Waktu Optimal untuk Orkidopeksi pada Testis Tidak Turun (UDT)
Berdasarkan guideline terbaru, orkidopeksi untuk UDT kongenital sebaiknya dilakukan antara usia 6-18 bulan, dengan rujukan ke spesialis bedah pada usia 6 bulan (dikoreksi untuk usia gestasi) jika testis tetap tidak turun. 1
Jawaban: b) 6-12 bulan (lebih tepatnya 6-18 bulan)
Rekomendasi Berdasarkan Guideline
Rujukan ke Spesialis Bedah
- Bayi dengan riwayat kriptorkismus (terdeteksi saat lahir) yang testisnya tidak turun spontan pada usia 6 bulan (dikoreksi untuk usia gestasi) harus dirujuk ke spesialis bedah untuk evaluasi tepat waktu. 2
- Testis yang tetap tidak turun setelah 6 bulan (dikoreksi untuk usia gestasi) sangat kecil kemungkinannya untuk turun secara spontan 2
- Rasional rujukan pada 6 bulan adalah probabilitas rendah untuk turun spontan dan kemungkinan kerusakan berkelanjutan pada testis yang tetap berada di lokasi non-skrotal 2
Waktu Pembedahan Optimal
- Orkidopeksi harus dilakukan antara usia 6-18 bulan, dengan 18 bulan sebagai batas waktu terbaru yang direkomendasikan untuk mempertahankan potensi fertilitas dan mengurangi risiko kanker. 1
- American Urological Association (AUA) guidelines 2014 merekomendasikan orkidopeksi dilakukan tidak lebih dari 18 bulan untuk menurunkan risiko komplikasi seperti infertilitas dan keganasan testis 3
Dasar Ilmiah untuk Intervensi Dini
Kerusakan Sel Germinal
- Setelah usia 15-18 bulan, beberapa anak dengan kriptorkismus mulai kehilangan sel germinal di testis. 1
- Pada usia 8-11 tahun, sekitar 40% anak dengan kriptorkismus bilateral tidak memiliki sel germinal dalam biopsi testis 1
Pengurangan Risiko Kanker
- Orkidopeksi prepubertal menghasilkan pengurangan risiko relatif kanker testis dua hingga enam kali lipat dibandingkan dengan orkidopeksi postpubertal. 1
- Pasien dengan UDT memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk kanker testis di kemudian hari dibandingkan populasi umum 4
Risiko Infertilitas
- Pasien dengan UDT unilateral memiliki tingkat infertilitas hingga 10%, dan tingkat ini lebih tinggi pada pasien dengan UDT bilateral, UDT intra-abdominal, atau yang menjalani orkidopeksi terlambat 4
Pertimbangan Khusus
UDT Kongenital vs Acquired
- UDT kongenital: Orkidopeksi antara 6-18 bulan 1
- UDT acquired (testis yang naik setelah sebelumnya turun): Orkidopeksi harus dilakukan sebelum pubertas 5, dengan rujukan segera setelah diagnosis 2
Testis Bilateral Non-palpabel pada Neonatus
- Memerlukan konsultasi spesialis segera untuk evaluasi kemungkinan disorder of sex development (DSD), terutama untuk menyingkirkan congenital adrenal hyperplasia yang mengancam jiwa. 2, 1
Pendekatan Bedah Berdasarkan Posisi Testis
Testis Palpabel
- Orkidopeksi skrotal atau inguinal harus dilakukan 1
- Pendekatan prescrotal sering efektif untuk testis inguinal rendah dan mengurangi waktu operasi dengan tingkat keberhasilan yang setara 3
Testis Non-palpabel
- Eksplorasi dengan identifikasi pembuluh darah testis diperlukan untuk menentukan tindakan selanjutnya 1
- Laparoskopi diagnostik disarankan untuk menentukan apakah testis berada di abdomen 3
- Tingkat keberhasilan intervensi bedah terbuka melebihi 96%, dengan atrofi testis terjadi pada kurang dari 2% kasus 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan Tunda Rujukan
- Menunda rujukan melewati usia 6 bulan adalah kesalahan yang harus dihindari. 1
- Studi dari Jerman menunjukkan bahwa meskipun guideline merekomendasikan orkidopeksi antara 6-12 bulan, sebagian besar pasien (57%) masih menjalani operasi setelah usia 2 tahun 6
- Studi dari Kroasia menunjukkan hanya 16% anak dengan UDT kongenital menjalani orkidopeksi pada usia yang direkomendasikan (hingga 18 bulan) 5
Jangan Lakukan Imaging Rutin
- Penyedia layanan kesehatan tidak boleh melakukan ultrasonografi atau modalitas pencitraan lain dalam evaluasi anak dengan kriptorkismus sebelum rujukan, karena studi ini jarang membantu dalam pengambilan keputusan. 2, 1
- Lebih dari 70% testis kriptorkid dapat dipalpasi oleh penyedia layanan yang berpengalaman 2