatkan adherence pengobatan, dengan compliance therapy dan motivational interviewing menunjukkan hasil paling menjanjikan, terutama ketika dikombinasikan dengan psikoedukasi dan intervensi keluarga.

Teknik Psikoterapi yang Paling Efektif

Compliance Therapy

Compliance therapy merupakan intervensi yang menunjukkan bukti paling kuat untuk meningkatkan adherence jangka panjang. Sebuah RCT menemukan bahwa compliance therapy menghasilkan adherence yang secara signifikan lebih baik dari baseline hingga 18 bulan dibandingkan dengan konseling non-spesifik 1. Namun, perlu dicatat bahwa efek jangka pendek mungkin tidak bertahan - satu studi menunjukkan perbaikan adherence signifikan pada 1 bulan tetapi tidak ada perbedaan pada follow-up 6 bulan 1.

Motivational Interviewing (MI)

Motivational interviewing sangat efektif untuk meningkatkan adherence, terutama pada pasien dengan insight yang buruk atau ambivalensi terhadap pengobatan. Teknik ini fokus pada 1:

  • Berempati dengan pengalaman pasien
  • Mendiskusikan manfaat dan biaya dari gejala
  • Mengeksplorasi manfaat dan biaya dari pengurangan gejala
  • Membangun aliansi terapeutik yang kuat

Brief Motivational Intervention (BMI) menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan untuk adherence medikasi. Sebuah pilot RCT pada remaja dan dewasa muda dengan gangguan bipolar menunjukkan bahwa BMI (hanya 3 sesi: 2 sesi treatment, 1 sesi booster) meningkatkan adherence medikasi secara signifikan, sementara adherence menurun pada kelompok standard of care 1. Yang lebih penting, partisipan yang adherent lebih dari 60% dalam seminggu memiliki penurunan risiko 3 kali lipat untuk menunjukkan gejala depresi dalam 2 minggu berikutnya 1.

Intervensi Keluarga dengan Psikoedukasi

Intervensi yang melibatkan keluarga dengan psikoedukasi dan deteksi tanda peringatan dini menunjukkan efektivitas jangka panjang. Satu studi menemukan kepatuhan medikasi secara signifikan lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan treatment as usual pada follow-up 1 dan 2 tahun 1. Dua dari tiga RCT yang menguji intervensi keluarga melaporkan peningkatan adherence medikasi yang signifikan dibandingkan usual care 1.

Intervensi Multikomponental

Intervensi multikomponental yang disesuaikan menunjukkan hasil yang menjanjikan, terutama untuk gangguan bipolar. Satu studi mengevaluasi intervensi behavioral multikomponental dengan penugasan modul yang disesuaikan (1-4 modul dari: psikoedukasi, terapi modifikasi motivasi untuk penggunaan zat, komunikasi provider, atau manajemen medikasi) dan menemukan perbaikan dalam adherence medikasi 1.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dikombinasikan dengan motivational interviewing dapat meningkatkan adherence, meskipun buktinya masih terbatas. Namun, satu RCT yang membandingkan CBT plus motivational interviewing dengan psikoedukasi kelompok plus motivational interviewing tidak menemukan manfaat pada adherence medikasi 1.

Intervensi Teknologi sebagai Adjuvant

Intervensi berbasis SMS menunjukkan efektivitas untuk meningkatkan adherence. Dua studi menemukan bahwa intervensi SMS-alone menghasilkan adherence yang secara signifikan lebih baik daripada usual care 1. Electronic monitoring menggunakan smart pill containers/dispensers juga menghasilkan adherence yang secara signifikan lebih baik versus usual care 1.

Algoritma Praktis untuk Implementasi

Untuk pasien dengan adherence buruk, gunakan pendekatan bertahap berikut:

  1. Mulai dengan Brief Motivational Intervention (3 sesi) 1:

    • Sesi 1: Menggali pikiran dan perasaan tentang medikasi, memberikan psikoedukasi
    • Sesi 2: Menilai kesiapan untuk berubah, mengeksplorasi ambivalensi, membuat rencana adherence
    • Sesi 3 (booster): Mengevaluasi rencana adherence
  2. Jika BMI tidak cukup, tambahkan compliance therapy (hingga 18 bulan) 1:

    • Fokus pada membangun insight tentang penyakit
    • Mendiskusikan manfaat pengobatan
    • Mengatasi efek samping dan kekhawatiran
  3. Libatkan keluarga dengan psikoedukasi dan deteksi tanda peringatan dini 1:

    • Edukasi keluarga tentang penyakit dan pengobatan
    • Latih keluarga mengenali tanda peringatan dini relaps
    • Kurangi family accommodation yang mempertahankan gejala
  4. Pertimbangkan intervensi teknologi sebagai adjuvant 1:

    • SMS reminder untuk dosis medikasi
    • Electronic monitoring untuk tracking objektif

Pertimbangan Penting dan Pitfall

Jangan menggunakan motivational interviewing sebagai intervensi tunggal tanpa komponen behavioral atau psikoedukasi - bukti untuk MI alone masih insufficient 1. Hindari intervensi jangka pendek tanpa follow-up - efek compliance therapy dapat menghilang setelah 6 bulan tanpa reinforcement 1.

Perhatian khusus untuk komorbiditas: Pasien dengan gangguan bipolar mungkin memerlukan intervensi multikomponental yang disesuaikan 1. Pasien dengan insight buruk memerlukan pendekatan motivational interviewing yang lebih intensif 1.

Predictor terkuat dari outcome jangka pendek dan panjang adalah adherence pasien terhadap homework antar-sesi 1, sehingga penting untuk menekankan latihan ERP atau tugas adherence di lingkungan rumah.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.