What is the management of irritant contact dermatitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Dermatitis Kontak Iritan

Penghindaran iritan dan perlindungan kulit merupakan landasan utama tatalaksana dermatitis kontak iritan, dikombinasikan dengan penggunaan emolien dan kortikosteroid topikal untuk mengatasi inflamasi aktif. 1

Prinsip Tatalaksana Utama

1. Identifikasi dan Penghindaran Iritan

  • Iritan paling umum adalah sabun, deterjen, dan air itu sendiri – hindari kontak berlebihan dengan bahan-bahan ini 1
  • Dalam setting okupasional, identifikasi iritan lain seperti minyak, cairan pendingin, alkali, asam, dan pelarut 1
  • Kunjungan ke tempat kerja mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya kulit yang tidak terlihat dari anamnesis saja 1
  • Ganti semua sabun dan deterjen dengan emolien sebagai pengganti pembersih 1

2. Perlindungan Kulit

Untuk dermatitis tangan (lokasi tersering), sarung tangan adalah perlindungan utama:

  • Untuk tugas rumah tangga: gunakan sarung tangan karet atau polivinil klorida dengan lapisan katun 1
  • Lepas sarung tangan secara berkala karena keringat dapat memperburuk dermatitis yang sudah ada 1
  • Terdapat bukti bahwa oklusi berkepanjangan oleh sarung tangan dapat mengganggu fungsi barier stratum korneum 1

Dalam setting okupasional:

  • Jenis sarung tangan bergantung pada sifat kimia yang terlibat – periksa Material Safety Data Sheets (MSDS) 1
  • Waktu permeasi sangat penting: sarung tangan "impermeable" memiliki waktu permeasi terbatas untuk setiap substansi 1
  • Contoh: sarung tangan lateks ditembus metil metakrilat dalam 1 menit, nitril (5 menit), butil (15 menit), dan sarung tangan PVP 3-lapis (20 menit) 1

Peringatan penting tentang barrier cream:

  • Barrier cream saja memiliki nilai yang meragukan dalam melindungi terhadap iritan 1
  • Jangan terlalu mempromosikan barrier cream karena dapat memberikan rasa aman yang keliru 1, 2
  • After-work cream menunjukkan manfaat dalam mengurangi dermatitis kontak iritan 1, 2

3. Terapi Topikal

Emolien:

  • Aplikasikan emolien segera setelah mencuci tangan untuk memperbaiki barier kulit 2, 3
  • Gunakan emolien dalam kemasan tube daripada jar untuk mencegah kontaminasi 2, 3
  • Teknik "soak and smear": rendam tangan dalam air biasa selama 20 menit, kemudian segera aplikasikan pelembab pada kulit yang masih lembab, lakukan setiap malam hingga 2 minggu 2
  • Aplikasikan dua fingertip unit pelembab pada tangan setelah setiap kali mencuci 2

Kortikosteroid topikal:

  • Aplikasikan kortikosteroid topikal jika tindakan konservatif gagal untuk mengatasi inflamasi 2, 4
  • Untuk kasus ringan-sedang: gunakan kortikosteroid potensi sedang-tinggi seperti triamcinolone 0.1% 4
  • Untuk kasus berat: gunakan kortikosteroid potensi sangat tinggi seperti clobetasol 0.05% selama 2 minggu 2, 4
  • Perhatian: penggunaan kortikosteroid berkepanjangan dapat merusak barier kulit 2, 3
  • Untuk wajah: gunakan hanya kortikosteroid potensi rendah (hidrokortison 1%) untuk meminimalkan risiko atrofi kulit 3, 5

4. Terapi Lini Kedua untuk Kasus Refrakter

Jika dermatitis persisten meskipun tatalaksana optimal:

  • Fototerapi (PUVA) merupakan terapi lini kedua yang mapan untuk dermatitis kontak kronik 1, 2
  • Pertimbangkan tacrolimus topikal jika kortikosteroid topikal tidak sesuai atau tidak efektif 1, 2
  • Untuk kasus berat yang resisten terhadap steroid: pertimbangkan azathioprine atau ciclosporin 1, 2
  • Alitretinoin dapat ditawarkan untuk eksim tangan kronik berat 2

Substitusi Produk

  • Ganti sabun dan deterjen dengan emolien bahkan jika bukan penyebab langsung 1
  • Identifikasi produk pengganti yang aman dengan menghubungi produsen 1

Pertimbangan Khusus untuk Dermatitis Kontak Iritan Okupasional

Kunjungan Tempat Kerja

Kunjungan tempat kerja sangat penting dan dapat: 1

  • Membantu menentukan iritan mana yang perlu dipertimbangkan
  • Mengidentifikasi iritan tersembunyi setelah evaluasi awal negatif
  • Memberikan petunjuk mengapa pasien gagal merespons penghindaran
  • Membantu menilai prosedur di lingkungan kerja dan mengidentifikasi area kemungkinan paparan/kontaminasi
  • Membantu mencegah paparan lebih lanjut yang tidak perlu

Organisasi kunjungan: 1

  • Koordinasikan dengan personel keperawatan/medis/keselamatan di tempat kerja
  • Minta Material Safety Data Sheets (MSDS) untuk semua bahan yang terpapar pekerja
  • Pastikan prosedur kerja normal sedang berlangsung pada hari kunjungan

Strategi Penghindaran di Tempat Kerja

  • Penghindaran adalah landasan tatalaksana dermatitis kontak okupasional 1
  • Penilaian prosedur keselamatan diperlukan untuk mengeliminasi sumber paparan 1
  • Alat pelindung diri seperti pakaian atau sarung tangan mungkin merupakan solusi yang memadai 1
  • Mungkin perlu memindahkan pasien ke area berbeda; mengganti pekerjaan biasanya merupakan pilihan terakhir 1
  • Namun, perubahan pekerjaan mungkin lebih disukai jika dermatitis kontak berat didiagnosis dini dalam pelatihan (misalnya penata rambut) 1

Hal-Hal yang Harus Dihindari

Jebakan umum dalam tatalaksana: 2, 3

  • Jangan mencuci tangan dengan deterjen piring atau iritan lain yang diketahui
  • Hindari air yang sangat panas atau sangat dingin untuk mencuci tangan
  • Jangan gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan tangan
  • Hindari produk yang mengandung antibiotik topikal tanpa indikasi
  • Hindari oklusi berlebihan tanpa aplikasi pelembab di bawahnya
  • Jangan terus menggunakan kortikosteroid topikal jangka panjang

Prognosis

Prognosis dermatitis kontak iritan okupasional seringkali buruk: 1

  • Hanya 25% dari 555 pasien dengan dermatitis kontak okupasional sembuh sempurna dalam periode 10 tahun 1
  • 50% masih memiliki gejala periodik dan 25% memiliki gejala permanen 1
  • Pada 40% yang mengganti pekerjaan, prognosis keseluruhan tidak membaik 1
  • Prognosis untuk kasus dermatitis kontak yang lebih ringan bergantung pada kemudahan penghindaran 1

Kapan Merujuk ke Spesialis

  • Rujuk ke dermatologi jika: 2, 3
    • Kondisi refrakter meskipun tatalaksana optimal
    • Gejala persisten lebih dari 7 hari meskipun sudah diobati
    • Dermatitis kontak alergik dicurigai dan memerlukan patch testing
    • Diperlukan terapi sistemik atau fototerapi

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Contact Dermatitis Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Irritant Contact Dermatitis of the Face

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Diagnosis and management of contact dermatitis.

American family physician, 2010

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.