Prognosis Hipokalsemia Pasca Tiroidektomi Total
Prognosis pasien dengan hipokalsemia pasca tiroidektomi total umumnya sangat baik, dengan sebagian besar kasus bersifat sementara dan hanya 0.5-2.6% yang menjadi permanen. 1
Tingkat Kesembuhan dan Durasi
Hipokalsemia transien terjadi pada 5.4-12% pasien segera setelah operasi, namun hanya bertahan pada 0.5-1.1% pasien setelah 1 tahun. 1, 2 Mayoritas kasus (75-84%) akan pulih dalam beberapa hari hingga minggu pertama pasca operasi. 3, 4
- Hipokalsemia berat simptomatik sangat jarang (kurang dari 1% kasus) dan biasanya terjadi pada pasien dengan goiter multinodular besar dengan ekstensi mediastinal. 4
- Gejala klinis biasanya muncul dalam 5 jam pertama pasca operasi dan kembali normal dalam 10 hari dengan terapi kalsium dan vitamin D. 4
Faktor yang Mempengaruhi Prognosis
Faktor Bedah yang Menentukan Outcome
Pengalaman ahli bedah adalah prediktor terpenting prognosis. Ahli bedah yang melakukan lebih dari 100 tiroidektomi per tahun memiliki tingkat komplikasi keseluruhan hanya 4.3%, sedangkan yang melakukan kurang dari 10 prosedur per tahun memiliki komplikasi 4 kali lebih tinggi (17.2%). 1, 5
- Jumlah kelenjar paratiroid yang ditemukan dan dipertahankan selama operasi berkorelasi langsung dengan risiko hipokalsemia permanen. 6
- Ligasi trunk arteri tiroid inferior (kiri atau kanan) meningkatkan risiko hipokalsemia 2-2.4 kali lipat. 6
Prediktor Biokimia
Kadar PTH (parathyroid hormone) pasca operasi adalah prediktor paling akurat untuk hipokalsemia persisten. 7
- Setiap peningkatan 10 pg/mL dalam kadar PTH pasca operasi menurunkan risiko hipokalsemia signifikan sebesar 43%. 7
- Penurunan kalsium serum ≥1.1 mg/dL antara pre-operatif dan pasca operasi memiliki sensitivitas 84% untuk memprediksi hipokalsemia simptomatik. 3
- Kadar kalsium dan kalsium terionisasi pre-operatif yang rendah merupakan prediktor independen hipokalsemia pasca operasi. 6
Karakteristik Pasien
- Jenis kelamin perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipokalsemia simptomatik dibanding laki-laki (odds ratio 5.94). 7, 6
- Usia yang lebih tua sedikit meningkatkan risiko (odds ratio 1.05 per tahun). 6
- Riwayat tirotoksikosis <10 tahun sebelum operasi meningkatkan risiko (odds ratio 1.65). 6
Manajemen dan Dampak pada Kualitas Hidup
Dengan protokol monitoring dan suplementasi yang tepat, hampir semua pasien dapat menghindari gejala hipokalsemia yang mengganggu. 8, 3
- Monitoring kalsium serum setiap 6-8 jam dalam 24-48 jam pertama memungkinkan deteksi dini dan intervensi proaktif. 2, 8
- Suplementasi kalsium dan vitamin D dini pada pasien berisiko tinggi (berdasarkan penurunan kalsium ≥1.1 mg/dL atau PTH rendah) secara signifikan mengurangi gejala dan durasi rawat inap. 3, 9
- Durasi rawat inap dapat dikurangi dari rata-rata 6.2 hari menjadi 4.7 hari dengan protokol profilaksis berbasis risiko. 3
Komplikasi Jangka Panjang
Hipoparatiroidisme permanen (1.1-2.6%) memerlukan terapi penggantian kalsium dan vitamin D seumur hidup, namun dengan terapi yang adekuat, kualitas hidup dapat dipertahankan dengan baik. 1, 2
- Pasien dengan hipoparatiroidisme permanen memerlukan monitoring kalsium serum berkala dan penyesuaian dosis suplementasi.
- Risiko hipoparatiroidisme permanen paling rendah pada tangan ahli bedah berpengalaman dengan teknik ekstrakapsular yang hati-hati untuk mempertahankan vaskularisasi paratiroid. 4