Vaping Menurunkan Kapasitas Paru pada Remaja
Ya, vaping dapat menurunkan kapasitas paru pada remaja dan menyebabkan kerusakan fungsi pernapasan yang signifikan. Bukti menunjukkan bahwa paparan nikotin dan zat toksik dalam aerosol vaping dapat menyebabkan cedera paru akut dan gangguan fungsi paru jangka panjang pada populasi remaja.
Dampak Langsung pada Fungsi Paru
Merokok pada masa remaja, termasuk vaping, menyebabkan penurunan tingkat pertumbuhan paru-paru dan tingkat maksimum fungsi paru-paru, yang dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan pernapasan 1. Ini sangat kritis karena paru-paru remaja masih dalam tahap perkembangan.
Temuan Klinis pada Remaja yang Vaping
Studi pada remaja yang dirawat di rumah sakit karena cedera paru terkait vaping menunjukkan:
- Tes fungsi paru menunjukkan penurunan kapasitas difusi pada 33% pasien, pola obstruktif pada 33%, pola restriktif pada 8%, dan pola campuran pada 17% remaja 2
- Semua pasien remaja menunjukkan opasitas ground-glass bilateral pada CT scan dada, menandakan cedera paru akut 2, 3
- Lima dari enam pasien remaja memerlukan eskalasi terapi asma pada follow-up, menunjukkan komplikasi pernapasan residual yang persisten 4
Mekanisme Kerusakan Paru
Zat Toksik dalam Aerosol Vaping
Produk vaping mengandung dan mengeluarkan berbagai zat yang berpotensi toksik selain nikotin 5, 6. Aerosol vaping bukan uap sederhana, tetapi suspensi partikel halus dalam gas yang mengandung:
- Propylene glycol dan vegetable glycerin sebagai pelarut pembawa 5
- Bahan kimia perasa yang beragam 5
- Partikel halus dan ultrahalus yang dapat dihirup 5
- Zat karsinogenik 5
Efek Nikotin pada Remaja
Nikotin sangat adiktif dan mempengaruhi banyak sistem tubuh, mediator, dan jalur metabolik 6. Yang lebih mengkhawatirkan:
- Paparan nikotin selama masa remaja dapat mengubah perkembangan neurologis dan struktur otak, karena otak remaja sangat rentan terhadap efeknya 1
- Nikotin memiliki efek kardiovaskular yang signifikan dan dapat berperan dalam perkembangan penyakit arteri koroner, aterosklerosis, dan aneurisma aorta 7, 6
Wabah EVALI dan Risiko Akut
Wabah E-cigarette or Vaping product use-Associated Lung Injury (EVALI) di Amerika Serikat pada tahun 2019 menyebabkan lebih dari 2.800 rawat inap, menyoroti risiko akut produk vaping 5, 8. Pada remaja:
- 69% pasien EVALI remaja datang dengan gejala pernapasan, sementara 85% menunjukkan gejala gastrointestinal yang menonjol 3
- 92% pasien remaja melaporkan vaping produk yang mengandung THC, dan 62% melaporkan vaping nikotin 3
- Empat pasien remaja memerlukan oksigen di rumah berdasarkan hasil tes jalan 6 menit 3
Paparan Pasif dan Risiko Lingkungan
Paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi pernapasan dan dapat menghambat perkembangan fungsi paru-paru optimal pada remaja 1. Ini juga berlaku untuk aerosol vaping:
- Inhalasi pasif dari tetesan yang diuapkan, partikel, nikotin, dan zat lain ke udara dalam ruangan dapat memiliki efek kesehatan yang merugikan secara signifikan 5, 6
- Efek kesehatan yang merugikan bagi non-perokok yang terpapar emisi rokok elektronik tidak dapat dikesampingkan 5
Rekomendasi Klinis
Untuk Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan harus menanyakan tentang penggunaan tembakau dan paparan asap tembakau sebagai bagian dari kunjungan pengawasan kesehatan 1. Secara khusus:
- Skrining untuk penggunaan tembakau, nikotin, dan rokok elektronik harus dimasukkan ke dalam kunjungan perawatan kesehatan rutin 7
- Penyedia layanan kesehatan harus menyarankan individu untuk menghindari vaping dan menggunakan rokok elektronik, baik sebagai cara untuk berhenti merokok atau sebagai aktivitas rekreasi 7, 6
- Penggunaan rokok elektronik atau vaping harus secara khusus tidak dianjurkan pada remaja karena peningkatan risiko penyakit kardiovaskular 7
Posisi Regulasi
Forum of International Respiratory Societies merekomendasikan bahwa perangkat pengiriman nikotin elektronik harus dibatasi atau dilarang, setidaknya sampai informasi lebih lanjut tentang keamanannya tersedia 5, 6. Ini berdasarkan:
- Risiko kesehatan dari rokok elektronik belum dipelajari secara memadai 5
- Tidak ada produk tembakau yang aman, termasuk penggunaan rokok elektronik 5
Peringatan Penting
Kesalahpahaman Umum
Banyak orang salah menganggap rokok elektronik sebagai tidak berbahaya atau jauh lebih tidak berbahaya daripada rokok tradisional 7. Namun:
- Meskipun produk tembakau yang mudah terbakar jelas paling berbahaya, produk pengiriman nikotin elektronik tidak boleh dikarakterisasi sebagai tidak berbahaya 7
- Klaim bahwa ENDS "lebih sehat" dan "lebih aman" daripada rokok konvensional belum divalidasi secara ilmiah 5
Diagnosis yang Terlewat
Pasien remaja mungkin tidak terbuka dengan riwayat penggunaan rokok elektronik mereka, sehingga penting bagi radiolog pediatrik untuk menyadari pola pencitraan penyakit ini 2. Tanpa skrining yang tepat, pasien-pasien ini dapat salah didiagnosis 4.
Risiko Kecanduan
Sekitar 82% orang dewasa berusia 30-39 tahun yang pernah merokok setiap hari mencoba rokok pertama mereka sebelum usia 18 tahun 1. Ini menunjukkan bahwa:
- Remaja menjadi ketergantungan pada nikotin jauh lebih awal dari yang sebelumnya dipercaya 1
- Produk rokok elektronik dapat berkontribusi pada ketergantungan nikotin 7
Alternatif untuk Berhenti Merokok
US Preventive Services Task Force merekomendasikan fokus pada konseling perilaku yang terbukti dan farmakoterapi yang disetujui FDA untuk penghentian merokok daripada rokok elektronik 5, 6. Ini karena:
- Bukti tentang manfaat dan bahaya rokok elektronik untuk meningkatkan penghentian tembakau tidak mencukupi 5
- Rokok elektronik tidak disetujui sebagai alat bantu penghentian merokok oleh badan regulasi, tidak seperti terapi pengganti nikotin standar 6
- Penggunaan rokok elektronik yang berkelanjutan setelah fase intervensi uji coba tetap tinggi, menunjukkan ketergantungan nikotin yang berkelanjutan 5