What is the recommended antibiotic prophylaxis regimen for kidney transplant surgery?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 26, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Profilaksis Antibiotik pada Operasi Transplantasi Ginjal

Berikan dosis tunggal cefazolin 1-2 gram intravena 30-60 menit sebelum insisi bedah sebagai profilaksis antibiotik perioperatif standar untuk transplantasi ginjal. 1, 2, 3

Regimen Profilaksis yang Direkomendasikan

Pilihan Utama: Dosis Tunggal Cefazolin

  • Cefazolin 1-2 gram IV diberikan 30-60 menit sebelum insisi bedah merupakan regimen yang paling efektif dan aman 2, 3
  • Dosis tunggal (single-dose) sama efektifnya dengan regimen multi-dosis yang lebih lama, dengan angka infeksi luka operasi yang rendah (3,9%) 2, 3
  • Regimen dosis tunggal mengurangi risiko resistensi antibiotik dibandingkan dengan pemberian multi-dosis 2

Durasi Profilaksis

  • Profilaksis antibiotik perioperatif harus dibatasi pada dosis tunggal pra-operasi saja 4, 2
  • Perpanjangan profilaksis hingga 24 jam pasca-operasi dapat dipertimbangkan untuk prosedur yang sangat berisiko tinggi, tetapi tidak ada bukti kuat yang mendukung manfaat tambahan 5, 4
  • Pemberian antibiotik lebih dari 24 jam meningkatkan risiko resistensi tanpa memberikan manfaat tambahan 4

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Transplantasi Ginjal

Skrining untuk Bakteri Resisten Multi-Obat (MDR)

  • Lakukan skrining rektal untuk Enterobacterales resisten sefalosporin spektrum luas sebelum transplantasi organ padat 1
  • Pertimbangkan skrining untuk Carbapenem-Resistant Enterobacterales (CRE) dan Carbapenem-Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB) berdasarkan epidemiologi lokal 1
  • Jika pasien terkolonisasi MDR-GNB, sesuaikan profilaksis antibiotik berdasarkan pola sensitivitas 1

Alternatif untuk Pasien dengan Alergi Penisilin

  • Untuk pasien alergi beta-laktam: vancomycin 1 gram IV selama 1-2 jam ditambah gentamicin 1,5 mg/kg IV 1
  • Clindamycin 600 mg IV dapat dipertimbangkan sebagai alternatif 1

Profilaksis Infeksi Pasca-Transplantasi (Bukan Perioperatif)

Profilaksis Infeksi Saluran Kemih

  • Semua resipien transplantasi ginjal harus menerima trimethoprim-sulfamethoxazole harian selama minimal 6 bulan pasca-transplantasi untuk profilaksis ISK 1
  • Regimen ini juga memberikan perlindungan terhadap Pneumocystis jirovecii pneumonia 1

Profilaksis Pneumocystis jirovecii

  • Berikan trimethoprim-sulfamethoxazole harian selama 3-6 bulan pasca-transplantasi 1
  • Perpanjang profilaksis minimal 6 minggu selama dan setelah pengobatan rejeksi akut 1

Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Resistensi Antibiotik

  • Hindari fluoroquinolone (ciprofloxacin) sebagai profilaksis rutin karena tingginya tingkat resistensi pada E. coli (patogen ISK paling umum pada resipien transplantasi ginjal) 6, 7
  • Resistensi terhadap co-trimoxazole dan ciprofloxacin sangat tinggi pada E. coli di populasi transplantasi ginjal 7
  • Carbapenem harus dicadangkan untuk infeksi terbukti, bukan profilaksis rutin 7

Faktor Risiko Infeksi Luka Operasi

  • Reoperasi adalah faktor risiko independen untuk infeksi luka operasi (adjusted OR: 6,963) 3
  • Pasien yang menjalani reoperasi memerlukan pemantauan lebih ketat untuk tanda-tanda infeksi 3

Interaksi Obat

  • Jika pasien memerlukan pengobatan tuberkulosis dengan rifampisin, monitor ketat kadar tacrolimus karena rifampisin menginduksi CYP3A4 dan menurunkan kadar tacrolimus secara signifikan 1, 8
  • Pertimbangkan rifabutin sebagai pengganti rifampisin untuk meminimalkan interaksi 1, 8

Penyesuaian Dosis untuk Gangguan Ginjal

  • Meskipun cefazolin aman, pasien dengan clearance creatinine <55 mL/min memerlukan penyesuaian dosis 5
  • Untuk clearance creatinine 35-54 mL/min: berikan dosis penuh dengan interval minimal 8 jam 5
  • Untuk clearance creatinine 11-34 mL/min: berikan setengah dosis setiap 12 jam 5

Pola Resistensi yang Perlu Diperhatikan

Patogen Umum dan Pola Resistensi

  • E. coli adalah patogen paling umum (36,8% dari ISK), diikuti oleh Enterococcus sp. dan Staphylococcus aureus 6, 7
  • E. coli menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap carbapenem dan nitrofurantoin, tetapi resistensi tinggi terhadap co-trimoxazole dan ciprofloxacin 7
  • Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL adalah patogen MDR paling umum (26% dari infeksi luka operasi) 3
  • Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Vancomycin-Resistant Enterococcus (VRE) merupakan ancaman utama di unit transplantasi ginjal 7

Implikasi untuk Pemilihan Antibiotik

  • Cefazolin tetap efektif untuk profilaksis perioperatif karena menargetkan flora kulit 2, 3
  • Untuk infeksi pasca-operasi yang terbukti, pilihan antibiotik harus dipandu oleh kultur dan sensitivitas 6, 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.