What is the differential diagnosis of typhoid fever?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 5, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Diferensial Typhoid Fever

Typhoid fever harus dibedakan dari malaria, infeksi Salmonella lainnya, demam dengue, infeksi rickettsial, tuberkulosis milier, brucellosis, dan penyakit sistemik lainnya yang menyebabkan demam berkepanjangan dengan gejala gastrointestinal.

Kondisi Infeksi yang Paling Sering Dipertimbangkan

Malaria

  • Harus selalu disingkirkan terlebih dahulu pada setiap pasien dengan riwayat demam yang kembali dari daerah tropis dalam 1 tahun terakhir 1
  • Merupakan penyebab paling penting dari penyakit demam yang berpotensi fatal pada pelancong yang kembali dari daerah tropis 1
  • Dapat menyebabkan limfopenia dan trombositopenia, mirip dengan typhoid 1
  • Memerlukan pemeriksaan apusan darah tebal 3 kali dalam 72 jam untuk menyingkirkan diagnosis dengan yakin 1

Infeksi Salmonella Non-Typhoidal dan Enteric Fever Lainnya

  • Salmonella Paratyphi menyebabkan paratyphoid fever dengan gejala yang lebih ringan dibanding typhoid 2
  • Kultur darah diperlukan untuk membedakan Salmonella typhi dari spesies Salmonella lainnya 1
  • Pasien dengan demam dari daerah endemik enteric fever memerlukan kultur darah 1

Demam Dengue

  • Sering terjadi pada pelancong dari Asia Tenggara dan Asia Selatan, wilayah yang sama dengan endemik typhoid 1, 3
  • Menyebabkan limfopenia dan trombositopenia 1
  • Dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri kepala, dan malaise mirip typhoid 3
  • Memerlukan sampel EDTA untuk PCR jika dicurigai 1

HIV Akut

  • Dapat menyebabkan sindrom mononukleosis-like dengan demam, limfopenia, dan limfadenopati 1
  • Tes HIV harus ditawarkan pada pasien dengan demam yang tidak dapat dijelaskan 1

Infeksi Bakterial Sistemik Lainnya

Tuberkulosis Milier

  • Menyebabkan demam berkepanjangan dengan onset subakut atau kronik 1
  • Dapat menyebabkan hepatosplenomegali mirip typhoid 1
  • Perlu dipertimbangkan terutama pada pasien immunocompromised 1

Brucellosis

  • Menyebabkan demam berkepanjangan dengan onset subakut atau kronik 1
  • Dapat menyebabkan hepatosplenomegali 1
  • Memerlukan serologi brucella jika dicurigai 1

Endokarditis Bakterial Subakut

  • Menyebabkan demam persisten dengan onset subakut 1
  • Kultur darah dapat positif 1

Leptospirosis

  • Dapat menyebabkan demam tinggi dengan onset akut 1
  • Ditandai dengan proteinuria dan hematuria pada urinalisis 1
  • Perlu dipertimbangkan pada pasien dengan paparan air yang terkontaminasi 1

Infeksi Gastrointestinal dengan Bakteremia

Yersinia enterocolitica

  • Menyebabkan nyeri abdomen persisten dengan demam, dapat meniru apendisitis 1
  • Terutama pada anak usia sekolah dengan nyeri kuadran kanan bawah 1
  • Memerlukan kultur tinja spesifik 1

Shigella, Campylobacter, dan STEC

  • Dapat menyebabkan demam dengan nyeri abdomen berat 1
  • Biasanya disertai diare berdarah yang lebih prominen dibanding typhoid 1
  • STEC biasanya tidak demam saat presentasi 1

Infeksi Parasit

Visceral Leishmaniasis (Kala-azar)

  • Menyebabkan demam kronik, penurunan berat badan, splenomegali, pansitopenia, hipoalbuminemia 1
  • Perlu dipertimbangkan pada pasien dari daerah endemik leishmaniasis 1
  • Dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada pasien dari India dan Bangladesh 1

Schistosomiasis Akut

  • Menyebabkan demam dengan onset akut 1
  • Dapat menyebabkan hepatosplenomegali 1

Amebiasis (Entamoeba histolytica)

  • Dapat menyebabkan abses hati amuba dengan demam 1
  • Dapat menyebabkan diare berdarah 1

Penyakit Non-Infeksi

Limfoma dan Leukemia

  • Menyebabkan demam berkepanjangan dengan hepatosplenomegali 1
  • Dapat menyebabkan pansitopenia 1

Penyakit Autoimun

  • Artritis reumatoid dengan sindrom Felty dapat menyebabkan demam dan splenomegali 1
  • Proses autoimun lainnya perlu dipertimbangkan 1

Pendekatan Diagnostik Algoritmik

Langkah 1: Evaluasi Awal Wajib

  • Kultur darah (2-3 spesimen) sebelum antibiotik - gold standard untuk typhoid 3, 4
  • Pemeriksaan malaria (apusan tebal 3x dalam 72 jam) - wajib pada semua pasien dari daerah tropis 1
  • Darah lengkap: limfopenia (dengue, HIV, typhoid), trombositopenia (malaria, dengue, typhoid) 1
  • Kultur tinja untuk Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia jika ada diare 1

Langkah 2: Berdasarkan Riwayat Perjalanan

  • Asia Selatan/Tenggara: prioritaskan typhoid, dengue, malaria 1, 3
  • Sub-Sahara Afrika: prioritaskan malaria, kemudian typhoid 1
  • Amerika Latin: pertimbangkan typhoid, Chagas akut 1, 5

Langkah 3: Berdasarkan Pola Klinis

  • Demam + bradikardi relatif: sangat sugestif typhoid 3, 5
  • Demam + nyeri betis: pertimbangkan Rocky Mountain Spotted Fever, BUKAN typhoid 6
  • Demam + diare berdarah masif: lebih mengarah ke Shigella, STEC, Campylobacter 1
  • Demam + konstipasi: lebih khas untuk typhoid 3, 6
  • Demam + hepatosplenomegali: typhoid, malaria, visceral leishmaniasis, tuberkulosis milier 1

Langkah 4: Pemeriksaan Tambahan Berdasarkan Kecurigaan

  • Serologi: brucella, arbovirus (dengue), HIV jika indikasi 1
  • PCR: dengue, viral hemorrhagic fever jika dicurigai 1
  • Urinalisis: proteinuria/hematuria untuk leptospirosis 1
  • USG/CT abdomen: abses hati, limfadenopati, penebalan ileum 7

Peringatan Penting

  • Jangan mengandalkan tes Widal untuk diagnosis typhoid - sensitivitas dan spesifisitas rendah 3, 4, 5
  • Pola demam "step-ladder" tidak selalu ada pada typhoid 3
  • Tidak adanya demam saat presentasi tidak menyingkirkan typhoid jika ada riwayat demam 1
  • Typhoid dapat menyebabkan gagal hati fulminan yang mengancam jiwa 7
  • Kultur darah paling sensitif pada minggu pertama gejala 3
  • Pasien sering diobati untuk malaria dan typhoid secara bersamaan di daerah endemik, tetapi konfirmasi diagnostik tetap penting 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Typhoid and paratyphoid fever].

Zeitschrift fur Gastroenterologie, 2020

Guideline

Clinical Presentation and Diagnosis of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Typhoid Fever Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Emergency department presentations of typhoid fever.

The Journal of emergency medicine, 2000

Guideline

Clinical Presentation of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Typhoid Fever as a Cause of Liver Failure in the United States: A Case Report.

Case reports in gastrointestinal medicine, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.