What is the recommended frequency and interval for transcranial direct current stimulation (tDCS) sessions?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Frekuensi dan Interval Sesi tDCS

Untuk tDCS, protokol standar adalah 8-14 sesi dengan durasi 20 menit per sesi pada intensitas 2 mA, diberikan sekali sehari atau dua kali sehari dengan interval minimal 3 jam antar sesi, dilakukan setiap hari atau setiap hari alternatif. 1

Jumlah Sesi Per Siklus

Durasi siklus pengobatan:

  • 8-14 sesi merupakan jumlah yang paling umum digunakan dalam studi klinis (24% dari semua studi) 1
  • 2-7 sesi digunakan dalam 21% studi 1
  • Lebih dari 14 sesi (hingga 20 sesi) telah digunakan terutama untuk TMS, bukan tDCS 1
  • Satu sesi tunggal digunakan dalam 44% studi, namun ini kurang optimal untuk efek terapeutik yang bertahan 1

Durasi per sesi:

  • 20 menit adalah durasi paling umum (88% dari studi tDCS menggunakan durasi ≤20 menit) 1
  • 30 menit dapat digunakan untuk kondisi tertentu seperti depresi 2
  • Intensitas standar adalah 2 mA (digunakan dalam 21 dari 34 studi tDCS) 1

Interval Antar Sesi

Untuk sesi harian:

  • Sekali sehari adalah protokol standar untuk sebagian besar aplikasi 2, 3
  • Setiap hari alternatif (setiap 2 hari) juga efektif dan sering digunakan dalam studi alkohol dan kokain 4, 3

Untuk sesi ganda per hari:

  • Dua kali sehari dengan interval 3 jam antar sesi telah terbukti efektif untuk skizofrenia dan gangguan obsesif-kompulsif 2
  • Interval 20 menit antar sesi juga telah digunakan untuk ketergantungan alkohol dengan hasil positif hingga 6 bulan 1
  • Penelitian menunjukkan bahwa memberikan stimulasi kedua selama aftereffect dari stimulasi pertama (dalam 60-90 menit) dapat memperpanjang efek hingga 120 menit 5

Pertimbangan Penting untuk Interval

Timing optimal bergantung pada mekanisme plastisitas:

  • Stimulasi yang diberikan tanpa jeda atau dengan interval pendek (3-20 menit) dapat memperpanjang dan meningkatkan efek tDCS 5
  • Interval 3 jam atau 24 jam setelah sesi pertama dapat menghasilkan pola efek yang berbeda, dengan efek awal yang berkurang namun kemudian pulih kembali 5
  • Menghindari interval yang terlalu panjang penting—satu studi menunjukkan bahwa manfaat berkurang atau hilang ketika spacing setiap hari alternatif dicoba, dan pulih kembali dengan protokol harian 6

Durasi Efek dan Follow-up

Efek jangka pendek hingga menengah:

  • Efek dapat bertahan 3-6 bulan setelah siklus pengobatan akut untuk aplikasi adiksi 7
  • Untuk alkohol: 10 sesi menghasilkan pengurangan craving dan relapse hingga 3 bulan, dengan 72.7% pasien tetap abstinen 3
  • Untuk nikotin: 13 sesi rTMS menghasilkan pengurangan konsumsi rokok hingga 6 bulan 7

Peringatan penting:

  • 71% studi tidak memiliki follow-up melampaui hari intervensi, menunjukkan keterbatasan data jangka panjang 1
  • Pasien dengan motivasi tinggi harus dipilih untuk protokol intensif mengingat beban pengobatan harian 7

Protokol Pemeliharaan

Untuk mempertahankan efek jangka panjang:

  • Beberapa protokol menggunakan intervensi pemeliharaan dua kali seminggu selama 3 bulan setelah fase pengobatan akut 7
  • Penggunaan domisili (di rumah) dengan sesi sekali hingga dua kali sehari telah dilaporkan aman hingga 3 tahun untuk kondisi refrakter 6

Keamanan dan Tolerabilitas

Profil efek samping:

  • Efek samping yang paling umum adalah sensasi terbakar (16.2%), kemerahan kulit (12.3%), nyeri kulit kepala (10.1%), gatal (6.7%), dan kesemutan (6.3%) 2
  • Sebagian besar efek samping ringan, transien, dan dapat ditoleransi dengan baik 2
  • Tidak ada kejadian buruk serius yang dilaporkan dengan protokol standar (hingga 2 mA, 30 menit) 6, 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.