What is the recommended approach for intravenous (IV) anesthesia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Anestesi Intravena: Pendekatan yang Direkomendasikan

Berikan obat sedatif/analgesik intravena dalam dosis kecil dan bertahap, titrasi hingga mencapai efek yang diinginkan, dengan waktu tunggu yang cukup antara dosis untuk menilai efek puncak sebelum pemberian berikutnya. 1

Prinsip Fundamental Pemberian Intravena

Akses Vaskular dan Monitoring

  • Pertahankan akses intravena sepanjang prosedur dan hingga pasien tidak lagi berisiko mengalami depresi kardiorespirasi 1
  • Monitoring vital sign harus dilakukan secara kontinyu pada semua pasien yang menerima anestesi intravena 1, 2
  • Peralatan darurat untuk manajemen jalan napas harus tersedia segera 1, 2

Teknik Titrasi yang Aman

  • Berikan obat sedatif/analgesik intravena dalam dosis kecil dan inkremental, atau melalui infus, dengan titrasi hingga endpoint yang diinginkan 1
  • Biarkan waktu yang cukup berlalu antara dosis agar efek puncak dari setiap dosis dapat dinilai sebelum pemberian obat berikutnya 1
  • Untuk ketamin intravena, berikan secara perlahan (selama periode 60 detik) karena pemberian cepat dapat menyebabkan depresi respirasi dan respons vasopresor yang meningkat 2

Pilihan Obat dan Regimen Dosis

Propofol sebagai Agen Utama

  • Propofol memberikan waktu sedasi dan pemulihan yang lebih singkat dibandingkan kombinasi benzodiazepin dengan opioid analgesik 1
  • Untuk sedasi prosedural, propofol dapat diberikan melalui target-controlled infusion (TCI) dengan target konsentrasi effect-site 0.5-1 mcg/mL 3
  • Propofol secara signifikan mengurangi mual muntah pascaoperasi (PONV) dibandingkan anestesi volatil 3

Kombinasi Sedatif dan Analgesik

  • Kombinasi agen sedatif dan analgesik dapat diberikan sesuai dengan prosedur dan kondisi pasien, dengan pemberian setiap komponen secara individual untuk mencapai efek yang diinginkan 1
  • Kombinasi propofol dengan opioid analgesik menghasilkan skor nyeri yang lebih rendah 1
  • Kecenderungan kombinasi agen sedatif dan analgesik untuk menyebabkan depresi respirasi dan obstruksi jalan napas menekankan perlunya mengurangi dosis setiap komponen secara tepat 1

Opioid Kerja Singkat

  • Gunakan opioid kerja singkat seperti fentanyl, alfentanil, atau remifentanil selama induksi dan pemeliharaan anestesi umum 4
  • Untuk induksi neurosurgical, dosis tinggi fentanyl (3-5 μg/kg), alfentanil (10-20 μg/kg), atau remifentanil TCI dengan Cpt ≥ 3 ng/ml direkomendasikan 5
  • Kombinasi propofol 25-50 mcg/kg/menit dengan alfentanil 0.2-0.4 mcg/kg/menit direkomendasikan untuk sedasi dan analgesia pada pasien rawat jalan yang telah diberi premedikasi midazolam 2 mg IV 6

Ketamin sebagai Adjuvan

  • Untuk induksi anestesi intravena, dosis awal ketamin berkisar dari 1 mg/kg hingga 4.5 mg/kg, dengan dosis rata-rata 2 mg/kg menghasilkan anestesi bedah 5-10 menit dalam 30 detik setelah injeksi 2
  • Ketamin dapat diberikan sebagai bolus 0.5 mg/kg diikuti infus 0.1-0.2 mg/kg/jam untuk prosedur berkepanjangan 3
  • Berikan benzodiazepin untuk pencegahan manifestasi neuropsikologis selama emergence dari anestesi 2

