Tatalaksana Dermatitis Kontak Iritan
Penghindaran iritan dan perlindungan kulit merupakan landasan utama tatalaksana dermatitis kontak iritan, dikombinasikan dengan penggunaan emolien dan kortikosteroid topikal untuk mengatasi inflamasi aktif. 1
Prinsip Tatalaksana Utama
1. Identifikasi dan Penghindaran Iritan
- Iritan paling umum adalah sabun, deterjen, dan air itu sendiri – hindari kontak berlebihan dengan bahan-bahan ini 1
- Dalam setting okupasional, identifikasi iritan lain seperti minyak, cairan pendingin, alkali, asam, dan pelarut 1
- Kunjungan ke tempat kerja mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya kulit yang tidak terlihat dari anamnesis saja 1
- Ganti semua sabun dan deterjen dengan emolien sebagai pengganti pembersih 1
2. Perlindungan Kulit
Untuk dermatitis tangan (lokasi tersering), sarung tangan adalah perlindungan utama:
- Untuk tugas rumah tangga: gunakan sarung tangan karet atau polivinil klorida dengan lapisan katun 1
- Lepas sarung tangan secara berkala karena keringat dapat memperburuk dermatitis yang sudah ada 1
- Terdapat bukti bahwa oklusi berkepanjangan oleh sarung tangan dapat mengganggu fungsi barier stratum korneum 1
Dalam setting okupasional:
- Jenis sarung tangan bergantung pada sifat kimia yang terlibat – periksa Material Safety Data Sheets (MSDS) 1
- Waktu permeasi sangat penting: sarung tangan "impermeable" memiliki waktu permeasi terbatas untuk setiap substansi 1
- Contoh: sarung tangan lateks ditembus metil metakrilat dalam 1 menit, nitril (5 menit), butil (15 menit), dan sarung tangan PVP 3-lapis (20 menit) 1
Peringatan penting tentang barrier cream:
- Barrier cream saja memiliki nilai yang meragukan dalam melindungi terhadap iritan 1
- Jangan terlalu mempromosikan barrier cream karena dapat memberikan rasa aman yang keliru 1, 2
- After-work cream menunjukkan manfaat dalam mengurangi dermatitis kontak iritan 1, 2
3. Terapi Topikal
Emolien:
- Aplikasikan emolien segera setelah mencuci tangan untuk memperbaiki barier kulit 2, 3
- Gunakan emolien dalam kemasan tube daripada jar untuk mencegah kontaminasi 2, 3
- Teknik "soak and smear": rendam tangan dalam air biasa selama 20 menit, kemudian segera aplikasikan pelembab pada kulit yang masih lembab, lakukan setiap malam hingga 2 minggu 2
- Aplikasikan dua fingertip unit pelembab pada tangan setelah setiap kali mencuci 2
Kortikosteroid topikal:
- Aplikasikan kortikosteroid topikal jika tindakan konservatif gagal untuk mengatasi inflamasi 2, 4
- Untuk kasus ringan-sedang: gunakan kortikosteroid potensi sedang-tinggi seperti triamcinolone 0.1% 4
- Untuk kasus berat: gunakan kortikosteroid potensi sangat tinggi seperti clobetasol 0.05% selama 2 minggu 2, 4
- Perhatian: penggunaan kortikosteroid berkepanjangan dapat merusak barier kulit 2, 3
- Untuk wajah: gunakan hanya kortikosteroid potensi rendah (hidrokortison 1%) untuk meminimalkan risiko atrofi kulit 3, 5
4. Terapi Lini Kedua untuk Kasus Refrakter
Jika dermatitis persisten meskipun tatalaksana optimal:
- Fototerapi (PUVA) merupakan terapi lini kedua yang mapan untuk dermatitis kontak kronik 1, 2
- Pertimbangkan tacrolimus topikal jika kortikosteroid topikal tidak sesuai atau tidak efektif 1, 2
- Untuk kasus berat yang resisten terhadap steroid: pertimbangkan azathioprine atau ciclosporin 1, 2
- Alitretinoin dapat ditawarkan untuk eksim tangan kronik berat 2
Substitusi Produk
- Ganti sabun dan deterjen dengan emolien bahkan jika bukan penyebab langsung 1
- Identifikasi produk pengganti yang aman dengan menghubungi produsen 1
Pertimbangan Khusus untuk Dermatitis Kontak Iritan Okupasional
Kunjungan Tempat Kerja
Kunjungan tempat kerja sangat penting dan dapat: 1
- Membantu menentukan iritan mana yang perlu dipertimbangkan
- Mengidentifikasi iritan tersembunyi setelah evaluasi awal negatif
- Memberikan petunjuk mengapa pasien gagal merespons penghindaran
- Membantu menilai prosedur di lingkungan kerja dan mengidentifikasi area kemungkinan paparan/kontaminasi
- Membantu mencegah paparan lebih lanjut yang tidak perlu
Organisasi kunjungan: 1
- Koordinasikan dengan personel keperawatan/medis/keselamatan di tempat kerja
- Minta Material Safety Data Sheets (MSDS) untuk semua bahan yang terpapar pekerja
- Pastikan prosedur kerja normal sedang berlangsung pada hari kunjungan
Strategi Penghindaran di Tempat Kerja
- Penghindaran adalah landasan tatalaksana dermatitis kontak okupasional 1
- Penilaian prosedur keselamatan diperlukan untuk mengeliminasi sumber paparan 1
- Alat pelindung diri seperti pakaian atau sarung tangan mungkin merupakan solusi yang memadai 1
- Mungkin perlu memindahkan pasien ke area berbeda; mengganti pekerjaan biasanya merupakan pilihan terakhir 1
- Namun, perubahan pekerjaan mungkin lebih disukai jika dermatitis kontak berat didiagnosis dini dalam pelatihan (misalnya penata rambut) 1
Hal-Hal yang Harus Dihindari
Jebakan umum dalam tatalaksana: 2, 3
- Jangan mencuci tangan dengan deterjen piring atau iritan lain yang diketahui
- Hindari air yang sangat panas atau sangat dingin untuk mencuci tangan
- Jangan gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan tangan
- Hindari produk yang mengandung antibiotik topikal tanpa indikasi
- Hindari oklusi berlebihan tanpa aplikasi pelembab di bawahnya
- Jangan terus menggunakan kortikosteroid topikal jangka panjang
Prognosis
Prognosis dermatitis kontak iritan okupasional seringkali buruk: 1
- Hanya 25% dari 555 pasien dengan dermatitis kontak okupasional sembuh sempurna dalam periode 10 tahun 1
- 50% masih memiliki gejala periodik dan 25% memiliki gejala permanen 1
- Pada 40% yang mengganti pekerjaan, prognosis keseluruhan tidak membaik 1
- Prognosis untuk kasus dermatitis kontak yang lebih ringan bergantung pada kemudahan penghindaran 1