Peningkatan Resistensi Vaskular BUKAN Akibat Langsung dari Peningkatan Permeabilitas Kapiler pada Luka Bakar Luas
Jawaban yang benar adalah b. Peningkatan resistensi vaskular - ini adalah satu-satunya kondisi yang TIDAK diakibatkan secara langsung oleh peningkatan permeabilitas kapiler pada luka bakar luas.
Patofisiologi Peningkatan Permeabilitas Kapiler pada Luka Bakar
Pada luka bakar yang luas, peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstisial, mengakibatkan hipovolemia relatif 1. Proses ini menjelaskan mengapa:
Kondisi yang TERJADI akibat peningkatan permeabilitas kapiler:
a. Curah jantung menurun - Terjadi karena:
- Kehilangan volume intravaskular akibat kebocoran kapiler menyebabkan penurunan preload 1, 2
- Penelitian menunjukkan pasien luka bakar mengalami hipovolemia meskipun mendapat resusitasi cairan agresif (median 7.9 mL/kg/jam) 2
- Fase awal luka bakar ditandai dengan penurunan cardiac output dan peningkatan resistensi vaskular sistemik dan pulmonal 1
c. Urin output menurun - Terjadi karena:
- Hipovolemia akibat kebocoran kapiler menurunkan perfusi ginjal 3
- Target urin output 0.5-1 mL/kg/jam digunakan sebagai parameter paling mudah untuk memandu resusitasi cairan 3, 4
- Oliguria persisten meskipun resusitasi menunjukkan hipovolemia berkelanjutan 2
d. Tekanan CVP menurun - Terjadi karena:
- Kehilangan volume intravaskular secara langsung menurunkan tekanan vena sentral 5, 6
- Studi menunjukkan tanda-tanda hipovolemia sentral pada 12 jam pertama pasca luka bakar 5
- CVP digunakan sebagai parameter monitoring hemodinamik lanjutan pada pasien dengan instabilitas hemodinamik 3
Kondisi yang TIDAK TERJADI secara langsung:
b. Peningkatan resistensi vaskular - Ini adalah respons kompensasi tubuh, BUKAN akibat langsung dari peningkatan permeabilitas kapiler:
- Peningkatan systemic vascular resistance (SVR) adalah mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah saat terjadi hipovolemia 1
- Fase awal luka bakar memang menunjukkan peningkatan resistensi vaskular sistemik dan pulmonal, tetapi ini adalah respons neurohumoral terhadap hipovolemia, bukan akibat langsung kebocoran kapiler 1
- Setelah resusitasi cairan adekuat, resistensi vaskular justru menurun 2, 5, 6
Implikasi Klinis
Pemahaman patofisiologi ini penting untuk manajemen resusitasi cairan:
- Formula Parkland (2-4 mL/kg/%TBSA) hanya estimasi awal yang harus disesuaikan dengan parameter klinis 3, 4
- Monitoring hemodinamik lanjutan (ekokardiografi, cardiac output, CVP) sangat berharga pada pasien dengan instabilitas hemodinamik dan/atau oliguria persisten 3
- Hindari under-resuscitation maupun over-resuscitation ("fluid creep") karena keduanya meningkatkan morbiditas 3, 7