Anestesi Inhalasi: Rekomendasi Berdasarkan Bukti Terkini
Agen Pilihan untuk Pemeliharaan Anestesi
Sevoflurane adalah agen inhalasi pilihan utama untuk induksi dan pemeliharaan anestesi pada dewasa dan anak-anak karena onset cepat, pemulihan cepat, profil hemodinamik stabil, dan iritasi jalan napas minimal. 1, 2
Sevoflurane: Agen Lini Pertama
Sevoflurane (0.3-1.5 MAC) direkomendasikan sebagai agen inhalasi pilihan karena memiliki karakteristik paling mendekati agen anestesi ideal: bau tidak menyengat, koefisien kelarutan darah-gas rendah, efek samping kardiovaskular dan respirasi minimal, dan onset serta pemulihan cepat 2, 3, 4
Sevoflurane memberikan induksi lebih halus dengan komplikasi lebih sedikit dibanding isoflurane, termasuk insiden batuk yang lebih rendah 5
Pada populasi pediatrik, sevoflurane memberikan induksi lebih cepat dan waktu intubasi lebih singkat dengan stabilitas hemodinamik lebih baik dibanding halothane 6
Sevoflurane lebih disukai daripada desflurane atau isoflurane karena pertimbangan lingkungan ketika agen inhalasi diperlukan 7
Desflurane: Alternatif dengan Pertimbangan Khusus
Desflurane (0.4-1.5 MAC) menawarkan waktu bangun lebih cepat dibanding sevoflurane atau isoflurane, terutama pada pasien dengan BMI ≥30 kg/m², tetapi dapat menyebabkan iritasi jalan napas dan ketidakstabilan hemodinamik 2, 8
Desflurane TIDAK boleh digunakan sebagai agen tunggal untuk induksi anestesi pada pasien dengan penyakit arteri koroner atau pasien di mana peningkatan denyut jantung atau tekanan darah tidak diinginkan 8
Hindari desflurane pada anak dengan infeksi saluran pernapasan atas karena peningkatan resistensi jalan napas dibanding propofol atau sevoflurane 1
Peningkatan cepat konsentrasi desflurane dikaitkan dengan peningkatan bermakna pada denyut nadi, tekanan arteri rata-rata, dan kadar epinefrin dan norepinefrin 8
Isoflurane: Alternatif dengan Onset Lebih Lambat
Isoflurane (0.4-1.5 MAC) merupakan alternatif, meskipun dengan offset lebih lambat dibanding desflurane 2
Isoflurane memiliki potensi memadai, kelarutan yang sesuai, dan risiko minimal hingga tidak ada untuk hepatotoksisitas 9
Pertimbangan Khusus untuk Pembedahan Darurat
Agen inhalasi kerja singkat seperti sevoflurane atau desflurane tetap menjadi obat yang umum digunakan untuk pemeliharaan anestesi pada pembedahan darurat karena mudah diberikan dan dipantau serta memungkinkan kebangkitan cepat di akhir pembedahan dan kembalinya refleks protektif 1
Monitoring Kedalaman Anestesi
Pada pasien berusia >60 tahun, gunakan monitoring bispectral index (BIS) atau processed electroencephalography (EEG) untuk menargetkan BIS sekitar 50 (versus level lebih dalam dengan BIS 35) untuk mengurangi delirium pascaoperasi secara signifikan 1, 2, 10
Titrasi anestesi menggunakan BIS atau bentuk lain dari processed EEG, dan menghindari burst suppression EEG mengurangi risiko delirium pascaoperasi 1
Monitoring kedalaman anestesi terkait dengan konsentrasi anestesi end-tidal membantu mengurangi konsumsi uap anestesi 7
Hindari overdosis anestesi volatil dengan monitoring ketat minimum alveolar concentration (MAC) yang disesuaikan usia untuk menghindari efek samping seperti hipotensi 1, 10
Pertimbangan Lingkungan
Hindari penggunaan nitrous oxide ketika memilih agen anestesi inhalasi karena sifat gas rumah kacanya 7
Gunakan teknik fresh gas flow rendah ketika menggunakan anestesi inhalasi untuk mengurangi dampak lingkungan 7
Ketika manfaat klinis yang sama diharapkan, profesional anestesi dapat memilih antara vapor inhalasi atau total intravenous anesthesia dengan propofol, dengan menyadari bahwa agen inhalasi memiliki dampak lingkungan melalui emisi gas rumah kaca sementara propofol bersifat ekotoksik untuk air dan tanah 7
Algoritma Pemilihan Agen Inhalasi
Evaluasi faktor pasien: usia (>60 tahun memerlukan monitoring BIS), status jalan napas (infeksi saluran pernapasan atas pada anak), status kardiovaskular (penyakit arteri koroner), dan BMI 1, 2, 10, 8
Pilih agen berdasarkan prioritas:
Implementasi monitoring: Gunakan BIS/processed EEG pada pasien >60 tahun, target BIS ~50, dan monitor MAC yang disesuaikan usia 1, 2, 10
Optimalisasi teknik: Gunakan fresh gas flow rendah untuk mengurangi dampak lingkungan 7
Peringatan Penting
Pada pasien dengan penyakit arteri koroner, desflurane harus digunakan dengan obat lain, sebaiknya opioid dan hipnotik intravena, bukan sebagai agen tunggal 8
Konsentrasi desflurane yang melebihi 1 MAC dapat meningkatkan denyut jantung, sehingga peningkatan denyut jantung mungkin tidak dapat diandalkan sebagai tanda anestesi yang tidak memadai 8
Selama pemeliharaan anestesi, peningkatan konsentrasi agen inhalasi menghasilkan penurunan tekanan darah yang bergantung dosis; penurunan berlebihan mungkin karena kedalaman anestesi dan dapat dikoreksi dengan menurunkan konsentrasi inspirasi 8
Pada populasi yang menjalani laparotomi darurat, terdapat insiden tinggi kelemahan dan usia lanjut yang meningkatkan risiko delirium pascaoperasi, serta insiden lebih tinggi kesadaran anestesi yang tidak disengaja 1