Perbedaan Narkotika dan Psikotropika
Narkotika dan psikotropika adalah dua kategori zat yang berbeda secara fundamental: narkotika terutama berasal dari opiat/opioid dan memiliki efek analgesik kuat dengan potensi ketergantungan fisik yang ekstrem, sedangkan psikotropika adalah obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf pusat untuk mengobati gangguan psikiatrik dengan mekanisme kerja pada berbagai sistem neurotransmitter.
Definisi dan Karakteristik Dasar
Narkotika
- Narkotika adalah senyawa eksogen yang berasal dari alam (tanaman atau mikroba), mengandung banyak atom kiral, dan mempengaruhi proses neurotransmisi di sistem saraf pusat 1
- Morfin dan kokain adalah contoh klasik narkotika yang memiliki ligan endogen yang sesuai dalam tubuh 1
- Narkotika memiliki potensi penyalahgunaan yang signifikan dengan toleransi dan ketergantungan fisiologis ekstrem yang dapat terjadi dengan cepat 2
- Antagonis spesifik tersedia untuk intoksikasi narkotika, seperti nalokson untuk keracunan opioid 3
Psikotropika
- Psikotropika adalah obat-obatan yang diindikasikan untuk pengobatan gangguan psikiatrik 3
- Psikotropika mencakup berbagai kelas obat: antidepresan, antipsikotik, benzodiazepin, stimulan, dan obat-obatan lain yang mempengaruhi fungsi mental 4
- Obat psikotropika modern dirancang untuk mengurangi gangguan sistem saraf pusat seperti kantuk dibandingkan dengan obat psikotropika konvensional 4
Mekanisme Kerja dan Efek Farmakologis
Perbedaan Mekanisme
- Narkotika bekerja terutama pada sistem opioid endogen dengan efek analgesik yang kuat, sedangkan psikotropika bekerja pada berbagai sistem neurotransmitter (serotonin, dopamin, norepinefrin, GABA) 1, 5
- Psikotropika dapat diklasifikasikan berdasarkan aktivitas monoaminergik: stimulan menghambat transpor dopamin dan norepinefrin, entaktogen meningkatkan pelepasan serotonin, dan halusinogen bertindak sebagai agonis pada reseptor serotonergik 5-HT2A 6
- Alkohol, yang sering digunakan sebagai kontrol positif dalam studi psikotropika, bekerja sebagai agonis reseptor GABAA dan juga mempengaruhi sistem neurotransmitter lain 4
Efek pada Fungsi Kognitif dan Motorik
- Psikotropika dapat mempengaruhi domain fungsional yang terkait dengan mengemudi kendaraan: kewaspadaan, fungsi sensori-perseptual, fungsi kognitif, dan fungsi psikomotor 4
- Evaluasi efek psikotropika pada kinerja mengemudi menggunakan pendekatan bertingkat melalui studi nonklinis dan klinis 4
- Narkotika terutama menyebabkan depresi SSP dan sedasi, dengan risiko depresi pernapasan pada dosis tinggi 3
Potensi Penyalahgunaan dan Ketergantungan
Profil Risiko Narkotika
- Narkotika memiliki potensi adiktif yang sangat tinggi dengan toleransi dan ketergantungan fisiologis ekstrem yang dapat berkembang dengan cepat 2
- Overdosis narkotika dapat terjadi secara tidak sengaja, terutama pada pengguna dengan gangguan penggunaan zat 3
Profil Risiko Psikotropika
- Psikotropika memiliki spektrum risiko ketergantungan yang bervariasi: benzodiazepin memiliki potensi adiktif, sedangkan nootropika tidak menunjukkan risiko toleransi atau ketergantungan fisiologis yang ekstrem 2
- Obat psikotropika dopaminergik sangat adiktif, sedangkan obat serotonergik memiliki profil ketergantungan yang lebih rendah 6
- Monitoring untuk gangguan penggunaan zat sangat penting pada pasien yang menerima psikotropika 7
Penggunaan Klinis
Indikasi Narkotika
- Narkotika (analgesik narkotik) adalah tulang punggung intervensi farmakologis untuk nyeri kanker 5
- Narkotika digunakan sebagai analgesik utama dengan efek yang kuat pada sistem opioid 5
Indikasi Psikotropika
- Psikotropika digunakan untuk berbagai gangguan psikiatrik: ADHD, depresi mayor, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan, mania, gangguan tic, skizofrenia, agresi, dan autisme 4
- Antidepresan (khususnya SSRI) direkomendasikan sebagai farmakoterapi lini pertama untuk gangguan mood komorbid 7
- Psikotropika juga berguna sebagai agen analgesik adjuvan dalam manajemen nyeri kanker, terutama antidepresan 5
Manajemen Intoksikasi
Antidot Spesifik
- Untuk intoksikasi benzodiazepin dan opioid, flumazenil dan nalokson digunakan sebagai antagonis spesifik 3
- Untuk intoksikasi antidepresan trisiklik, natrium bikarbonat adalah pengobatan pilihan 3
- Natrium bikarbonat juga dapat diberikan untuk keracunan SSRI dan neuroleptik dalam kasus kardiotoksisitas 3
Komplikasi Serius
- Obat serotonergik (entaktogen dan halusinogen) dikaitkan dengan sindrom serotonin akut, hipertermia, kejang, dan hiponatremia 6
- Obat dopaminergik menyebabkan toksisitas akut termasuk stimulasi berkepanjangan, insomnia, agitasi, dan psikosis 6
Pertimbangan Keamanan Khusus
Risiko Kardiak Psikotropika
- Beberapa obat psikotropika dikaitkan dengan perpanjangan interval QT dan peningkatan risiko kematian jantung mendadak 4
- Haloperidol menyebabkan perpanjangan QT rata-rata 7 ms pada dosis biasa, menempatkannya dalam kategori risiko sedang 8
- Pemberian haloperidol intravena membawa peringatan FDA non-kotak hitam karena kematian terkait dengan dosis tinggi; rute intramuskular adalah rute parenteral yang disukai 8
- Penilaian risiko kardiak terstruktur diperlukan sebelum memulai pengobatan dengan obat pro-aritmia, termasuk ECG untuk menilai tanda-tanda penyakit jantung atau interval QT yang memanjang 4
Pendekatan Dosis
- Pendekatan "mulai rendah, naik perlahan" untuk dosis obat direkomendasikan untuk pasien dengan komorbiditas multipel 7