Does sexual abstinence cause Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tidak Ada Bukti Bahwa Pantang Seksual Menyebabkan Hipertrofi Prostat

Tidak melakukan aktivitas seksual tidak menyebabkan benign prostatic hyperplasia (BPH). Berdasarkan pedoman American Urological Association dan literatur medis yang tersedia, tidak ada hubungan kausal antara pantang seksual dengan perkembangan BPH.

Faktor Risiko BPH yang Sebenarnya

BPH berkembang karena mekanisme yang sama sekali berbeda dari aktivitas seksual:

Faktor Hormonal dan Usia

  • BPH memerlukan kehadiran testosteron untuk berkembang, bukan ketiadaan aktivitas seksual 1, 2
  • Enzim 5-alpha reductase mengkonversi testosteron menjadi dihydrotestosterone (DHT), yang merupakan hormon androgenik lebih poten yang memicu pertumbuhan prostat 1
  • Usia adalah faktor risiko utama: prevalensi meningkat dari 60% pada usia 60 tahun hingga 80% pada usia 80 tahun 1, 2

Mekanisme Patofisiologi

  • BPH terjadi karena ketidakseimbangan antara pertumbuhan sel dan apoptosis (kematian sel) yang menguntungkan pertumbuhan, menyebabkan peningkatan massa seluler di zona transisi prostat 1, 2
  • Proses ini adalah multifaktorial dengan etiologi yang tidak sepenuhnya dipahami, tetapi memerlukan testosteron, bukan aktivitas seksual 1

Hubungan Antara Fungsi Seksual dan BPH

Hubungan yang ada justru sebaliknya dari yang ditanyakan:

BPH Mempengaruhi Fungsi Seksual

  • Pria dengan BPH/LUTS memiliki risiko lebih tinggi untuk disfungsi seksual, termasuk disfungsi ereksi dan disfungsi ejakulasi 1, 3, 4
  • Studi epidemiologi mengkonfirmasi asosiasi antara BPH/LUTS dan disfungsi seksual pada pria yang menua, independen dari efek usia dan komorbiditas lainnya 4

Pengobatan BPH Dapat Mempengaruhi Fungsi Seksual

  • Terapi bedah untuk BPH dapat menyebabkan disfungsi ejakulasi (65%) dan disfungsi ereksi (10%) 3
  • Terapi medis dengan alpha-blocker dan 5-alpha reductase inhibitor dapat menyebabkan efek samping seksual seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, dan gangguan ejakulasi 1, 3, 4

Kesalahpahaman Umum

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos bahwa pantang seksual menyebabkan pembesaran prostat. Sebaliknya:

  • Terapi penggantian testosteron pada pria dengan hipogonadisme tidak memperburuk gejala BPH meskipun volume prostat meningkat sedikit 1, 5
  • Korelasi yang buruk antara volume prostat dan gejala urinarius menjelaskan mengapa peningkatan testosteron tidak secara tipikal memperburuk LUTS 1, 5

Implikasi Klinis

Ketika mengevaluasi pasien dengan gejala saluran kemih bawah:

  • Fokus pada faktor risiko yang terbukti: usia, riwayat keluarga, dan faktor hormonal 1, 2
  • Gunakan AUA Symptom Index (IPSS) untuk penilaian gejala, bukan riwayat aktivitas seksual 1
  • Evaluasi fungsi seksual sebagai bagian dari penilaian kualitas hidup, tetapi bukan sebagai faktor kausal BPH 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Risk Factors for Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Relationship Between Low Testosterone and Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.