What is the recommended dose of meropenem for a 70kg male post-operative patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 10, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Meropenem untuk Pasien Post-Operatif Laki-laki 70kg

Untuk pasien post-operatif laki-laki dengan berat 70kg dan fungsi ginjal normal, berikan meropenem 1 gram IV setiap 8 jam sebagai infus selama 15-30 menit. 1

Dosis Standar Berdasarkan Jenis Infeksi

Untuk infeksi intra-abdominal post-operatif:

  • Dosis: 1 gram IV setiap 8 jam 2, 1
  • Durasi infus: 15-30 menit 1
  • Alternatif: dapat diberikan sebagai bolus IV (5-20 mL) selama 3-5 menit 1

Untuk infeksi kulit dan jaringan lunak yang kompleks:

  • Dosis: 500 mg IV setiap 8 jam 1
  • Jika disebabkan oleh P. aeruginosa: tingkatkan menjadi 1 gram setiap 8 jam 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Post-Operatif

Durasi terapi yang direkomendasikan:

  • 5-7 hari untuk infeksi intra-abdominal yang kompleks 3
  • Evaluasi respons klinis dalam 48-72 jam setelah memulai terapi 3

Untuk infeksi dengan organisme resisten:

  • Pertimbangkan infus diperpanjang selama 3 jam jika MIC ≥ 8 mg/L 3
  • Ini meningkatkan waktu konsentrasi obat di atas MIC, parameter farmakodinamik utama untuk keberhasilan terapi 1

Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal

Pasien dengan berat 70kg dan fungsi ginjal normal (CrCl >50 mL/menit):

  • Tidak perlu penyesuaian dosis 1

Jika terdapat gangguan ginjal: 1

  • CrCl 26-50 mL/menit: dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam
  • CrCl 10-25 mL/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam
  • CrCl <10 mL/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam

Peringatan Penting untuk Praktik Klinis

Variabilitas pada pasien kritis:

  • Pasien post-operatif dengan sepsis atau trauma berat menunjukkan variabilitas farmakokinetik yang signifikan 4, 5
  • Volume distribusi dapat meningkat hingga 69.5 L pada pasien trauma dibandingkan 15.7 L pada pasien sepsis 4

Faktor risiko untuk kegagalan terapi dengan dosis standar: 5

  • Fungsi ginjal yang meningkat (augmented renal clearance)
  • Infeksi dengan patogen MIC ≥2 mg/L
  • Pasien dengan diuresis residual yang terpelihara (>100 mL/24 jam) 6

Pertimbangan untuk profilaksis perioperatif pada pasien dengan kolonisasi bakteri resisten:

  • Untuk ESCR-E (Enterobacterales resisten sefalosporin spektrum luas): hindari karbapenem jika tersedia alternatif 2
  • Ertapenem lebih disukai daripada meropenem untuk profilaksis karena pemberian dosis tunggal dan pertimbangan antimicrobial stewardship 2
  • Dosis post-operatif: setiap 6-8 jam jika meropenem digunakan 2

Monitoring yang disarankan:

  • Therapeutic drug monitoring (TDM) sangat bermanfaat untuk pasien kritis post-operatif 7
  • Target farmakodinamik: 100% waktu di atas MIC untuk infeksi berat, atau minimal 40% waktu di atas MIC 6
  • Konsentrasi plasma meropenem menurun menjadi sekitar 1 mcg/mL pada 6 jam setelah pemberian 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.