Dexmedetomidine sebagai Alternatif

  • Dexmedetomidine dapat diberikan sebagai alternatif sedatif benzodiazepin berdasarkan kasus per kasus 1
  • Dexmedetomidine 0.5-1 mcg/kg bolus kemudian 0.2-0.7 mcg/kg/jam dapat digunakan untuk prosedur berkepanjangan 3
  • Dexmedetomidine intravena menunjukkan waktu regresi dua segmen level spinal yang lebih lama (141.8±23.5 menit vs 94.33±13.6 menit dengan fentanyl) dan waktu hingga analgesia rescue yang lebih lama (6.9±1.5 jam vs 5.5±0.63 jam) 7

Monitoring Khusus

Untuk Obat yang Ditujukan untuk Anestesi Umum

  • Ketika sedasi prosedural moderat dengan obat sedatif/analgesik yang ditujukan untuk anestesi umum direncanakan, berikan perawatan yang konsisten dengan yang diperlukan untuk anestesi umum 1
  • Pastikan praktisi yang memberikan obat sedatif/analgesik yang ditujukan untuk anestesi umum mampu mengidentifikasi dan menyelamatkan pasien dari sedasi dalam atau anestesi umum yang tidak diinginkan 1
  • Monitoring BIS (Bispectral Index) dengan target 40-60 direkomendasikan, menghindari nilai BIS di bawah 35 pada pasien di atas 60 tahun untuk mengurangi risiko delirium pascaoperasi 3, 4, 5

Monitoring Neuromuskular

  • Monitoring neuromuskular kuantitatif wajib dilakukan ketika menggunakan pelemas otot, dengan dokumentasi train-of-four ratio ≥0.90 sebelum ekstubasi 3, 5
  • Processed EEG monitoring (BIS) adalah wajib ketika menggunakan TIVA dengan blokade neuromuskular untuk mencegah awareness 5

Agen Reversal dan Manajemen Komplikasi

Ketersediaan Antagonis Spesifik

  • Pastikan antagonis spesifik tersedia segera di ruang prosedur setiap kali opioid analgesik atau benzodiazepin diberikan untuk sedasi/analgesia, terlepas dari rute pemberian 1
  • Nalokson atau flumazenil dapat diberikan untuk meningkatkan upaya ventilasi spontan pada pasien yang telah menerima opioid atau benzodiazepin 1

Manajemen Depresi Respirasi

  • Jika pasien mengalami hipoksemia, hipoventilasi signifikan atau apnea selama sedasi/analgesia: (1) dorong atau stimulasi fisik pasien untuk bernapas dalam, (2) berikan oksigen suplementer, dan (3) berikan ventilasi tekanan positif jika ventilasi spontan tidak adekuat 1
  • Gunakan agen reversal dalam kasus di mana kontrol jalan napas, ventilasi spontan, atau ventilasi tekanan positif sulit dilakukan 1

Peringatan Penting

Pengetahuan Farmakokinetik

  • Pengetahuan tentang waktu onset, respons puncak, dan durasi kerja setiap obat adalah penting 1
  • Titrasi obat hingga efek adalah konsep penting; seseorang harus mengetahui apakah dosis sebelumnya telah memberikan efek penuh sebelum memberikan obat tambahan 1

Kontraindikasi Relatif

  • Ketamin tidak direkomendasikan untuk digunakan pada pasien yang tidak mengikuti pedoman nil per os karena potensi muntah dan aspirasi 2
  • Berikan antisialagogue sebelum induksi anestesi karena potensi salivasi selama pemberian ketamin 2
  • Jangan pernah menggunakan nitrous oxide karena meningkatkan PONV dan menunda fungsi usus 3

Pertimbangan Khusus Populasi

  • Untuk pasien lanjut usia (>60 tahun), targetkan level anestesi yang lebih ringan dengan BIS sekitar 50 untuk mengurangi delirium pascaoperasi 4, 5
  • Monitoring tekanan darah arteri invasif harus ditetapkan sebelum induksi bila memungkinkan, dengan vasopresor tersedia segera (efedrin atau metaraminol) 3, 5

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Effective TIVA Protocol for Prolonged Endoscopic Spine Surgery

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Analgesic Regimen for Laparoscopic Hysterectomy Under General Anesthesia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Anesthetic Management for Neurosurgical Procedures

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.