Abses Mandibula dan Penanganannya
Pendekatan Utama Penanganan
Drainase bedah merupakan terapi primer untuk abses mandibula, dikombinasikan dengan antibiotik intravena spektrum luas yang mencakup bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan anaerob. 1, 2
Definisi dan Karakteristik
- Abses mandibula adalah kumpulan nanah yang terlokalisir di area mandibula, biasanya polimikrobial yang mengandung flora kulit regional normal dikombinasikan dengan organisme dari mukosa mulut yang berdekatan 2
- Infeksi gigi mandibula dapat menyebabkan abses di ruang masticator melalui ruang pterygomandibular dan infratemporal 3
- Abses submandibular dapat muncul dari infeksi perikororonal kronis yang terkait dengan gigi molar ketiga pada garis fraktur 4
Algoritma Penanganan
1. Manajemen Bedah (Prioritas Pertama)
Drainase bedah segera adalah wajib untuk semua abses mandibula, dengan pilihan teknik tergantung lokasi spesifik: 1, 2
Pilihan Teknik Drainase:
- Pendekatan intraoral: Untuk abses submandibular terpilih, memberikan hasil kosmetik lebih baik tanpa risiko cedera saraf marginalis mandibula atau jaringan parut kulit 5
- Pendekatan eksternal servikal: Teknik klasik dengan insisi kulit di area submandibular 5
- Drainase ekstra-intraoral dengan koronoidektomi mandibula: Untuk abses fossa infratemporal, secara signifikan mempercepat proses penyembuhan (waktu hospitalisasi 7,20 ± 1,19 hari vs 17,54 ± 1,80 hari tanpa koronoidektomi) 6
Teknik Drainase yang Tepat:
- Evakuasi nanah secara menyeluruh dan probing kavitas untuk memecah lokulasi 2
- Abses besar memerlukan multiple counter-incisions daripada insisi panjang untuk mencegah deformitas step-off dan keterlambatan penyembuhan luka 2
- Debridemen tulang jika terdapat ekstensi intraosseous 2
2. Terapi Antibiotik (Bersamaan dengan Bedah)
Antibiotik intravena spektrum luas empiris harus dimulai segera, mencakup organisme Gram-positif, bakteri Gram-negatif, dan organisme anaerob. 1, 2
Pilihan Antibiotik Spesifik:
- Untuk lokasi aksila/submandibular: Cefoxitin atau ampicillin-sulbactam adalah agen pilihan karena flora campuran dari kulit dan area yang berdekatan 2
- Untuk cakupan MRSA jika dicurigai: Vankomisin IV untuk pasien rawat inap dengan abses kompleks yang memerlukan terapi sistemik 7
- Alternatif oral untuk MRSA: Clindamycin, trimethoprim-sulfamethoxazole, doxycycline, atau minocycline jika antibiotik oral diindikasikan 7
Durasi Terapi:
- Terapi 4-7 hari berdasarkan respons klinis dan resolusi inflamasi 2
- Pasien immunocompromised atau sakit kritis mungkin memerlukan hingga 7 hari terapi 2
- Pasien dengan tanda infeksi berkelanjutan melampaui 7 hari memerlukan re-evaluasi diagnostik 2
3. Manajemen Sumber Infeksi
- Ekstraksi gigi yang terkena setelah kontrol infeksi 3
- Untuk osteomielitis mandibula persisten: Antibiotik dapat diberikan hingga sekitar 4 bulan 3
- Rujukan ke spesialis THT dan bedah maksilofasial untuk infeksi gigi atau dental yang dicurigai 1
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Jangan Tunda Intervensi Bedah:
- Keterlambatan intervensi bedah memperburuk outcome 2
- Kontrol sepsis sebelum operasi definitif meningkatkan outcome pascaoperasi, tetapi penundaan yang berkepanjangan meningkatkan risiko komplikasi 2
Jangan Gunakan Aspirasi Jarum:
- Aspirasi dengan jarum tidak boleh dicoba karena tingkat keberhasilan rendah 25% dan <10% dengan infeksi MRSA 2
Waspadai Komplikasi:
- Osteomielitis mandibula dapat terjadi (31% pasien tanpa koronoidektomi memerlukan reoperasi untuk osteomielitis) 6
- Abses fossa infratemporal adalah bentuk spesifik dari infeksi ruang fascial dalam yang parah dan lanjut 6
Monitoring dan Follow-up
- Pasien memerlukan rata-rata 5,4-5 hari antibiotik IV pascaoperasi dan dapat dipulangkan 1 hari setelah penghentian antibiotik IV 5
- Re-evaluasi pada 48-72 jam untuk memastikan drainase adekuat dan perbaikan klinis 7
- Demam persisten, bakteremia, atau kegagalan perbaikan mengindikasikan kontrol sumber yang tidak adekuat yang memerlukan pencitraan ulang dan potensi reoperasi 2
- Tidak ada kebutuhan untuk irigasi dan dressing luka harian dengan pendekatan intraoral 5
Pertimbangan Khusus
- Untuk abses submasseteric (antara otot masseter dan ramus mandibula): Drainase adekuat dan infus antibiotik adalah pilihan terapi 8
- Pertimbangkan CT scan enhanced untuk mengevaluasi ekstensi abses ke fossa temporal atau infratemporal 3
- Kultur abses direkomendasikan jika MRSA dicurigai atau jika terdapat infeksi berulang untuk memandu terapi yang ditargetkan 7