Topik Terkini dalam Bedah Onkologi untuk Ahli Bedah Umum
Berdasarkan pedoman terbaru, ahli bedah umum harus fokus pada beberapa area kunci dalam bedah onkologi: teknik onkoplastik payudara, pendekatan minimal invasif untuk kanker kolorektal dan junction esofagogastrik, serta strategi manajemen kelenjar getah bening yang lebih selektif.
Bedah Onkoplastik dan Rekonstruksi Payudara
Teknik Onkoplastik sebagai Standar Perawatan
- Bedah onkoplastik payudara telah menjadi standar perawatan dalam manajemen pasien kanker payudara, memungkinkan eksisi lokal luas dengan hasil kosmetik yang baik 1
- Teknik ini menghasilkan angka mastektomi yang lebih rendah dengan tingkat kelangsungan hidup lokal dan jangka panjang yang setara dibandingkan dengan mastektomi 2
- Ahli bedah harus mempertimbangkan volume payudara, lokasi tumor, jumlah jaringan payudara yang akan diangkat, dan teknik onkoplastik yang mungkin diperlukan 2
Pertimbangan Teknis
- Rekonstruksi dapat dilakukan secara immediate (bersamaan dengan operasi kanker) atau delayed (di kemudian hari) 2
- Metode rekonstruksi meliputi rekonstruksi autologous atau berbasis implan 2
- Prosedur kontralateral (breast lift, augmentasi, atau reduksi) mungkin diperlukan untuk menyesuaikan dengan payudara yang direkonstruksi 2
Biopsi Kelenjar Getah Bening Sentinel (SLNB)
Rekomendasi Terkini 2025
- Untuk pasien tertentu (postmenopause, ≥50 tahun, ultrasonografi aksila negatif, tumor grade 1-2, ≤2 cm, HR-positif, HER2-negatif) yang menjalani breast-conserving therapy, SLNB rutin tidak direkomendasikan 3
- Untuk pasien dengan kanker payudara invasif klinis node-negatif ≤5 cm yang menjalani mastektomi dengan 1-2 kelenjar sentinel positif, radiasi post-mastektomi dengan regional nodal irradiation dapat ditawarkan tanpa ALND 3
Kapan SLNB Tidak Diperlukan
- ALND tidak direkomendasikan untuk pasien tanpa metastasis nodal 3
- ALND tidak direkomendasikan untuk pasien dengan 1-2 metastasis kelenjar sentinel yang menjalani breast-conserving surgery dengan whole-breast radiotherapy 3
Situasi Khusus
- SLNB dapat ditawarkan pada pasien dengan tumor multisentrik, DCIS yang menjalani mastektomi, riwayat operasi payudara/aksila sebelumnya, atau yang menerima terapi neoadjuvant 3
- SLNB tidak boleh dilakukan pada kanker payudara besar/lanjut lokal (T3/T4), inflammatory breast cancer, atau pada kehamilan 3
Bedah Kanker Kolorektal
Pendekatan Minimal Invasif
- Semua reseksi lokal atau kolektomi dapat dilakukan dengan pendekatan terbuka tradisional atau minimal invasif seperti laparoskopi atau robotik, tergantung ketersediaan teknologi lokal 3
- Namun, operasi laparoskopi tidak direkomendasikan untuk pasien dengan obstruksi 3
Manajemen Berdasarkan Stadium
Kanker T1 dengan Prognosis Baik
- Observasi direkomendasikan untuk lesi T1 dengan margin negatif dan fitur histologis yang menguntungkan (grade rendah, tanpa invasi vaskular atau limfatik) 3
Kanker T1 dengan Prognosis Buruk
- Pasien dengan prognosis buruk (fragmentasi spesimen, margin positif atau tidak dapat dievaluasi, grade tinggi, invasi vaskular/limfatik) harus menjalani reseksi kolon dan diseksi kelenjar getah bening regional 3
Stadium II dan III
- Untuk stadium II risiko rendah (T3N0M0, dMMR): observasi 3
