Terapi Osteomielitis
Pendekatan Utama Pengobatan
Terapi osteomielitis memerlukan kombinasi debridemen bedah untuk nekrosis tulang yang substansial dan antibiotik selama 4-6 minggu, dengan pemilihan antibiotik berdasarkan kultur tulang untuk menargetkan patogen penyebab. 1, 2
Indikasi Intervensi Bedah
Debridemen bedah merupakan landasan terapi dan harus dilakukan pada kondisi berikut: 1, 3
- Nekrosis tulang yang substansial atau tulang yang terpapar 1, 3
- Defisit neurologis progresif 1, 3
- Instabilitas spinal atau deformitas progresif 1, 3
- Infeksi persisten atau bakteremia berulang meskipun terapi antibiotik yang sesuai 1, 3
- Patogen resisten terhadap antibiotik yang tersedia 3
Jika debridemen bedah adekuat dengan margin tulang negatif telah dilakukan, durasi antibiotik dapat dipersingkat menjadi 2-4 minggu. 1, 2
Pemilihan Antibiotik Berdasarkan Patogen
Untuk Methicillin-Susceptible Staphylococcus aureus (MSSA)
- Pilihan pertama: Nafcillin atau oxacillin 1,5-2 gram IV setiap 4-6 jam, atau cefazolin 1-2 gram IV setiap 8 jam selama 6 minggu 1, 4, 5
- Alternatif: Ceftriaxone 2 gram IV setiap 24 jam 1
Untuk Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
- Pilihan pertama parenteral: Vancomycin 15-20 mg/kg IV setiap 12 jam untuk minimal 8 minggu 1
- Alternatif parenteral: Daptomycin 6-8 mg/kg IV sekali sehari 1
- Pilihan oral: TMP-SMX 4 mg/kg/dosis (komponen TMP) dua kali sehari dikombinasi dengan rifampin 600 mg sekali sehari 1
- Alternatif oral: Linezolid 600 mg dua kali sehari (hati-hati penggunaan >2 minggu karena risiko mielosupresi) 1
- Alternatif oral lain: Clindamycin 600 mg setiap 8 jam jika organisme sensitif 1
Perhatian penting: Vancomycin memiliki tingkat kegagalan hingga 35-46% dalam pengobatan osteomielitis dengan penetrasi tulang yang buruk, dan pasien yang diobati dengan vancomycin memiliki tingkat rekurensi 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan terapi beta-laktam. 1
Untuk Organisme Gram-Negatif
Pseudomonas aeruginosa
- Pilihan pertama: Cefepime 2 gram IV setiap 8-12 jam atau meropenem 1 gram IV setiap 8 jam selama 6 minggu 1
- Alternatif oral: Ciprofloxacin 750 mg PO dua kali sehari 1
Enterobacteriaceae
- Pilihan pertama: Cefepime 2 gram IV setiap 12 jam, ertapenem 1 gram IV setiap 24 jam, atau meropenem 1 gram IV setiap 8 jam selama 6 minggu 1
- Alternatif oral: Ciprofloxacin 500-750 mg PO dua kali sehari atau levofloxacin 500-750 mg PO sekali sehari 1
Untuk Streptococci
- Pilihan pertama: Penicillin G 20-24 juta unit IV harian atau ceftriaxone 2 gram IV setiap 24 jam selama 6 minggu 1
- Untuk alergi penisilin: Vancomycin 15-20 mg/kg IV setiap 12 jam 1
Terapi Empirik
Jika kultur belum tersedia, gunakan kombinasi yang menargetkan staphylococci (termasuk MRSA) dan basil gram-negatif: 1
- Vancomycin 15-20 mg/kg IV setiap 8-12 jam dikombinasi dengan sefalosporin generasi ketiga atau keempat 1
Durasi Terapi Berdasarkan Skenario Klinis
Osteomielitis Umum
- Standar: 4-6 minggu total terapi antibiotik 1, 2
- Setelah debridemen adekuat dengan margin negatif: 2-4 minggu mungkin cukup 1, 2
Osteomielitis Kaki Diabetik
- Tanpa reseksi tulang: 6 minggu 1
- Setelah debridemen bedah: 3 minggu mungkin cukup 1
