Pilihan Antibiotik Kombinasi untuk Kolangitis Moderate dan Severe
Untuk kolangitis moderate hingga severe, kombinasi piperacillin-tazobactam dengan atau tanpa aminoglikosida (amikacin) merupakan pilihan utama, dengan alternatif carbapenem (meropenem, imipenem-cilastatin, atau ertapenem) sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan aminoglikosida pada pasien syok septik. 1
Regimen Lini Pertama untuk Kolangitis Moderate-Severe
Pilihan Utama (Community-Acquired)
- Piperacillin-tazobactam sebagai monoterapi merupakan pilihan first-line yang direkomendasikan untuk kolangitis moderate hingga severe pada pasien non-critically ill 1, 2
- Dosis: 4g/0.5g setiap 6 jam atau 16g/2g continuous infusion untuk pasien kritis 3
Alternatif Carbapenem
- Meropenem, imipenem-cilastatin, atau ertapenem dapat digunakan sebagai monoterapi dengan spektrum yang lebih luas 1, 2
- Regimen ini memberikan coverage yang sangat baik terhadap Enterobacteriaceae dan organisme resisten 2
Kombinasi untuk Pasien Kritis atau Syok Septik
- Tambahkan amikacin pada regimen beta-laktam untuk enhanced gram-negative coverage pada pasien dengan syok septik 1
- Kombinasi ini memberikan aktivitas sinergistik terhadap bakteri gram-negatif yang berpotensi resisten 4
Regimen Alternatif Berdasarkan Situasi Klinis
Untuk Healthcare-Associated Cholangitis
- Kombinasi cefepime atau ceftazidime dengan metronidazole dapat digunakan 2
- Tambahkan vancomycin untuk coverage Enterococcus faecalis pada infeksi healthcare-associated 2, 1
- Pasien dengan riwayat instrumentasi bilier (stenting, ENBD, PTBD) memerlukan cephalosporin generasi keempat 1
Untuk Pasien dengan Biliary-Enteric Anastomosis
- Coverage anaerob wajib ditambahkan dengan metronidazole pada semua regimen 2, 1
- Kombinasi yang sesuai: piperacillin-tazobactam, atau carbapenem, atau fluoroquinolone/cephalosporin + metronidazole 2
Untuk Pasien Immunocompromised
- Pertimbangkan penambahan fluconazole untuk coverage antifungal, terutama jika ada keterlambatan diagnosis atau obstruksi bilier berkepanjangan 1
- Candida dalam bile dikaitkan dengan prognosis buruk dan memerlukan terapi antifungal tambahan 1
Pertimbangan Mikrobiologi Penting
Patogen Target Utama
- Regimen harus mencakup E. coli dan Klebsiella species sebagai prioritas utama 4, 5
- Coverage Enterococcus tidak diperlukan secara rutin pada community-acquired cholangitis 2
- Coverage Enterococcus diperlukan pada healthcare-associated infections dengan ampicillin, piperacillin-tazobactam, atau vancomycin 2, 1
Kapan Menghindari Anaerobic Coverage
- Coverage anaerob tidak diperlukan secara rutin kecuali ada biliary-enteric anastomosis 2, 1
- Studi prospektif menunjukkan penambahan metronidazole rutin tidak memperbaiki outcome jika drainase bilier emergen dapat dilakukan efisien 6
Regimen yang Tidak Direkomendasikan
Agen dengan Resistensi Tinggi
- Ampicillin-sulbactam tidak direkomendasikan karena tingginya tingkat resistensi E. coli komunitas 2
- Fluoroquinolone sebagai monoterapi harus dihindari sebagai lini pertama karena tingkat resistensi tinggi, meskipun penetrasi bilier sangat baik 1
Agen dengan Toksisitas Lebih Tinggi
- Aminoglikosida tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin pada dewasa karena tersedianya agen yang kurang toksik dengan efikasi setara 2
- Risiko nefrotoksisitas meningkat selama kolestasis, sehingga terapi aminoglikosida tidak boleh melebihi beberapa hari 4, 5
Pitfall Klinis yang Harus Dihindari
Kesalahan Fatal dalam Manajemen
- Jangan menunda drainase bilier pada kolangitis severe - antibiotik saja tidak akan mensterilkan traktus bilier dengan adanya obstruksi 2, 1, 4
- Drainase bilier adalah esensial untuk keberhasilan pengobatan; antibiotik tanpa mengatasi obstruksi yang mendasari tidak akan efektif 2, 1
Kesalahan dalam Pemilihan Coverage
- Jangan gagal memberikan coverage anaerob pada pasien dengan biliary-enteric anastomoses 2, 1
- Jangan abaikan kemungkinan infeksi fungal (Candida) pada pasien immunocompromised atau dengan obstruksi bilier berkepanjangan 2, 1
Timing Antibiotik
- Mulai antibiotik spektrum luas dalam 1 jam onset gejala pada pasien dengan sepsis atau syok 1
- Penundaan terapi antibiotik dan drainase bilier pada kolangitis severe merupakan pitfall umum yang harus dihindari 1
Durasi dan Penyesuaian Terapi
Durasi Standar
- Terapi antibiotik untuk kolangitis akut harus diberikan selama 7-10 hari dalam dosis terapeutik 7
- Untuk kolangitis complicated dengan source control adekuat, pasien immunocompetent non-critically ill memerlukan 4 hari antibiotik, sementara pasien immunocompromised atau critically ill mungkin memerlukan hingga 7 hari 3
Penyesuaian Berdasarkan Kultur
- Tailoring terapi harus dilakukan ketika hasil kultur dan sensitivitas tersedia untuk mengurangi jumlah dan spektrum agen yang diberikan 2
- Terapi empirik harus disesuaikan berdasarkan profil susceptibility lokal dan, jika tersedia, susceptibility isolat 2