What is the treatment for a mandibular abscess?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 12, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Abses Mandibula dan Penanganannya

Pendekatan Utama Penanganan

Drainase bedah merupakan terapi primer untuk abses mandibula, dikombinasikan dengan antibiotik intravena spektrum luas yang mencakup bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan anaerob. 1, 2

Definisi dan Karakteristik

  • Abses mandibula adalah kumpulan nanah yang terlokalisir di area mandibula, biasanya polimikrobial yang mengandung flora kulit regional normal dikombinasikan dengan organisme dari mukosa mulut yang berdekatan 2
  • Infeksi gigi mandibula dapat menyebabkan abses di ruang masticator melalui ruang pterygomandibular dan infratemporal 3
  • Abses submandibular dapat muncul dari infeksi perikororonal kronis yang terkait dengan gigi molar ketiga pada garis fraktur 4

Algoritma Penanganan

1. Manajemen Bedah (Prioritas Pertama)

Drainase bedah segera adalah wajib untuk semua abses mandibula, dengan pilihan teknik tergantung lokasi spesifik: 1, 2

Pilihan Teknik Drainase:

  • Pendekatan intraoral: Untuk abses submandibular terpilih, memberikan hasil kosmetik lebih baik tanpa risiko cedera saraf marginalis mandibula atau jaringan parut kulit 5
  • Pendekatan eksternal servikal: Teknik klasik dengan insisi kulit di area submandibular 5
  • Drainase ekstra-intraoral dengan koronoidektomi mandibula: Untuk abses fossa infratemporal, secara signifikan mempercepat proses penyembuhan (waktu hospitalisasi 7,20 ± 1,19 hari vs 17,54 ± 1,80 hari tanpa koronoidektomi) 6

Teknik Drainase yang Tepat:

  • Evakuasi nanah secara menyeluruh dan probing kavitas untuk memecah lokulasi 2
  • Abses besar memerlukan multiple counter-incisions daripada insisi panjang untuk mencegah deformitas step-off dan keterlambatan penyembuhan luka 2
  • Debridemen tulang jika terdapat ekstensi intraosseous 2

2. Terapi Antibiotik (Bersamaan dengan Bedah)

Antibiotik intravena spektrum luas empiris harus dimulai segera, mencakup organisme Gram-positif, bakteri Gram-negatif, dan organisme anaerob. 1, 2

Pilihan Antibiotik Spesifik:

  • Untuk lokasi aksila/submandibular: Cefoxitin atau ampicillin-sulbactam adalah agen pilihan karena flora campuran dari kulit dan area yang berdekatan 2
  • Untuk cakupan MRSA jika dicurigai: Vankomisin IV untuk pasien rawat inap dengan abses kompleks yang memerlukan terapi sistemik 7
  • Alternatif oral untuk MRSA: Clindamycin, trimethoprim-sulfamethoxazole, doxycycline, atau minocycline jika antibiotik oral diindikasikan 7

Durasi Terapi:

  • Terapi 4-7 hari berdasarkan respons klinis dan resolusi inflamasi 2
  • Pasien immunocompromised atau sakit kritis mungkin memerlukan hingga 7 hari terapi 2
  • Pasien dengan tanda infeksi berkelanjutan melampaui 7 hari memerlukan re-evaluasi diagnostik 2

3. Manajemen Sumber Infeksi

  • Ekstraksi gigi yang terkena setelah kontrol infeksi 3
  • Untuk osteomielitis mandibula persisten: Antibiotik dapat diberikan hingga sekitar 4 bulan 3
  • Rujukan ke spesialis THT dan bedah maksilofasial untuk infeksi gigi atau dental yang dicurigai 1

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

Jangan Tunda Intervensi Bedah:

  • Keterlambatan intervensi bedah memperburuk outcome 2
  • Kontrol sepsis sebelum operasi definitif meningkatkan outcome pascaoperasi, tetapi penundaan yang berkepanjangan meningkatkan risiko komplikasi 2

Jangan Gunakan Aspirasi Jarum:

  • Aspirasi dengan jarum tidak boleh dicoba karena tingkat keberhasilan rendah 25% dan <10% dengan infeksi MRSA 2

Waspadai Komplikasi:

  • Osteomielitis mandibula dapat terjadi (31% pasien tanpa koronoidektomi memerlukan reoperasi untuk osteomielitis) 6
  • Abses fossa infratemporal adalah bentuk spesifik dari infeksi ruang fascial dalam yang parah dan lanjut 6

Monitoring dan Follow-up

  • Pasien memerlukan rata-rata 5,4-5 hari antibiotik IV pascaoperasi dan dapat dipulangkan 1 hari setelah penghentian antibiotik IV 5
  • Re-evaluasi pada 48-72 jam untuk memastikan drainase adekuat dan perbaikan klinis 7
  • Demam persisten, bakteremia, atau kegagalan perbaikan mengindikasikan kontrol sumber yang tidak adekuat yang memerlukan pencitraan ulang dan potensi reoperasi 2
  • Tidak ada kebutuhan untuk irigasi dan dressing luka harian dengan pendekatan intraoral 5

Pertimbangan Khusus

  • Untuk abses submasseteric (antara otot masseter dan ramus mandibula): Drainase adekuat dan infus antibiotik adalah pilihan terapi 8
  • Pertimbangkan CT scan enhanced untuk mengevaluasi ekstensi abses ke fossa temporal atau infratemporal 3
  • Kultur abses direkomendasikan jika MRSA dicurigai atau jika terdapat infeksi berulang untuk memandu terapi yang ditargetkan 7

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Abscesses and Cysts

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

An infected mandibular fracture. Case report.

Australian dental journal, 1994

Research

Submandibular space abscess: a clinical trial for testing a new technique.

Otolaryngology--head and neck surgery : official journal of American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, 2012

Research

Mandibular Coronoidectomy Could Significantly Accelerate the Healing Process of Infratemporal Fossa Abscess.

Journal of oral and maxillofacial surgery : official journal of the American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons, 2018

Guideline

Treatment of Labial Abscess

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Submasseteric abscess: report of two cases.

American journal of otolaryngology, 2000

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.