- Setelah amputasi minor dengan kultur margin tulang positif: hingga 3 minggu 1
Bukti menunjukkan bahwa untuk osteomielitis kaki diabetik tanpa intervensi bedah, 6 minggu terapi antibiotik setara dengan 12 minggu dalam hal tingkat remisi. 1, 3
Osteomielitis Vertebral
- Durasi standar: 6 minggu terapi antibiotik, tanpa manfaat tambahan dari perpanjangan hingga 12 minggu 1, 2
Osteomielitis MRSA
- Durasi minimal: 8 minggu 1
- Pertimbangkan: 1-3 bulan tambahan terapi kombinasi berbasis rifampin oral untuk infeksi kronis atau jika debridemen tidak dilakukan 1
Transisi ke Terapi Oral
Antibiotik oral dengan bioavailabilitas sangat baik dapat menggantikan terapi IV tanpa mengurangi efikasi setelah median 2,7 minggu terapi IV jika CRP menurun dan abses telah didrainase. 1
Pilihan Oral dengan Bioavailabilitas Sangat Baik:
- Fluoroquinolones: Levofloxacin 750 mg sekali sehari atau ciprofloxacin 750 mg dua kali sehari 1
- Linezolid: 600 mg dua kali sehari (memerlukan monitoring untuk toksisitas jika >2 minggu) 1
- Clindamycin: 600 mg setiap 8 jam jika organisme sensitif 1
- Metronidazole: 500 mg tiga hingga empat kali sehari untuk anaerob 1
Jangan gunakan beta-laktam oral untuk pengobatan awal karena bioavailabilitas oral yang rendah. 1
Pertimbangan Khusus Rifampin
- Rifampin 600 mg harian atau 300-450 mg PO dua kali sehari dapat ditambahkan ke antibiotik primer karena penetrasi tulang yang sangat baik dan aktivitas biofilm 1, 3
- Rifampin harus ditambahkan hanya setelah bakteremia dibersihkan untuk mencegah perkembangan resistensi 1, 3
- Rifampin harus selalu dikombinasikan dengan agen aktif lain untuk mencegah munculnya resistensi 1, 3
Peringatan Penting dan Kesalahan Umum
- Jangan gunakan fluoroquinolones sebagai monoterapi untuk osteomielitis stafilokokus karena risiko perkembangan resistensi 1, 3
- Jangan gunakan linezolid lebih dari 2 minggu tanpa monitoring ketat karena risiko mielosupresi dan neuropati perifer 1
- Jangan memperpanjang terapi antibiotik melebihi durasi yang diperlukan karena meningkatkan risiko efek samping, infeksi C. difficile, dan resistensi antimikroba 1
- Perburukan gambaran tulang pada pencitraan di 4-6 minggu tidak boleh mendorong intervensi bedah jika gejala klinis dan penanda inflamasi membaik 1
Monitoring Respons Terapi
- Gunakan ESR dan/atau CRP untuk membantu memandu respons terapi 1, 2
- Jika bukti infeksi belum teratasi setelah 4 minggu terapi yang sesuai, evaluasi ulang pasien dan pertimbangkan studi diagnostik lebih lanjut atau pengobatan alternatif 1, 2
- Follow-up harus dilanjutkan setidaknya 6 bulan setelah akhir terapi antibiotik untuk mengkonfirmasi remisi 1
Diagnostik
- Kultur tulang adalah standar emas untuk memandu pemilihan antibiotik dalam osteomielitis 1, 2
- Biopsi tulang perkutan untuk kultur harus dilakukan bila memungkinkan 2, 6
- Tahan antibiotik selama 4 hari sebelum pengambilan sampel tulang untuk meningkatkan hasil mikrobiologis 1
- MRI dengan gadolinium adalah modalitas pencitraan pilihan untuk deteksi osteomielitis dan penyakit jaringan lunak terkait 1
- Foto polos yang menunjukkan erosi kortikal, reaksi periosteal, dan lusensi/sklerosis campuran cukup untuk memulai pengobatan setelah mendapatkan kultur 1