Gejala dan Penampakan Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dengan manifestasi klinis yang bervariasi tergantung stadium penyakit, mulai dari chancre tanpa nyeri pada stadium primer hingga komplikasi kardiovaskular dan neurologis pada stadium lanjut.
Stadium Primer
Lesi karakteristik stadium primer adalah chancre (ulkus) yang tidak nyeri dan indurasi pada lokasi inokulasi, disertai limfadenopati regional. 1, 2, 3
- Chancre biasanya soliter, tanpa rasa sakit, dan memiliki dasar yang keras 4
- Limfadenopati regional yang tidak nyeri hampir selalu menyertai chancre sifilis 2
- Pada pasien dengan HIV, dapat terjadi chancre multipel atau atipikal 5
- Lesi primer dapat sembuh spontan tanpa pengobatan setelah beberapa minggu 2, 3
Stadium Sekunder
Manifestasi stadium sekunder sangat beragam dan dapat melibatkan hampir semua sistem organ, dengan ciri khas berupa ruam kulit yang menyebar ke seluruh tubuh termasuk telapak tangan dan kaki, limfadenopati generalisata, dan gejala konstitusional. 6, 1
Manifestasi Kulit dan Mukosa
- Lesi kulit berupa makula, makulopapular, atau pustular yang biasanya dimulai dari batang tubuh dan menyebar ke perifer 6
- Keterlibatan telapak tangan dan telapak kaki merupakan karakteristik khas sifilis sekunder 6, 2
- Condyloma lata (lesi basah) pada area genital atau intertriginosa 6, 2
- Mucous patches pada rongga mulut dan angina spesifik 2
- Ruam biasanya tidak gatal 2
Gejala Sistemik
- Demam, malaise, dan anoreksia 6
- Limfadenopati generalisata 6, 2
- Artralgia dan sakit kepala 6
- Gejala dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum mereda 6
Pertimbangan Penting
- Stadium sekunder harus dibedakan dari infeksi HIV primer akut, karena keduanya dapat menunjukkan gejala konstitusional dan abnormalitas cairan serebrospinal yang serupa 6, 5
- Meningitis sifilis akut dapat terjadi pada stadium ini 6
Stadium Laten
Stadium laten ditandai dengan hasil tes serologis positif tanpa manifestasi klinis yang jelas. 6, 5, 3
- Stadium laten dini: infeksi kurang dari 1 tahun, masih berpotensi menular 6, 3
- Stadium laten lanjut: infeksi lebih dari 1 tahun 6, 3
- Kekambuhan manifestasi stadium sekunder dapat terjadi, paling sering dalam 1-4 tahun pertama setelah infeksi 6
Stadium Tersier (Lanjut)
Sifilis tersier terjadi pada sekitar 25% pasien yang tidak diobati setelah 3-12 tahun periode laten, dengan manifestasi yang dapat melibatkan sistem kardiovaskular, neurologis, dan pembentukan gumma. 5, 3
Manifestasi Klinis
- Gumma: lesi granulomatosa yang dapat mempengaruhi kulit, tulang, dan organ dalam 6, 2
- Sifilis kardiovaskular: lesi inflamasi pada sistem kardiovaskular 6
- Keterlibatan tulang: lesi pada sistem skeletal 6
- Organ lain yang jarang terlibat: saluran pernapasan, mata, organ abdomen (termasuk hati), organ reproduksi, kelenjar getah bening, dan otot skeletal 6, 7
- Stadium lanjut biasanya menjadi manifest secara klinis setelah 15-30 tahun infeksi yang tidak diobati 6
Neurosifilis
Neurosifilis dapat terjadi pada stadium apa pun dan ditandai dengan infeksi sistem saraf pusat oleh T. pallidum. 6, 5
Bentuk Klinis
- Neurosifilis asimtomatik: tidak ada gejala tetapi terdapat abnormalitas cairan serebrospinal (protein meningkat, infiltrat sel limfositik, atau tes serologis positif) 6
- Neurosifilis simtomatik: dapat berupa meningitis, penyakit meningovaskular, atau penyakit parenkim 6
- Uveitis dan meningitis bersamaan mungkin lebih sering terjadi pada pasien dengan HIV 6
- Manifestasi neurologis lanjut (10-30 tahun setelah infeksi): tabes dorsalis dan paralisis progresif 2
- Komplikasi dapat meliputi gangguan pendengaran dan stroke 1
Sifilis Kongenital
Sifilis kongenital terjadi akibat infeksi in utero dengan T. pallidum, dengan spektrum keparahan yang luas. 6
Manifestasi pada Bayi dan Anak
- Bayi atau anak usia <2 tahun: hepatosplenomegali, ruam, condyloma lata, snuffles (rinitis), ikterus, pseudoparalisis, anemia, atau edema 6
- Anak yang lebih besar: stigmata seperti keratitis interstisial, tuli saraf, tibia anterior bowing, frontal bossing, mulberry molars, Hutchinson teeth, saddle nose, rhagades, atau Clutton joints 6
- Hingga 40% janin dengan paparan in utero mengalami lahir mati atau meninggal pada masa bayi 1