What is the difference between narcotics and psychotropics?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 28, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan Narkotika dan Psikotropika

Narkotika dan psikotropika adalah dua kategori zat yang berbeda secara fundamental: narkotika terutama berasal dari opiat/opioid dan memiliki efek analgesik kuat dengan potensi ketergantungan fisik yang ekstrem, sedangkan psikotropika adalah obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf pusat untuk mengobati gangguan psikiatrik dengan mekanisme kerja pada berbagai sistem neurotransmitter.

Definisi dan Karakteristik Dasar

Narkotika

  • Narkotika adalah senyawa eksogen yang berasal dari alam (tanaman atau mikroba), mengandung banyak atom kiral, dan mempengaruhi proses neurotransmisi di sistem saraf pusat 1
  • Morfin dan kokain adalah contoh klasik narkotika yang memiliki ligan endogen yang sesuai dalam tubuh 1
  • Narkotika memiliki potensi penyalahgunaan yang signifikan dengan toleransi dan ketergantungan fisiologis ekstrem yang dapat terjadi dengan cepat 2
  • Antagonis spesifik tersedia untuk intoksikasi narkotika, seperti nalokson untuk keracunan opioid 3

Psikotropika

  • Psikotropika adalah obat-obatan yang diindikasikan untuk pengobatan gangguan psikiatrik 3
  • Psikotropika mencakup berbagai kelas obat: antidepresan, antipsikotik, benzodiazepin, stimulan, dan obat-obatan lain yang mempengaruhi fungsi mental 4
  • Obat psikotropika modern dirancang untuk mengurangi gangguan sistem saraf pusat seperti kantuk dibandingkan dengan obat psikotropika konvensional 4

Mekanisme Kerja dan Efek Farmakologis

Perbedaan Mekanisme

  • Narkotika bekerja terutama pada sistem opioid endogen dengan efek analgesik yang kuat, sedangkan psikotropika bekerja pada berbagai sistem neurotransmitter (serotonin, dopamin, norepinefrin, GABA) 1, 5
  • Psikotropika dapat diklasifikasikan berdasarkan aktivitas monoaminergik: stimulan menghambat transpor dopamin dan norepinefrin, entaktogen meningkatkan pelepasan serotonin, dan halusinogen bertindak sebagai agonis pada reseptor serotonergik 5-HT2A 6
  • Alkohol, yang sering digunakan sebagai kontrol positif dalam studi psikotropika, bekerja sebagai agonis reseptor GABAA dan juga mempengaruhi sistem neurotransmitter lain 4

Efek pada Fungsi Kognitif dan Motorik

  • Psikotropika dapat mempengaruhi domain fungsional yang terkait dengan mengemudi kendaraan: kewaspadaan, fungsi sensori-perseptual, fungsi kognitif, dan fungsi psikomotor 4
  • Evaluasi efek psikotropika pada kinerja mengemudi menggunakan pendekatan bertingkat melalui studi nonklinis dan klinis 4
  • Narkotika terutama menyebabkan depresi SSP dan sedasi, dengan risiko depresi pernapasan pada dosis tinggi 3

Potensi Penyalahgunaan dan Ketergantungan

Profil Risiko Narkotika

  • Narkotika memiliki potensi adiktif yang sangat tinggi dengan toleransi dan ketergantungan fisiologis ekstrem yang dapat berkembang dengan cepat 2
  • Overdosis narkotika dapat terjadi secara tidak sengaja, terutama pada pengguna dengan gangguan penggunaan zat 3

Profil Risiko Psikotropika

  • Psikotropika memiliki spektrum risiko ketergantungan yang bervariasi: benzodiazepin memiliki potensi adiktif, sedangkan nootropika tidak menunjukkan risiko toleransi atau ketergantungan fisiologis yang ekstrem 2
  • Obat psikotropika dopaminergik sangat adiktif, sedangkan obat serotonergik memiliki profil ketergantungan yang lebih rendah 6
  • Monitoring untuk gangguan penggunaan zat sangat penting pada pasien yang menerima psikotropika 7

Penggunaan Klinis

Indikasi Narkotika

  • Narkotika (analgesik narkotik) adalah tulang punggung intervensi farmakologis untuk nyeri kanker 5
  • Narkotika digunakan sebagai analgesik utama dengan efek yang kuat pada sistem opioid 5

Indikasi Psikotropika

  • Psikotropika digunakan untuk berbagai gangguan psikiatrik: ADHD, depresi mayor, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan, mania, gangguan tic, skizofrenia, agresi, dan autisme 4
  • Antidepresan (khususnya SSRI) direkomendasikan sebagai farmakoterapi lini pertama untuk gangguan mood komorbid 7
  • Psikotropika juga berguna sebagai agen analgesik adjuvan dalam manajemen nyeri kanker, terutama antidepresan 5

Manajemen Intoksikasi

Antidot Spesifik

  • Untuk intoksikasi benzodiazepin dan opioid, flumazenil dan nalokson digunakan sebagai antagonis spesifik 3
  • Untuk intoksikasi antidepresan trisiklik, natrium bikarbonat adalah pengobatan pilihan 3
  • Natrium bikarbonat juga dapat diberikan untuk keracunan SSRI dan neuroleptik dalam kasus kardiotoksisitas 3

Komplikasi Serius

  • Obat serotonergik (entaktogen dan halusinogen) dikaitkan dengan sindrom serotonin akut, hipertermia, kejang, dan hiponatremia 6
  • Obat dopaminergik menyebabkan toksisitas akut termasuk stimulasi berkepanjangan, insomnia, agitasi, dan psikosis 6

Pertimbangan Keamanan Khusus

Risiko Kardiak Psikotropika

  • Beberapa obat psikotropika dikaitkan dengan perpanjangan interval QT dan peningkatan risiko kematian jantung mendadak 4
  • Haloperidol menyebabkan perpanjangan QT rata-rata 7 ms pada dosis biasa, menempatkannya dalam kategori risiko sedang 8
  • Pemberian haloperidol intravena membawa peringatan FDA non-kotak hitam karena kematian terkait dengan dosis tinggi; rute intramuskular adalah rute parenteral yang disukai 8
  • Penilaian risiko kardiak terstruktur diperlukan sebelum memulai pengobatan dengan obat pro-aritmia, termasuk ECG untuk menilai tanda-tanda penyakit jantung atau interval QT yang memanjang 4

Pendekatan Dosis

  • Pendekatan "mulai rendah, naik perlahan" untuk dosis obat direkomendasikan untuk pasien dengan komorbiditas multipel 7

References

Research

[Intoxication with psychotropic drugs].

Medizinische Klinik, Intensivmedizin und Notfallmedizin, 2017

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Psychotropic adjuvant analgesic drugs for cancer pain.

Journal of pain and symptom management, 1989

Guideline

Psychiatric Management of Empty Nose Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Haloperidol Drug Interactions and Precautions

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.