Dosis Meropenem untuk Pasien Post-Operatif Laki-laki 70kg
Untuk pasien post-operatif laki-laki dengan berat 70kg dan fungsi ginjal normal, berikan meropenem 1 gram IV setiap 8 jam sebagai infus selama 15-30 menit. 1
Dosis Standar Berdasarkan Jenis Infeksi
Untuk infeksi intra-abdominal post-operatif:
- Dosis: 1 gram IV setiap 8 jam 2, 1
- Durasi infus: 15-30 menit 1
- Alternatif: dapat diberikan sebagai bolus IV (5-20 mL) selama 3-5 menit 1
Untuk infeksi kulit dan jaringan lunak yang kompleks:
- Dosis: 500 mg IV setiap 8 jam 1
- Jika disebabkan oleh P. aeruginosa: tingkatkan menjadi 1 gram setiap 8 jam 1
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Post-Operatif
Durasi terapi yang direkomendasikan:
- 5-7 hari untuk infeksi intra-abdominal yang kompleks 3
- Evaluasi respons klinis dalam 48-72 jam setelah memulai terapi 3
Untuk infeksi dengan organisme resisten:
- Pertimbangkan infus diperpanjang selama 3 jam jika MIC ≥ 8 mg/L 3
- Ini meningkatkan waktu konsentrasi obat di atas MIC, parameter farmakodinamik utama untuk keberhasilan terapi 1
Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal
Pasien dengan berat 70kg dan fungsi ginjal normal (CrCl >50 mL/menit):
- Tidak perlu penyesuaian dosis 1
Jika terdapat gangguan ginjal: 1
- CrCl 26-50 mL/menit: dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam
- CrCl 10-25 mL/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam
- CrCl <10 mL/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam
Peringatan Penting untuk Praktik Klinis
Variabilitas pada pasien kritis:
- Pasien post-operatif dengan sepsis atau trauma berat menunjukkan variabilitas farmakokinetik yang signifikan 4, 5
- Volume distribusi dapat meningkat hingga 69.5 L pada pasien trauma dibandingkan 15.7 L pada pasien sepsis 4
Faktor risiko untuk kegagalan terapi dengan dosis standar: 5
- Fungsi ginjal yang meningkat (augmented renal clearance)
- Infeksi dengan patogen MIC ≥2 mg/L
- Pasien dengan diuresis residual yang terpelihara (>100 mL/24 jam) 6
Pertimbangan untuk profilaksis perioperatif pada pasien dengan kolonisasi bakteri resisten:
- Untuk ESCR-E (Enterobacterales resisten sefalosporin spektrum luas): hindari karbapenem jika tersedia alternatif 2
- Ertapenem lebih disukai daripada meropenem untuk profilaksis karena pemberian dosis tunggal dan pertimbangan antimicrobial stewardship 2
- Dosis post-operatif: setiap 6-8 jam jika meropenem digunakan 2
Monitoring yang disarankan: