Frekuensi dan Interval Sesi tDCS
Untuk tDCS, protokol standar adalah 8-14 sesi dengan durasi 20 menit per sesi pada intensitas 2 mA, diberikan sekali sehari atau dua kali sehari dengan interval minimal 3 jam antar sesi, dilakukan setiap hari atau setiap hari alternatif. 1
Jumlah Sesi Per Siklus
Durasi siklus pengobatan:
- 8-14 sesi merupakan jumlah yang paling umum digunakan dalam studi klinis (24% dari semua studi) 1
- 2-7 sesi digunakan dalam 21% studi 1
- Lebih dari 14 sesi (hingga 20 sesi) telah digunakan terutama untuk TMS, bukan tDCS 1
- Satu sesi tunggal digunakan dalam 44% studi, namun ini kurang optimal untuk efek terapeutik yang bertahan 1
Durasi per sesi:
- 20 menit adalah durasi paling umum (88% dari studi tDCS menggunakan durasi ≤20 menit) 1
- 30 menit dapat digunakan untuk kondisi tertentu seperti depresi 2
- Intensitas standar adalah 2 mA (digunakan dalam 21 dari 34 studi tDCS) 1
Interval Antar Sesi
Untuk sesi harian:
- Sekali sehari adalah protokol standar untuk sebagian besar aplikasi 2, 3
- Setiap hari alternatif (setiap 2 hari) juga efektif dan sering digunakan dalam studi alkohol dan kokain 4, 3
Untuk sesi ganda per hari:
- Dua kali sehari dengan interval 3 jam antar sesi telah terbukti efektif untuk skizofrenia dan gangguan obsesif-kompulsif 2
- Interval 20 menit antar sesi juga telah digunakan untuk ketergantungan alkohol dengan hasil positif hingga 6 bulan 1
- Penelitian menunjukkan bahwa memberikan stimulasi kedua selama aftereffect dari stimulasi pertama (dalam 60-90 menit) dapat memperpanjang efek hingga 120 menit 5
Pertimbangan Penting untuk Interval
Timing optimal bergantung pada mekanisme plastisitas:
- Stimulasi yang diberikan tanpa jeda atau dengan interval pendek (3-20 menit) dapat memperpanjang dan meningkatkan efek tDCS 5
- Interval 3 jam atau 24 jam setelah sesi pertama dapat menghasilkan pola efek yang berbeda, dengan efek awal yang berkurang namun kemudian pulih kembali 5
- Menghindari interval yang terlalu panjang penting—satu studi menunjukkan bahwa manfaat berkurang atau hilang ketika spacing setiap hari alternatif dicoba, dan pulih kembali dengan protokol harian 6
Durasi Efek dan Follow-up
Efek jangka pendek hingga menengah:
- Efek dapat bertahan 3-6 bulan setelah siklus pengobatan akut untuk aplikasi adiksi 7
- Untuk alkohol: 10 sesi menghasilkan pengurangan craving dan relapse hingga 3 bulan, dengan 72.7% pasien tetap abstinen 3
- Untuk nikotin: 13 sesi rTMS menghasilkan pengurangan konsumsi rokok hingga 6 bulan 7
Peringatan penting:
- 71% studi tidak memiliki follow-up melampaui hari intervensi, menunjukkan keterbatasan data jangka panjang 1
- Pasien dengan motivasi tinggi harus dipilih untuk protokol intensif mengingat beban pengobatan harian 7
Protokol Pemeliharaan
Untuk mempertahankan efek jangka panjang:
- Beberapa protokol menggunakan intervensi pemeliharaan dua kali seminggu selama 3 bulan setelah fase pengobatan akut 7
- Penggunaan domisili (di rumah) dengan sesi sekali hingga dua kali sehari telah dilaporkan aman hingga 3 tahun untuk kondisi refrakter 6
Keamanan dan Tolerabilitas
Profil efek samping:
- Efek samping yang paling umum adalah sensasi terbakar (16.2%), kemerahan kulit (12.3%), nyeri kulit kepala (10.1%), gatal (6.7%), dan kesemutan (6.3%) 2
- Sebagian besar efek samping ringan, transien, dan dapat ditoleransi dengan baik 2
- Tidak ada kejadian buruk serius yang dilaporkan dengan protokol standar (hingga 2 mA, 30 menit) 6, 2