When is redosing of antibiotics required?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 26, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kapan Perlu Dilakukan Redosing Antibiotik

Redosing antibiotik intraoperatif diperlukan setelah dua kali waktu paruh antibiotik untuk memastikan kadar antimikroba yang adekuat dalam serum sampai insisi ditutup, terutama pada prosedur bedah yang berlangsung ≥2 jam. 1

Redosing Intraoperatif

Untuk prosedur bedah yang panjang:

  • Berikan redosing setelah dua kali waktu paruh antibiotik untuk menjaga kadar terapeutik selama operasi 1
  • Untuk prosedur yang berlangsung ≥2 jam, berikan 500 mg hingga 1 gram antibiotik selama operasi (modifikasi berdasarkan durasi prosedur) 2
  • Timing sangat penting: kadar antibiotik harus adekuat pada saat insisi awal dan selama momen-momen paparan terbesar terhadap organisme infektif 1

Contoh spesifik untuk cefazolin:

  • Dosis profilaksis: 1 gram IV diberikan 30 menit hingga 1 jam sebelum operasi dimulai 2
  • Redosing intraoperatif: 500 mg hingga 1 gram IV selama operasi untuk prosedur yang panjang 2
  • Dosis pascaoperasi: 500 mg hingga 1 gram IV setiap 6-8 jam selama 24 jam pascaoperasi 2

Redosing pada Pasien Sepsis

Berdasarkan tingkat risiko dan respons klinis:

Evaluasi pada 48 Jam Pertama

  • Pasien apireksia dengan ANC ≥0.5 × 10⁹/L: Pertimbangkan transisi ke antibiotik oral untuk pasien risiko rendah 1
  • Pasien masih demam pada 48 jam: Jika stabil secara klinis, lanjutkan terapi antibakteri awal; jika tidak stabil, rotasi atau perluas cakupan antibiotik 1
  • Jika vankomisin dimulai secara empiris: Hentikan setelah 2 hari jika tidak ada bukti infeksi gram positif 1

Monitoring Berkelanjutan

  • Pasien risiko tinggi: Evaluasi ulang setiap 30 menit 1
  • Pasien risiko sedang: Evaluasi ulang setiap jam 1
  • Pasien risiko rendah: Evaluasi ulang setiap 4-6 jam 1
  • Hitung ulang skor NEWS2 secara periodik dan evaluasi ulang risiko sepsis 1

Durasi Terapi dan Penghentian

Kriteria untuk menghentikan antibiotik:

  • Jika neutrofil ≥0.5 × 10⁹/L: Pasien asimtomatik, apireksia selama 48 jam, dan kultur darah negatif, antibiotik dapat dihentikan 1
  • Jika neutrofil ≤0.5 × 10⁹/L: Pasien tanpa komplikasi dan apireksia selama 5-7 hari, antibiotik dapat dihentikan (kecuali kasus risiko tinggi dengan leukemia akut atau pasca kemoterapi dosis tinggi) 1
  • Infeksi terdokumentasi: Lanjutkan antibiotik yang sesuai setidaknya selama durasi neutropenia (sampai ANC >500 sel/mm³) atau lebih lama jika diperlukan secara klinis 1

Pertimbangan Khusus untuk Beta-Laktam

Untuk pasien sakit kritis dengan infeksi intra-abdomen:

  • Pertimbangkan infus berkepanjangan atau kontinu dari beta-laktam untuk memaksimalkan waktu konsentrasi obat di atas MIC 1
  • Berikan loading dose yang lebih tinggi dari standar untuk agen hidrofilik seperti beta-laktam pada pasien dengan sepsis dan syok septik 1
  • Lakukan penilaian ulang harian terhadap regimen antimikroba karena perubahan patofisiologis dapat mempengaruhi ketersediaan obat secara signifikan 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengganti antibiotik empiris secara rutin pada pasien dengan demam persisten yang kondisinya stabil tanpa bukti infeksi yang teridentifikasi 1
  • Jangan melanjutkan vankomisin lebih dari 2 hari tanpa bukti infeksi gram positif 1
  • Jangan menunda redosing intraoperatif pada prosedur panjang karena dapat menyebabkan kadar antibiotik suboptimal 1
  • Jangan mengabaikan fungsi ginjal saat menentukan interval dosis—sesuaikan berdasarkan klirens kreatinin 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.