Tidak Ada Bukti Bahwa Pantang Seksual Menyebabkan Hipertrofi Prostat
Tidak melakukan aktivitas seksual tidak menyebabkan benign prostatic hyperplasia (BPH). Berdasarkan pedoman American Urological Association dan literatur medis yang tersedia, tidak ada hubungan kausal antara pantang seksual dengan perkembangan BPH.
Faktor Risiko BPH yang Sebenarnya
BPH berkembang karena mekanisme yang sama sekali berbeda dari aktivitas seksual:
Faktor Hormonal dan Usia
- BPH memerlukan kehadiran testosteron untuk berkembang, bukan ketiadaan aktivitas seksual 1, 2
- Enzim 5-alpha reductase mengkonversi testosteron menjadi dihydrotestosterone (DHT), yang merupakan hormon androgenik lebih poten yang memicu pertumbuhan prostat 1
- Usia adalah faktor risiko utama: prevalensi meningkat dari 60% pada usia 60 tahun hingga 80% pada usia 80 tahun 1, 2
Mekanisme Patofisiologi
- BPH terjadi karena ketidakseimbangan antara pertumbuhan sel dan apoptosis (kematian sel) yang menguntungkan pertumbuhan, menyebabkan peningkatan massa seluler di zona transisi prostat 1, 2
- Proses ini adalah multifaktorial dengan etiologi yang tidak sepenuhnya dipahami, tetapi memerlukan testosteron, bukan aktivitas seksual 1
Hubungan Antara Fungsi Seksual dan BPH
Hubungan yang ada justru sebaliknya dari yang ditanyakan:
BPH Mempengaruhi Fungsi Seksual
- Pria dengan BPH/LUTS memiliki risiko lebih tinggi untuk disfungsi seksual, termasuk disfungsi ereksi dan disfungsi ejakulasi 1, 3, 4
- Studi epidemiologi mengkonfirmasi asosiasi antara BPH/LUTS dan disfungsi seksual pada pria yang menua, independen dari efek usia dan komorbiditas lainnya 4
Pengobatan BPH Dapat Mempengaruhi Fungsi Seksual
- Terapi bedah untuk BPH dapat menyebabkan disfungsi ejakulasi (65%) dan disfungsi ereksi (10%) 3
- Terapi medis dengan alpha-blocker dan 5-alpha reductase inhibitor dapat menyebabkan efek samping seksual seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, dan gangguan ejakulasi 1, 3, 4
Kesalahpahaman Umum
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos bahwa pantang seksual menyebabkan pembesaran prostat. Sebaliknya:
- Terapi penggantian testosteron pada pria dengan hipogonadisme tidak memperburuk gejala BPH meskipun volume prostat meningkat sedikit 1, 5
- Korelasi yang buruk antara volume prostat dan gejala urinarius menjelaskan mengapa peningkatan testosteron tidak secara tipikal memperburuk LUTS 1, 5
Implikasi Klinis
Ketika mengevaluasi pasien dengan gejala saluran kemih bawah: