What is the first step in managing a patient with maxillofacial trauma and severe head injury?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 9, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Langkah Pertama dalam Menangani Pasien Trauma Maksilofasial dengan Cedera Kepala Berat

Pada pasien trauma maksilofasial dengan cedera kepala berat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah primary survey untuk lifesaving dengan fokus pada "airway, breathing, and circulation" sebelum evaluasi atau intervensi definitif lainnya 1.

Rasionalisasi Pendekatan Primary Survey

Sebelum mengevaluasi trauma fasial, dokter emergensi atau trauma harus melakukan primary survey dengan memperhatikan "airway, breathing, and circulation" untuk stabilisasi pasien 1. Ini adalah prioritas mutlak karena:

Ancaman Jalan Napas yang Mengancam Jiwa

  • Trauma maksilofasial dapat menyebabkan kompromi jalan napas sekunder akibat perdarahan, edema jaringan lunak, dan hilangnya arsitektur wajah dari fraktur 1
  • Obstruksi jalan napas adalah komplikasi paling serius yang mengancam jiwa segera setelah trauma maksilofasial 2
  • Onset obstruksi dapat terjadi mendadak, seperti aspirasi benda asing, atau berkembang kemudian akibat edema yang mengancam jalan napas 2

Cedera Penyerta yang Sering Terjadi

  • Tergantung pada mekanisme cedera dan keparahan fraktur maksilofasial, cedera terkait pada otak, tulang belakang servikal, dan struktur serebrovaskular mungkin ada 1
  • Studi pada 1,3 juta pasien trauma menunjukkan 68% pasien dengan fraktur wajah memiliki cedera kepala terkait 1
  • Cedera intrakranial bersamaan tidak jarang pada pasien dengan cedera maksilofasial 1

Mengapa Bukan Pilihan Lain

Operasi Segera (Pilihan a)

  • Operasi definitif ditunda sampai kondisi yang mengancam jiwa telah dikelola dengan sukses 1
  • Pengobatan definitif dari sudut pandang kosmetik dan fungsional sering ditunda 3
  • Hanya 7 dari 35 pasien (20%) memerlukan operasi darurat dalam satu studi trauma berat 4

Konservatif Saja (Pilihan b)

  • Pendekatan konservatif tanpa primary survey dapat melewatkan kondisi yang mengancam jiwa seperti obstruksi jalan napas, perdarahan masif, atau cedera tulang belakang servikal yang tidak terdiagnosis 2
  • Trauma maksilofasial jarang mengancam jiwa sendiri, tetapi dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa kecuali dikaitkan dengan kompromi jalan napas 2

Intubasi Segera (Pilihan d)

  • Intubasi mungkin diperlukan tetapi bukan langkah pertama universal untuk semua pasien 1
  • Keputusan untuk intubasi harus dibuat setelah penilaian primary survey, bukan secara otomatis 5
  • Tidak semua pasien dengan trauma maksilofasial dan cedera kepala berat memerlukan intubasi segera jika jalan napas dapat dipertahankan dengan cara lain

Algoritma Manajemen Setelah Primary Survey

Setelah primary survey dan stabilisasi:

  • Secondary survey wajah dilakukan, termasuk palpasi, inspeksi visual, evaluasi ketajaman visual lengkap, evaluasi saraf kranial, deteksi kebocoran cairan serebrospinal, dan penilaian oklusi gigi 1
  • Pencitraan diagnostik sangat penting karena riwayat dan pemeriksaan fisik yang baik sering tidak cukup untuk mendiagnosis secara akurat tingkat penuh trauma wajah 1
  • CT kepala dan maksilofasial biasanya diperlukan karena tingginya insiden cedera intrakranial bersamaan 1

Peringatan Penting

  • Sistem ATLS (Advanced Trauma Life Support) dari American College of Surgeons umumnya diterima sebagai standar emas dalam perawatan trauma, tetapi memiliki potensi jebakan saat mengelola cedera maksilofasial yang harus dipahami 5
  • Evaluasi harus sistematis dan berulang, dengan penetapan prioritas yang jelas dalam perawatan keseluruhan 5
  • Perdarahan, syok, dan masalah jalan napas mengambil prioritas 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

The emergency management of trauma.

Otolaryngologic clinics of North America, 1976

Research

Maxillofacial injuries in severely injured patients.

Journal of trauma management & outcomes, 2015

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.