- Untuk stadium II risiko tinggi (T4N0M0 atau T3N0M0/pMMR dengan faktor risiko tinggi): regimen kemoterapi kombinasi 3
- Untuk stadium III: regimen kemoterapi kombinasi sebagai rekomendasi Grade 1A 3
Manajemen Emergensi
- Untuk obstruksi intestinal: operasi atau pemasangan stent diikuti operasi radikal stadium II 3
- Untuk perforasi: operasi segera 3
- Untuk perdarahan: reseksi kolon dengan/tanpa diseksi kelenjar getah bening regional, atau hemostasis endoskopik/embolisasi intervensi 3
Bedah Junction Esofagogastrik (EGJ)
Diseksi Kelenjar Getah Bening
- Untuk kanker EGJ dengan invasi esofagus 2-4 cm, direkomendasikan lemah untuk melakukan diseksi kelenjar getah bening mediastinum bawah dan suprapankreatik 3
- Tingkat diseksi kelenjar getah bening yang serupa (lokasi dan stasiun) direkomendasikan terlepas dari tipe histologis untuk kanker EGJ cT2 atau lebih dalam 3
Pendekatan Minimal Invasif
- Esofagektomi torakoskopik (robotik) direkomendasikan lemah dibandingkan esofagektomi terbuka ketika pendekatan transtorakal diindikasikan untuk kanker EGJ yang dapat direseksi 3
Terapi Perioperatif
- Kemoterapi perioperatif atau kemoradioterapi neoadjuvant direkomendasikan lemah untuk kanker EGJ lanjut lokal yang dapat direseksi 3
- Operasi upfront diikuti kemoterapi adjuvant juga dapat diterima 3
Reseksi Oligometastasis
- Reseksi bedah setelah kemoterapi direkomendasikan lemah pada pasien kanker EGJ terpilih dengan oligometastasis 3
Kanker Kolorektal Metastatik
Metastasis yang Awalnya Dapat Direseksi
- Untuk pasien dengan Clinical Risk Score (CRS) 0-2: reseksi kolon + reseksi metastasis simultan atau bertahap + kemoterapi adjuvant postoperatif 3
- Untuk CRS 3-5: kemoterapi neoadjuvant + reseksi kolon + reseksi metastasis + kemoterapi adjuvant 3
Metastasis yang Awalnya Tidak Dapat Direseksi
- Lesi primer dengan perdarahan/perforasi: reseksi lesi primer diikuti terapi sistemik 3
- Lesi primer dengan obstruksi: relief obstruksi lokal (stent kolon/kolostomi/reseksi) diikuti terapi sistemik 3
- Lesi primer asimtomatik: terapi sistemik diikuti evaluasi kemungkinan terapi lokal 3
Pertimbangan Khusus
Retesting Biomarker pada Penyakit Rekuren
- Diskordansi status reseptor antara tumor primer dan rekurensi telah dilaporkan (ER: 3.4%-60%, HER2: 0.7%-10%) 3
- Pengetahuan tentang perubahan status reseptor dari negatif menjadi positif dapat bermanfaat untuk keputusan terapeutik pada setting metastatik 3
Pasien Usia Lanjut
- Usia lanjut saja tidak boleh menjadi satu-satunya kriteria untuk menghalangi terapi efektif yang dapat meningkatkan kualitas hidup atau memberikan manfaat kelangsungan hidup 3
- Operasi, radioterapi, kemoterapi, dan terapi target harus dipertimbangkan untuk semua pasien usia lanjut yang dapat mentoleransi terapi kuratif 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan melakukan ALND rutin pada semua pasien dengan metastasis sentinel—evaluasi kriteria spesifik untuk omisi ALND 3
- Jangan mengabaikan pentingnya diseksi kelenjar getah bening yang adekuat (minimal 12 kelenjar getah bening diperiksa) pada kanker kolorektal 3
- Jangan melakukan laparoskopi pada pasien dengan obstruksi intestinal 3
- Jangan mengasumsikan semua kanker EGJ memerlukan pendekatan yang sama—pertimbangkan panjang invasi esofagus dan tipe histologis 3