What is the treatment for maxillary sinusitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Sinusitis Maxilaris

Pilihan Antibiotik Lini Pertama

Amoxicillin-clavulanate 875 mg/125 mg dua kali sehari selama 7-10 hari adalah terapi antibiotik lini pertama yang direkomendasikan untuk sinusitis maxilaris bakterial akut pada dewasa. 1, 2

  • Kombinasi amoxicillin-clavulanate dipilih karena meningkatnya prevalensi organisme penghasil beta-laktamase (H. influenzae dan M. catarrhalis) 1, 2
  • Amoxicillin dosis standar 500 mg dua kali sehari atau 875 mg dua kali sehari masih dapat diterima untuk kasus tanpa komplikasi dan tanpa riwayat penggunaan antibiotik baru-baru ini 1, 2
  • Untuk infeksi yang lebih berat, dosis amoxicillin yang lebih tinggi (875 mg dua kali sehari) direkomendasikan 1

Durasi Terapi

  • Durasi pengobatan standar adalah 7-10 hari, dengan pengobatan dilanjutkan hingga bebas gejala selama 7 hari (biasanya total 10-14 hari) 3, 1, 2
  • Beberapa sefalosporin seperti cefuroxime-axetil dan cefpodoxime-proxetil telah terbukti efektif dalam kursus 5 hari 3, 2

Pasien dengan Alergi Penisilin

Untuk pasien dengan alergi penisilin yang terdokumentasi, pilihan alternatif meliputi:

  • Sefalosporin generasi kedua: cefuroxime-axetil 3, 1, 2
  • Sefalosporin generasi ketiga: cefpodoxime-proxetil, cefdinir, atau cefotiam-hexetil 3, 1, 2
  • Pristinamycin khususnya untuk kasus alergi beta-laktam 3
  • Risiko reaksi alergi serius terhadap sefalosporin generasi kedua dan ketiga pada pasien alergi penisilin sangat kecil 1

Terapi Lini Kedua untuk Kegagalan Pengobatan

Jika tidak ada perbaikan setelah 3-5 hari terapi awal, ganti ke antibiotik yang berbeda: 1, 2

  • Amoxicillin-clavulanate dosis tinggi jika belum digunakan 1, 2
  • Fluoroquinolone respiratorik (levofloxacin 500-750 mg sekali sehari atau moxifloxacin) untuk kegagalan pengobatan atau sinusitis komplikata 3, 1
  • Fluoroquinolone harus dicadangkan untuk situasi dengan kemungkinan komplikasi mayor (sinusitis frontal, fronto-ethmoidal, atau sphenoidal) atau kegagalan terapi lini pertama 3, 1
  • Fluoroquinolone menunjukkan efikasi klinis 90-92% dan cakupan sangat baik terhadap S. pneumoniae resisten multi-obat 1

Terapi Adjuvan

  • Kortikosteroid intranasal direkomendasikan sebagai terapi adjuvan untuk antibiotik pada sinusitis akut dan kronis 1, 2
  • Kortikosteroid oral jangka pendek dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan edema mukosa yang nyata atau yang gagal merespons pengobatan awal 1, 2
  • Kortikosteroid dapat bermanfaat sebagai terapi adjuvan jangka pendek pada sinusitis hyperalgic akut (nyeri berat) 3, 1
  • Dekongestan dapat digunakan jangka pendek untuk mengurangi kongesti nasal, tetapi dekongestan topikal tidak boleh digunakan lebih dari 3 hari karena risiko rhinitis medicamentosa 2, 4

Pertimbangan Pediatrik

Untuk anak-anak dengan sinusitis maxilaris bakterial akut:

  • Amoxicillin-clavulanate 80 mg/kg/hari komponen amoxicillin dengan 6,4 mg/kg/hari clavulanate dalam 2 dosis terbagi untuk anak dengan faktor risiko 3, 1
  • Amoxicillin dosis standar 45 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi untuk terapi standar 1
  • Amoxicillin dosis tinggi 80-90 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi untuk daerah dengan prevalensi tinggi S. pneumoniae resisten 3, 1
  • Untuk anak alergi penisilin: cefpodoxime proxetil 8 mg/kg/hari dalam dua dosis 3, 1
  • Durasi pengobatan standar adalah 7-10 hari 3

Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan azithromycin atau makrolida lain sebagai terapi lini pertama karena tingkat resistensi 20-25% 1
  • Jangan gunakan fluoroquinolone sebagai terapi rutin lini pertama - cadangkan untuk kegagalan pengobatan, sinusitis komplikata, atau organisme resisten multi-obat untuk mencegah perkembangan resistensi 3, 1, 2
  • Durasi pengobatan yang tidak memadai dapat menyebabkan relaps - pastikan kursus penuh diselesaikan bahkan setelah gejala membaik 1, 2
  • Tingkat relaps dalam satu bulan setelah terapi yang berhasil adalah 7% 5
  • Evaluasi ulang pada 72 jam (pediatrik) atau 3-5 hari (dewasa) jika tidak ada perbaikan untuk menghindari kegagalan pengobatan 1, 2
  • Number needed to treat dengan antibiotik adalah 3-5 untuk gejala persisten 1

Indikasi Khusus

  • Untuk sinusitis maxilaris asal gigi (odontogenik), terapi antibiotik pasti diindikasikan dan memerlukan pendekatan multidisiplin dengan tim otolaringologi dan gigi 4, 6
  • Untuk sinusitis frontal, ethmoidal, atau sphenoidal yang membawa risiko komplikasi lebih tinggi, terapi antibiotik adalah wajib dan fluoroquinolone harus dipertimbangkan 3, 1, 4

References

Guideline

Treatment of Acute Bacterial Sinusitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Acute Bacterial Sinusitis Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Acute Bacterial Sinusitis Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antibiotics for acute maxillary sinusitis.

The Cochrane database of systematic reviews, 2003

Research

Odontogenic maxillary sinusitis: A comprehensive review.

Journal of dental sciences, 2021

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.