Kadar CRP pada Kerusakan Jaringan
Kadar CRP meningkat secara cepat dan signifikan (10-1000 kali lipat dari nilai normal) dalam waktu 6-72 jam setelah kerusakan jaringan, dengan peningkatan yang lebih tinggi (>100 mg/L) pada infeksi bakteri, peningkatan sedang (10-50 mg/L) pada penyakit inflamasi aktif, dan peningkatan ringan (3-10 mg/L) pada inflamasi kronis tingkat rendah. 1, 2
Mekanisme Peningkatan CRP
- CRP adalah protein fase akut yang diproduksi oleh hati sebagai respons terhadap sitokin inflamasi, terutama IL-6, TNF-α, dan IL-1β, yang dilepaskan ketika struktur jaringan normal mengalami kerusakan akibat trauma atau penyakit 2, 3
- Sintesis dan sekresi CRP distimulasi oleh interleukin-6, sitokin pleiotropik awal yang dilepaskan oleh makrofag, sel endotel, dan sel lain yang teraktivasi saat terjadi kerusakan jaringan 2, 3
- Konsentrasi CRP dapat berubah dengan cepat dan kuat dari 10-100 kali lipat dalam 6-72 jam setelah kejadian kerusakan jaringan 2, 4
Interpretasi Kadar CRP Berdasarkan Tingkat Kerusakan
- Nilai normal: <3 mg/L pada individu sehat 1, 5
- Inflamasi kronis tingkat rendah: 3-10 mg/L, menunjukkan kerusakan jaringan minimal atau proses inflamasi kronis 1
- Inflamasi aktif sedang: 10-50 mg/L, menunjukkan penyakit inflamasi aktif atau kerusakan jaringan sedang 1
- Inflamasi akut berat: >100 mg/L, paling sering pada infeksi bakteri atau kerusakan jaringan masif 1
Korelasi dengan Aktivitas Penyakit
- Pada penyakit Crohn, kadar CRP berkorelasi baik dengan aktivitas penyakit klinis dan dapat digunakan untuk mengevaluasi respons terapi, terutama pada pasien dengan CRP baseline yang tinggi 5, 6
- Pada pankreatitis akut, kadar CRP berguna sebagai penanda laboratorium untuk memprediksi prognosis dan kekambuhan 6
- Pada kolitis ulseratif berat akut, CRP >30 mg/L merupakan salah satu kriteria diagnostik, dan CRP baseline tinggi (>50 mg/L) menunjukkan kebutuhan untuk monitoring ketat 5
Keterbatasan Penting CRP
Kondisi dengan CRP Normal Meskipun Ada Kerusakan Jaringan
- Kolitis ulseratif: CRP memiliki sensitivitas rendah (63%) untuk mendeteksi inflamasi endoskopik sedang hingga berat, dengan 18,5-37% pasien memiliki CRP normal meskipun penyakit aktif 7, 5
- Penyakit Crohn ileal: CRP dan kalprotektin feses dapat normal pada pasien dengan penyakit Crohn ileal yang aktif secara klinis dan endoskopik 5, 7
- Neutropenia dan imunodefisiensi: Dapat menumpulkan respons CRP meskipun ada inflamasi aktif 7
- Penggunaan NSAID atau terapi imunosupresif: Dapat mempengaruhi konsentrasi CRP dan menutupi respons inflamasi 7
Pengelolaan Berdasarkan Kadar CRP
Untuk CRP >10 mg/L yang Persisten
- Jangan menargetkan kadar CRP itu sendiri, tetapi targetkan penyebab yang mendasarinya - American College of Cardiology merekomendasikan bahwa pengobatan harus menargetkan penyebab yang mendasari daripada kadar CRP 1
- Pasien dengan peningkatan CRP yang tidak dapat dijelaskan dan persisten (>10 mg/L) setelah pengujian berulang harus dievaluasi untuk penyebab non-kardiovaskular, termasuk infeksi atau kondisi inflamasi lainnya 1
- Lakukan pencarian sumber infeksi atau inflamasi yang jelas, buang hasil tersebut, dan ukur kembali CRP dalam 2 minggu 5
Monitoring Serial
- Pengujian serial CRP tidak boleh digunakan untuk memantau efek pengobatan menurut American College of Cardiology 1
- Untuk mengurangi variabilitas intra-individu, lakukan dua pengukuran CRP dengan rata-rata, dengan jarak optimal 2 minggu, pada orang yang stabil secara metabolik tanpa kondisi inflamasi atau infeksi yang jelas 5
Pertimbangan Khusus pada Penyakit Inflamasi Usus
- Pada kolitis ulseratif berat akut, lakukan pemeriksaan CRP harian bersama dengan hitung darah lengkap, urea dan elektrolit, dan foto polos abdomen 5
- Pada pasien yang tidak merespons kortikosteroid intravena awal, CRP baseline tinggi (>50 mg/L) dan albumin serum rendah (<35 g/L) menunjukkan kebutuhan untuk monitoring ketat dan pertimbangan regimen dosis infliximab yang diintensifkan 5
- Jika CRP normal tetapi kecurigaan klinis tetap tinggi pada IBD, pertimbangkan kalprotektin feses atau laktoferin feses sebagai penanda alternatif 7, 5
Peringatan Klinis Penting
- Jangan pernah mengandalkan satu pengukuran CRP normal untuk menyingkirkan inflamasi pada skenario risiko tinggi, terutama pada kolitis ulseratif, penyakit hati, atau pasien immunocompromised 7
- CRP dapat normal pada pasien dengan penyakit Crohn yang aktif secara klinis dan endoskopik, terutama penyakit ileal 5, 7
- Peningkatan CRP yang signifikan (>10 mg/L) pada pasien dengan dugaan penyakit Buerger dapat mengindikasikan infeksi bakteri superimposed, diagnosis alternatif, atau kondisi inflamasi bersamaan 8
- Faktor demografis (usia, jenis kelamin, ras, status sosial ekonomi) dan gaya hidup (merokok, obesitas, kurang olahraga) dapat mempengaruhi kadar CRP 1